alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Pedagang Akan Direlokasi ke Pasar Margalela

SAMPANG – Trotoar di sejumlah jalan di wilayah kota masih dijadikan tempat berjualan pedagang. Di timur Pasar Srimangunan, salah satunya. Pada 2018, pedagang yang melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum tersebut akan direlokasi ke Pasar Margalela.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah menegaskan, lembaganya sudah mendata dan memberikan teguran, imbauan, bahkan surat pernyataan kepada pegadang. Tujuannya, agar pedagang pindah sebelum ditindak.

Menurut dia, sebagian pedagang sudah menandatangani surat persetujuan untuk pindah ke tempat relokasi.  ”Tapi, pedagang yang berjualan di timur Pasar Srimangunan menolak untuk pindah. Alasannya, selama ini mereka ditarik retribusi oleh pengelola pasar,” ungkapnya kemarin (22/11).

Baca Juga :  Tanah Warga Diklaim Percaton

Dia menjelaskan, larangan pedagang berjualan di trotoar sudah termaktub dalam Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Trotoar berfungsi untuk para pejalan kaki, bukan tempat berjualan. Dia menilai, keberadaan PKL juga dapat merusak pemandangan kota.

”Kami segera berkoordinasi dengan pengelola pasar. Kalau PKL masih ditarik retriubusi, berarti mereka dilegalkan. Padahal, perda larangan sudah ada. Dan kami tidak mau dituding tebang pilih dalam melakukan penertiban PKL,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Srimangunan Sampang Misnaki Suroso mengatakan, penarikan retribusi kepada sejumlah pedagang di sana dilakukan sejak lama dan sudah sesuai peraturan. Besaran retribusi mencapai Rp 1.000.

Menurut dia, peraturan penarikan retribusi jelas, yakni pedagang yang berjualan di jarak 20 meter dari lokasi pasar dikenai retibusi. Misnaki mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk memindahkan pedagang ke dalam pasar. Sebab, lokasi di dalam pasar sempit dan terbatas.

Baca Juga :  Pemkab Ambil Alih Puluhan Los Pasar Margalela

”Kami tidak bisa melarang karena memang tidak ada tempat lain lagi untuk mereka berjualan,” terang Misnaki Rabu (22/11).

Di tempat terpisah, Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang Sapta Nuris Ramlan mengungkapkan, para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut akan dipindahkan ke Pasar Margalela. Dengan demikian, penataan pedagang di Pasar Srimangunan bisa lebih rapi. ”Relokasi pedagang ke Pasar Margalela akan dimulai pada 2018,” terangnya.

SAMPANG – Trotoar di sejumlah jalan di wilayah kota masih dijadikan tempat berjualan pedagang. Di timur Pasar Srimangunan, salah satunya. Pada 2018, pedagang yang melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum tersebut akan direlokasi ke Pasar Margalela.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah menegaskan, lembaganya sudah mendata dan memberikan teguran, imbauan, bahkan surat pernyataan kepada pegadang. Tujuannya, agar pedagang pindah sebelum ditindak.

Menurut dia, sebagian pedagang sudah menandatangani surat persetujuan untuk pindah ke tempat relokasi.  ”Tapi, pedagang yang berjualan di timur Pasar Srimangunan menolak untuk pindah. Alasannya, selama ini mereka ditarik retribusi oleh pengelola pasar,” ungkapnya kemarin (22/11).

Baca Juga :  Pedagang Enggan Pindah ke Pasar Margalela

Dia menjelaskan, larangan pedagang berjualan di trotoar sudah termaktub dalam Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Trotoar berfungsi untuk para pejalan kaki, bukan tempat berjualan. Dia menilai, keberadaan PKL juga dapat merusak pemandangan kota.

”Kami segera berkoordinasi dengan pengelola pasar. Kalau PKL masih ditarik retriubusi, berarti mereka dilegalkan. Padahal, perda larangan sudah ada. Dan kami tidak mau dituding tebang pilih dalam melakukan penertiban PKL,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Srimangunan Sampang Misnaki Suroso mengatakan, penarikan retribusi kepada sejumlah pedagang di sana dilakukan sejak lama dan sudah sesuai peraturan. Besaran retribusi mencapai Rp 1.000.

Menurut dia, peraturan penarikan retribusi jelas, yakni pedagang yang berjualan di jarak 20 meter dari lokasi pasar dikenai retibusi. Misnaki mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk memindahkan pedagang ke dalam pasar. Sebab, lokasi di dalam pasar sempit dan terbatas.

Baca Juga :  Garam Rakyat Banyak Belum Terserap
- Advertisement -

”Kami tidak bisa melarang karena memang tidak ada tempat lain lagi untuk mereka berjualan,” terang Misnaki Rabu (22/11).

Di tempat terpisah, Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang Sapta Nuris Ramlan mengungkapkan, para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut akan dipindahkan ke Pasar Margalela. Dengan demikian, penataan pedagang di Pasar Srimangunan bisa lebih rapi. ”Relokasi pedagang ke Pasar Margalela akan dimulai pada 2018,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/