alexametrics
22.7 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Kasus Kades Tanah Merah Dilimpahkan ke JPU

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kasus dugaan penyimpangan dana desa (DD) yang membelit Kepala Desa (Kades) Tanah Merah, Kecamatan Torjun, Suhartono kini sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kasus tersebut akan dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) di Sidoarjo.

Kasi Intel Kejari Sampang Achmad Wahyudi membenarkan jika tim JPU telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (BB) atau tahap dua. ”Sudah tahap dua. Penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan penyidik ke JPU Selasa (21/9),” katanya.

Menurut dia, penyidikan kasus tersebut memang berjalan lambat. Sebab, penyidik membutuhkan waktu untuk memeriksa para saksi. ”Dalam kasus ini kan semuanya diperiksa. Mulai tersangka, saksi, dan mengamankan barang bukti. Makanya, masa penahanan tersangka sering kami perpanjang,” ucap Achmad Wahyudi.

Baca Juga :  Dinas PUPR Klaim Proyek DAK Penugasan Mulai Dikerjakan

Dijelaskan, anggaran yang diselewengkan dalam kasus tersebut sekitar Rp 322.879.481. Anggaran ratusan juta itu bersumber dari empat kegiatan fisik. Misalnya pembangunan MCK, saluran, rabat beton, dan tiga poskamling. Pengerjaan proyek tersebut juga tidak tuntas. ”Tersangka mengakui kalau uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi,” ucapnya.

Jaksa yang akrab disapa Achmad itu menuturkan, Kejari Sampang telah membentuk tim beranggotakan lima orang jaksa. Tim JPU tersebut yang akan melakukan penuntutan dalam sidang yang akan digelar di pengadilan tipikor di Sidoarjo. Jika dalam persidangan ada keterlibatan orang lain, akan ditindaklanjuti oleh jaksa. ”Akan kami kembangkan,” pungkasnya.

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kasus dugaan penyimpangan dana desa (DD) yang membelit Kepala Desa (Kades) Tanah Merah, Kecamatan Torjun, Suhartono kini sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Dalam waktu yang tidak terlalu lama, kasus tersebut akan dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) di Sidoarjo.

Kasi Intel Kejari Sampang Achmad Wahyudi membenarkan jika tim JPU telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (BB) atau tahap dua. ”Sudah tahap dua. Penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan penyidik ke JPU Selasa (21/9),” katanya.

Menurut dia, penyidikan kasus tersebut memang berjalan lambat. Sebab, penyidik membutuhkan waktu untuk memeriksa para saksi. ”Dalam kasus ini kan semuanya diperiksa. Mulai tersangka, saksi, dan mengamankan barang bukti. Makanya, masa penahanan tersangka sering kami perpanjang,” ucap Achmad Wahyudi.

Baca Juga :  Sebelas Desa Dipimpin Pj, Tahun Depan Gelar Pilkades Serentak

Dijelaskan, anggaran yang diselewengkan dalam kasus tersebut sekitar Rp 322.879.481. Anggaran ratusan juta itu bersumber dari empat kegiatan fisik. Misalnya pembangunan MCK, saluran, rabat beton, dan tiga poskamling. Pengerjaan proyek tersebut juga tidak tuntas. ”Tersangka mengakui kalau uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi,” ucapnya.

Jaksa yang akrab disapa Achmad itu menuturkan, Kejari Sampang telah membentuk tim beranggotakan lima orang jaksa. Tim JPU tersebut yang akan melakukan penuntutan dalam sidang yang akan digelar di pengadilan tipikor di Sidoarjo. Jika dalam persidangan ada keterlibatan orang lain, akan ditindaklanjuti oleh jaksa. ”Akan kami kembangkan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Santre Pangarangan

Polres Sampang Siagakan 258 Personel

Artikel Terbaru

/