alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Pelanggan Menunggak Dua Bulan, PLN Sampang Ancam Bongkar KWH Meter

SAMPANG – Masyarakat pelanggan PT PLN (Persero) Rayon Sampang  yang menunggak pembayaran tagihan listrik sebaiknya lekas dilunasi. Jika tidak, nanti bisa dikenai sanksi dan denda oleh PLN.

Septian Dwi Cahya, Supervisor Pelayanan Pelanggan dan Administrasi PT PLN (Persero) Rayon Sampang membenarkan hal tersebut. “Sebenarnya, pemberian sanksi tersebut sudah diatur di undang-undang,” ujarnya.

Menurut Septian, pelanggan yang tidak membayar tagihan listrik akan diberi sanksi administrasi dan ditindak tegas. Jika melewati batas akhir pembayaran dari tanggal 1-20 terhitung satu bulan, pelanggan akan diberi surat peringatan.

“Kalau surat peringatan diabaikan, PLN akan melakukan pemutusan sementara. Ketika melewati batas waktu 60 hari, dilakukan pemutusan permanen dan KWH meter dibongkar. Bayar tagihan plus denda jika ingin rumahnya teraliri listrik lagi” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Pembawa Lari Kotak Suara Ditangkap

Dijelaskan, jumlah pelanggan PT PLN (Persero) Rayon Sampang mencapai 21.000. Puluhan ribu pelanggan itu dari pascabayar dan prabayar. “Saya berharap masyarakat pelanggan rutin membayar setiap bulan,” harapnya.

Perlu diketahui, pembayaran tagihan listrik di Sampang banyak yang menunggak. Jumlahnya, cukup fantastis dan setiap bulan rata-rata mencapai Rp 5 miliar. Salah satu pemicu tingginya tunggakan, karena kesadaran masyarakat masih rendah. (Moh Iqbal)

SAMPANG – Masyarakat pelanggan PT PLN (Persero) Rayon Sampang  yang menunggak pembayaran tagihan listrik sebaiknya lekas dilunasi. Jika tidak, nanti bisa dikenai sanksi dan denda oleh PLN.

Septian Dwi Cahya, Supervisor Pelayanan Pelanggan dan Administrasi PT PLN (Persero) Rayon Sampang membenarkan hal tersebut. “Sebenarnya, pemberian sanksi tersebut sudah diatur di undang-undang,” ujarnya.

Menurut Septian, pelanggan yang tidak membayar tagihan listrik akan diberi sanksi administrasi dan ditindak tegas. Jika melewati batas akhir pembayaran dari tanggal 1-20 terhitung satu bulan, pelanggan akan diberi surat peringatan.


“Kalau surat peringatan diabaikan, PLN akan melakukan pemutusan sementara. Ketika melewati batas waktu 60 hari, dilakukan pemutusan permanen dan KWH meter dibongkar. Bayar tagihan plus denda jika ingin rumahnya teraliri listrik lagi” jelasnya.

Baca Juga :  Poltera Hibahkan Alat ATS ke Pesantren

Dijelaskan, jumlah pelanggan PT PLN (Persero) Rayon Sampang mencapai 21.000. Puluhan ribu pelanggan itu dari pascabayar dan prabayar. “Saya berharap masyarakat pelanggan rutin membayar setiap bulan,” harapnya.

Perlu diketahui, pembayaran tagihan listrik di Sampang banyak yang menunggak. Jumlahnya, cukup fantastis dan setiap bulan rata-rata mencapai Rp 5 miliar. Salah satu pemicu tingginya tunggakan, karena kesadaran masyarakat masih rendah. (Moh Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/