alexametrics
21.9 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Dishub Tak Anggarkan Pemeliharaan Halte

SAMPANG – Keberadaan halte di Sampang tidak mendapat perhatian pemkab. Selama ini dinas perhubungan (dishub) tidak pernah menganggarkan dana untuk pemeliharaan aset tersebut.

Data Dishub Sampang menyebutkan, halte di Kota Bahari tersebar di 14 titik. Tujuh titik di Kecamatan Sampang. Sedangkan di Kecamatan Camplong, Torjun, Tambelangan, Robatal, Katapang, dan Banyuates masing-masing satu titik. Kondisi sebagian halte sudah rusak, kotor, dan tidak layak.

Kondisi tidak hanya terjadi di halte yang sudah lama dibangun. Tetapi, halte baru juga mengalami kondisi yang sama. Selama ini, dishub sudah berupaya membangun halte di seluruh kecamatan.

Setiap wilayah minimal dibangun satu halte. Pembangunan halte ditempatkan di depan pasar, kecamatan, dan sekolah. ”Pembangunan halte terus diprogramkan. Kami ingin di seluruh kecamatan ada halte supaya masyarakat terlayani,” terang Kasi Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Sampang Heri Budianto.

Baca Juga :  Honor GTT Provinsi Rp 900 Ribu

Heri membenarkan bahwa saat ini kondisi sebagian halte di Kecamatan Sampang rusak. Bangunan mengelupas, kotor, dan tidak terawat. Misalnya, halte di Jalan Diponegoro, Syamsul Arifin, dan di depan mapolres. Juga halte di Jalan Raya Torjun.

Meski demikian, dishub tidak bisa melakukan perbaikan dan pemeliharaan halte karena tidak ada anggaran. ”Selama ini, kami belum pernah melakukan pemeliharaan karena tidak dianggarkan,” jelasnya.

Pada 2018, instansinya sudah mengajukan anggaran Rp 60 juta dalam program pemeliharaan dan perbaikan halte. Namun, pengajuan tersebut tidak disetujui oleh dewan. Program yang diprioritaskan adalah pemasangan penerangan jalan umum (PJU) dan rambu lalu lintas (lalin). ”Tahun ini kami sudah ajukan lagi untuk pemeliharaan dan perbaikan halte. Semoga tahun depan di-ACC,” harapnya.

Baca Juga :  Pelabuhan Taddan Belum Bermanfaat

Moh. Ali, tokoh masyarakat Desa Rabiyan, Kecamatan Ketapang, mengaku senang dengan pembangunan halte di wilayahnya. Halte sangat membantu masyarakat dan siswa saat menunggu angkot. Dia berharap, pemkab bisa merawat fasilitas tersebut. ”Kalau tidak begitu, khawatir halte cepat rusak. Padahal, dana pembangunan cukup besar,” kata pria 45 tahun itu. 

SAMPANG – Keberadaan halte di Sampang tidak mendapat perhatian pemkab. Selama ini dinas perhubungan (dishub) tidak pernah menganggarkan dana untuk pemeliharaan aset tersebut.

Data Dishub Sampang menyebutkan, halte di Kota Bahari tersebar di 14 titik. Tujuh titik di Kecamatan Sampang. Sedangkan di Kecamatan Camplong, Torjun, Tambelangan, Robatal, Katapang, dan Banyuates masing-masing satu titik. Kondisi sebagian halte sudah rusak, kotor, dan tidak layak.

Kondisi tidak hanya terjadi di halte yang sudah lama dibangun. Tetapi, halte baru juga mengalami kondisi yang sama. Selama ini, dishub sudah berupaya membangun halte di seluruh kecamatan.


Setiap wilayah minimal dibangun satu halte. Pembangunan halte ditempatkan di depan pasar, kecamatan, dan sekolah. ”Pembangunan halte terus diprogramkan. Kami ingin di seluruh kecamatan ada halte supaya masyarakat terlayani,” terang Kasi Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Sampang Heri Budianto.

Baca Juga :  Jelang Putusan MK, Ulama dan Tokoh Sampang Komitmen Tolak Kerusuhan

Heri membenarkan bahwa saat ini kondisi sebagian halte di Kecamatan Sampang rusak. Bangunan mengelupas, kotor, dan tidak terawat. Misalnya, halte di Jalan Diponegoro, Syamsul Arifin, dan di depan mapolres. Juga halte di Jalan Raya Torjun.

Meski demikian, dishub tidak bisa melakukan perbaikan dan pemeliharaan halte karena tidak ada anggaran. ”Selama ini, kami belum pernah melakukan pemeliharaan karena tidak dianggarkan,” jelasnya.

Pada 2018, instansinya sudah mengajukan anggaran Rp 60 juta dalam program pemeliharaan dan perbaikan halte. Namun, pengajuan tersebut tidak disetujui oleh dewan. Program yang diprioritaskan adalah pemasangan penerangan jalan umum (PJU) dan rambu lalu lintas (lalin). ”Tahun ini kami sudah ajukan lagi untuk pemeliharaan dan perbaikan halte. Semoga tahun depan di-ACC,” harapnya.

Baca Juga :  Glontorkan Rp 1,3 Triliun untuk Proyek Sodetan

Moh. Ali, tokoh masyarakat Desa Rabiyan, Kecamatan Ketapang, mengaku senang dengan pembangunan halte di wilayahnya. Halte sangat membantu masyarakat dan siswa saat menunggu angkot. Dia berharap, pemkab bisa merawat fasilitas tersebut. ”Kalau tidak begitu, khawatir halte cepat rusak. Padahal, dana pembangunan cukup besar,” kata pria 45 tahun itu. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/