alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Polres Sumenep Bekuk Dua Pengguna

Forkopimda Blender 374 Gram Sabu-Sabu

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang memusnahkan barang bukti perkara yang telah berkekuatan hukum tetap kemarin (22/6). Barang bukti itu berupa senjata tajam, alat elektronik, ratusan gram narkotika jenis sabu, dan lainnya. Barang bukti itu hasil penanganan perkara sejak November 2021.

Pada kesempatan ini, sebanyak 374 gram sabu-sabu diblender. Ratusan gram barang haram itu hasil 89 perkara. Namun, kejari tidak menyebut jumlah orang yang dipidana akibat barang haram itu. Korps Adhyaksa juga tidak memerinci para budak narkoba terdiri atas bandar, pengecer, kurir, atau pengguna.

Kepala Kejari Sampang Imang Job Marsudi menyampaikan, pemusnahan barang bukti merupakan salah satu tugas dan fungsi instansinya. Pemusnahan dilakukan agar tidak kembali disalahgunakan untuk perbuatan melanggar hukum.

Secara kuantitas, jumlah narkotika jenis sabu yang dimusnahkan kali ini lebih sedikit dibanding November 2021 yang mencapai 12 kilogram lebih. Namun, peredaran narkoba ini harus tetap menjadi perhatian karena Kabupaten Sampang masih menjadi sasaran peredaran.

Dia mengungkapkan, masih banyak perkara narkoba yang ditangani penegak hukum di Sampang. Peredaran narkoba di Kabupaten Sampang nyaris merata di setiap kecamatan. Sehingga, perlu sinergi dengan pemerintah daerah untuk bersama melawan peredaran narkoba.

Baca Juga :  Wajibkan Pemdes Sisihkan Dana Desa

”Kami sudah ada rencana dengan pemerintah daerah untuk membentuk panti rehab bagi para pencandu narkoba di Kabupaten Sampang,” jelasnya.

Wakil Bupati Sampang Abdullah Hidayat menyampaikan, pemerintah mengapresiasi dan mendukung kinerja aparat penegak hukum untuk memberantas peredaran narkoba. Bentuk sinergi yang telah direncanakan dengan menyiapkan panti rehab bagi para pencandu.

Fasilitas ini disiapkan untuk membantu proses penyembuhan pencandu narkoba. Lokasi yang disiapkan di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan. ”Mungkin dalam waktu dekat ini bisa kita saksikan bersama untuk launching panti rehab pencandu narkoba di Kabupaten Sampang,” jelasnya.

Peredaran narkoba di Pulau Garam tak kunjung habis. Tak terkecuali di Kabupaten Sumenep. Nyaris setiap minggu polisi menjebloskan para pengguna obat-obatan terlarang ini.

Terbaru, dua orang ditangkap saat mengonsumsi sabu-sabu Selasa (21/6) sekitar pukul 19.30. Yakni, Syamsul Arifin, 53, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, dan Agus Kurniawan, 34, asal Desa Parsanga, Kecamatan Kota.

Mereka ditangkap di dalam kamar gudang air mineral. Tepatnya di Jalan Arya Wiraraja, Desa Kolor, Kecamatan Kota. Keduanya kedapatan hendak berpesta sabu. ”Berdasar informasi masyarakat, gudang itu kerap dijadikan tempat berpesta sabu-sabu,” jelas Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas kemarin (22/6).

Baca Juga :  Satu Kegiatan untuk IKM Genting Gagal Terlaksana

Berdasar itulah, petugas dengan intens menyelidiki dan memantau kegiatan tersangka. Ketika mendapat informasi dan A1, petugas tak buang-buang waktu untuk melakukan penggerebekan ke lokasi. Informasi itu benar adanya, di lokasi terdapat dua orang sedang berpesta sabu-sabu.

Bahkan, di lantai kamar gudang yang ditempati tersangka, petugas menemukan barang bukti berupa satu poket plastik klip kecil berisi sabu dengan berat kotor lebih kurang 0,34 gram. ”Mereka mengakui setelah kami lakukan interogasi,” ujar Widi.

