alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Rokat Desa Pupuk Kekompakan Warga

SAMPANG – Ratusan warga tumplek blek di perairan Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Jumat (20/4). Mereka merayakan rokat desa. Ratusan perahu dihias mengiringi pelepasan sesajen ke laut. Kegiatan itu bertujuan memupuk kekompakan warga nelayan.

Suara ratusan mesin perahu meramaikan pelepasan sesajen. Kegiatan kali ini tidak disebut petik laut. Pemerintah desa merayakan dengan sebutan rokat desa.

Karena itu, tidak hanya diikuti nelayan. Warga satu desa juga memeriahkan pelepasan kepala sapi dan kepala kambing tersebut. Sebelum pelepasan sesajen, banyak kegiatan dilakukan. Mulai bersih-bersih taman, istighotsah, hingga hiburan ludruk.

Ratusan perahu itu dihias dengan berbagai pernak-pernik. Warna cat diperbaharui hingga dilengkapi dengan pengeras suara menambah kemeriahan. Dua kepala hewan tersebut dilepas Kade Mohammad Amin. Kemudian, warga mengarak sepanjang dua kilometer lebih.

Baca Juga :  Lestarikan Tradisi Leluhur, Ini Yang Dilakukan Nelayan Bangkalan

Sesajen kepala sapi diletakkan di sebelah barat. Mereka menyebut di Sumur Paneh Poncoh Rang Barat. Kepala kambing dilepas di batas timur Desa Dharma Camplong. Mereka menyebutnya dengan lokasi Poncoh Rang Timur. 

Jarak antarperahu sangat berdekatan. Tidak sedikit perahu berbenturan. Namun, mereka tetap kompak. ”Kita laksanakan setiap tahun. Tahun ini paling meriah dengan melibatkan perahu sangat banyak,” kata Amin.

Tradisi itu sejak dulu dipercaya untuk mendapatkan keselamatan nelayan. Mereka meyakini, setelah rokat desa, hasil tangkapan meningkat. Namun, yang terpenting adanya rokat desa itu dapat memupuk kekompakan antarwarga.

Ernawati, 37, warga desa setempat, mengaku rokat desa tahun ini paling meriah daripada tahun sebelumnya. Terutama pada pelepasan sesajen. Ratusan perahu ikut berpartisipasi. ”Peringatan ini tradisi yang selalu kami tunggu setiap tahun,” ucapnya.

Baca Juga :  Kakak Kopilot Sriwijaya Air: Mohon Doa Terbaik Buat Adik Tercinta

 

SAMPANG – Ratusan warga tumplek blek di perairan Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Jumat (20/4). Mereka merayakan rokat desa. Ratusan perahu dihias mengiringi pelepasan sesajen ke laut. Kegiatan itu bertujuan memupuk kekompakan warga nelayan.

Suara ratusan mesin perahu meramaikan pelepasan sesajen. Kegiatan kali ini tidak disebut petik laut. Pemerintah desa merayakan dengan sebutan rokat desa.

Karena itu, tidak hanya diikuti nelayan. Warga satu desa juga memeriahkan pelepasan kepala sapi dan kepala kambing tersebut. Sebelum pelepasan sesajen, banyak kegiatan dilakukan. Mulai bersih-bersih taman, istighotsah, hingga hiburan ludruk.

Ratusan perahu itu dihias dengan berbagai pernak-pernik. Warna cat diperbaharui hingga dilengkapi dengan pengeras suara menambah kemeriahan. Dua kepala hewan tersebut dilepas Kade Mohammad Amin. Kemudian, warga mengarak sepanjang dua kilometer lebih.

Baca Juga :  Haji Idi Ajak Warga Karang Penang Jaga dan Rawat Infrastruktur

Sesajen kepala sapi diletakkan di sebelah barat. Mereka menyebut di Sumur Paneh Poncoh Rang Barat. Kepala kambing dilepas di batas timur Desa Dharma Camplong. Mereka menyebutnya dengan lokasi Poncoh Rang Timur. 

Jarak antarperahu sangat berdekatan. Tidak sedikit perahu berbenturan. Namun, mereka tetap kompak. ”Kita laksanakan setiap tahun. Tahun ini paling meriah dengan melibatkan perahu sangat banyak,” kata Amin.

Tradisi itu sejak dulu dipercaya untuk mendapatkan keselamatan nelayan. Mereka meyakini, setelah rokat desa, hasil tangkapan meningkat. Namun, yang terpenting adanya rokat desa itu dapat memupuk kekompakan antarwarga.

Ernawati, 37, warga desa setempat, mengaku rokat desa tahun ini paling meriah daripada tahun sebelumnya. Terutama pada pelepasan sesajen. Ratusan perahu ikut berpartisipasi. ”Peringatan ini tradisi yang selalu kami tunggu setiap tahun,” ucapnya.

Baca Juga :  Pandangan Budayawan Syaf Anton tentang Tradisi Rokat Tase’

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/