alexametrics
21.1 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Rp 300 Juta untuk Pengembangan RTH

SAMPANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang menyiapkan anggaran Rp 300 juta dalam program pengembangan ruang terbuka hijau (RTH). Itu dilakukan karena sampai saat ini ketersediaan RTH di Kota Bahari hanya 9 persen dari target 30 persen.

Kabid Konservasi an Rehabilitasi Lingkungan DLH Sampang Imam Irawan mengatakan, luas lahan kritis di Kota Bahari mencapai 1.122 hektare. Tersebar di Kecamatan Robatal, Kedungdung, Omben, dan Karang Penang.

Dana ratusan juta tersebut akan digunakan untuk sejumlah kegiatan. Antara lain, Desa Berseri, konservasi atau penanaman pohon, kegiatan sosialisasi, pengembangan sekolah Adiwiyata, dan ongkos untuk penanaman pohon. Irawan belum bisa merinci terkait besaran anggaran di masing-masing kegiatan.

”Kami sudah menyusun konsep pelaksanaan atau realisasi program itu. Untuk kegiatan gerakan penanaman pohon akan dimulai pada Oktober 2019,” kata dia kemarin (22/1).

Baca Juga :  Akses Menuju Kota Sumenep Tak Seindah Dulu

Penanaman pohon fokus di sejumlah wilayah aliran Kali Kamoning. Jenis pohon yang akan ditanam adalah asam dan sawo. Namun sesuai dengan arahan bupati, pihaknya juga diperintahkan untuk melakukan penanaman pohon di wisata Hutan Kera Nepa, Kecamatan Banyuates; Air Terjun Toroan, Ketapang; dan  Pantai Lon Malang, Sokobanah.

 ”Kami mendapatkan bantuan 30 ribu bibit pohon dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungan (BPDAS) Provinsi Jatim. Ribuan bibit pohon itu akan ditanam di lahan seluas 16 hektare. Jadi belum memenuhi target,” paparnya.

Gerakan penanaman pohon ditujukan kepada lahan-lahan kosong dan pekarangan milik masyarakat. Itu dilakukan karena lahan pemerintah terbatas.

”Jadi tidak harus tanah pemkab. Memang butuh waktu lama, tapi kami akan bekerja keras untuk memenuhi target 30 persen itu,” janjinya.

Baca Juga :  Tiga SMA Di Sampang Ditutup! 16 SD Dipastikan Di-Regrouping

Selain membuat gerakan penanaman pohon, DLH akan menutup tanah percaton, lapangan, kuburan, dan lahan yang tidak digunakan untuk ditanami pohon. Instansinya sudah menyediakan dua ribu bibit pohon untuk ditanam.

”Semuanya akan ditutup untuk ditanami pohon agar hijau, teduh, dan rindang. Warga yang ingin mendapatkan bibit bisa mengajukan ke DLH,” teerangnya.

Selama ini, DLH berupaya memenuhi kebutuhan RTH dengan menjalankan program sekolah adiwiyata. Instansinya menargetkan semua sekolah di Kota Bahari mulai dari SD, SMP, hingga SMA harus mengikuti program adiwiyata.

SAMPANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang menyiapkan anggaran Rp 300 juta dalam program pengembangan ruang terbuka hijau (RTH). Itu dilakukan karena sampai saat ini ketersediaan RTH di Kota Bahari hanya 9 persen dari target 30 persen.

Kabid Konservasi an Rehabilitasi Lingkungan DLH Sampang Imam Irawan mengatakan, luas lahan kritis di Kota Bahari mencapai 1.122 hektare. Tersebar di Kecamatan Robatal, Kedungdung, Omben, dan Karang Penang.

Dana ratusan juta tersebut akan digunakan untuk sejumlah kegiatan. Antara lain, Desa Berseri, konservasi atau penanaman pohon, kegiatan sosialisasi, pengembangan sekolah Adiwiyata, dan ongkos untuk penanaman pohon. Irawan belum bisa merinci terkait besaran anggaran di masing-masing kegiatan.


”Kami sudah menyusun konsep pelaksanaan atau realisasi program itu. Untuk kegiatan gerakan penanaman pohon akan dimulai pada Oktober 2019,” kata dia kemarin (22/1).

Baca Juga :  12 Lembaga Belum Cairkan Dana BOS TA 2019

Penanaman pohon fokus di sejumlah wilayah aliran Kali Kamoning. Jenis pohon yang akan ditanam adalah asam dan sawo. Namun sesuai dengan arahan bupati, pihaknya juga diperintahkan untuk melakukan penanaman pohon di wisata Hutan Kera Nepa, Kecamatan Banyuates; Air Terjun Toroan, Ketapang; dan  Pantai Lon Malang, Sokobanah.

 ”Kami mendapatkan bantuan 30 ribu bibit pohon dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungan (BPDAS) Provinsi Jatim. Ribuan bibit pohon itu akan ditanam di lahan seluas 16 hektare. Jadi belum memenuhi target,” paparnya.

Gerakan penanaman pohon ditujukan kepada lahan-lahan kosong dan pekarangan milik masyarakat. Itu dilakukan karena lahan pemerintah terbatas.

”Jadi tidak harus tanah pemkab. Memang butuh waktu lama, tapi kami akan bekerja keras untuk memenuhi target 30 persen itu,” janjinya.

Baca Juga :  Belanja Bidang Pendidikan-Kesehatan Harus Tepat

Selain membuat gerakan penanaman pohon, DLH akan menutup tanah percaton, lapangan, kuburan, dan lahan yang tidak digunakan untuk ditanami pohon. Instansinya sudah menyediakan dua ribu bibit pohon untuk ditanam.

”Semuanya akan ditutup untuk ditanami pohon agar hijau, teduh, dan rindang. Warga yang ingin mendapatkan bibit bisa mengajukan ke DLH,” teerangnya.

Selama ini, DLH berupaya memenuhi kebutuhan RTH dengan menjalankan program sekolah adiwiyata. Instansinya menargetkan semua sekolah di Kota Bahari mulai dari SD, SMP, hingga SMA harus mengikuti program adiwiyata.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/