Guna dilakukan penyidikan lebih lanjut, Syamsul Arifin dan Agus Kurniawan dijebloskan ke rumah tahanan Polres Sumenep. Mereka disangka melanggar pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) sub pasal 127 ayat (1) huruf a UU 35/2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana minimal lima tahun penjara. (jun/di/luq)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang memusnahkan barang bukti perkara yang telah berkekuatan hukum tetap kemarin (22/6). Barang bukti itu berupa senjata tajam, alat elektronik, ratusan gram narkotika jenis sabu, dan lainnya. Barang bukti itu hasil penanganan perkara sejak November 2021.

Pada kesempatan ini, sebanyak 374 gram sabu-sabu diblender. Ratusan gram barang haram itu hasil 89 perkara. Namun, kejari tidak menyebut jumlah orang yang dipidana akibat barang haram itu. Korps Adhyaksa juga tidak memerinci para budak narkoba terdiri atas bandar, pengecer, kurir, atau pengguna.

Kepala Kejari Sampang Imang Job Marsudi menyampaikan, pemusnahan barang bukti merupakan salah satu tugas dan fungsi instansinya. Pemusnahan dilakukan agar tidak kembali disalahgunakan untuk perbuatan melanggar hukum.


Secara kuantitas, jumlah narkotika jenis sabu yang dimusnahkan kali ini lebih sedikit dibanding November 2021 yang mencapai 12 kilogram lebih. Namun, peredaran narkoba ini harus tetap menjadi perhatian karena Kabupaten Sampang masih menjadi sasaran peredaran.

Dia mengungkapkan, masih banyak perkara narkoba yang ditangani penegak hukum di Sampang. Peredaran narkoba di Kabupaten Sampang nyaris merata di setiap kecamatan. Sehingga, perlu sinergi dengan pemerintah daerah untuk bersama melawan peredaran narkoba.

Baca Juga :  Moeldoko Apresiasi Peran Ulama

”Kami sudah ada rencana dengan pemerintah daerah untuk membentuk panti rehab bagi para pencandu narkoba di Kabupaten Sampang,” jelasnya.

Wakil Bupati Sampang Abdullah Hidayat menyampaikan, pemerintah mengapresiasi dan mendukung kinerja aparat penegak hukum untuk memberantas peredaran narkoba. Bentuk sinergi yang telah direncanakan dengan menyiapkan panti rehab bagi para pencandu.

Fasilitas ini disiapkan untuk membantu proses penyembuhan pencandu narkoba. Lokasi yang disiapkan di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan. ”Mungkin dalam waktu dekat ini bisa kita saksikan bersama untuk launching panti rehab pencandu narkoba di Kabupaten Sampang,” jelasnya.

Peredaran narkoba di Pulau Garam tak kunjung habis. Tak terkecuali di Kabupaten Sumenep. Nyaris setiap minggu polisi menjebloskan para pengguna obat-obatan terlarang ini.

Terbaru, dua orang ditangkap saat mengonsumsi sabu-sabu Selasa (21/6) sekitar pukul 19.30. Yakni, Syamsul Arifin, 53, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, dan Agus Kurniawan, 34, asal Desa Parsanga, Kecamatan Kota.

Mereka ditangkap di dalam kamar gudang air mineral. Tepatnya di Jalan Arya Wiraraja, Desa Kolor, Kecamatan Kota. Keduanya kedapatan hendak berpesta sabu. ”Berdasar informasi masyarakat, gudang itu kerap dijadikan tempat berpesta sabu-sabu,” jelas Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas kemarin (22/6).

Baca Juga :  Puluhan Ribu Warga Sampang Tak Sekolah

Berdasar itulah, petugas dengan intens menyelidiki dan memantau kegiatan tersangka. Ketika mendapat informasi dan A1, petugas tak buang-buang waktu untuk melakukan penggerebekan ke lokasi. Informasi itu benar adanya, di lokasi terdapat dua orang sedang berpesta sabu-sabu.

Bahkan, di lantai kamar gudang yang ditempati tersangka, petugas menemukan barang bukti berupa satu poket plastik klip kecil berisi sabu dengan berat kotor lebih kurang 0,34 gram. ”Mereka mengakui setelah kami lakukan interogasi,” ujar Widi.

Guna dilakukan penyidikan lebih lanjut, Syamsul Arifin dan Agus Kurniawan dijebloskan ke rumah tahanan Polres Sumenep. Mereka disangka melanggar pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) sub pasal 127 ayat (1) huruf a UU 35/2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana minimal lima tahun penjara. (jun/di/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/