alexametrics
20.1 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Empat Pencuri Aki Tower Diringkus

SAMPANG – Pengungkapan kasus kriminal di wilayah hukum Polres Sampang terus ditingkatkan. Terbaru, polres berhasil membekuk empat pencuri aki atau baterai tower yang kerap beraksi di wilayah Sampang.

Yaitu, Moh. Agus Riyanto, 32; Syahrul Romadhon, 20; dan Depto Noerhadiyansah, 29. Ketiganya merupakan warga Jalan Kerinci, Kelurahan Rongtengah, Kota Sampang. Pencuri aki lainnya yakni Subaidi, 34, warga Jalan Pemuda Baru, Kelurahan Rongtengah, Kota Sampang.

Keempatnya berhasil ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang setelah melakukan aksi di salah satu tower di Desa Rabasan, Kecamatan Omben, Sampang. Tower tersebut milik PT Huawei Service.

Diketahui, Moh. Agus Riyanto merupakan mantan karyawan PT Huawei Service sejak 2016. Namun pada Desember 2018, dia sudah tidak bekerja lagi. Pengalaman tersangka selama bekerja di perusahaan tersebut menjadi ilmu yang ampuh dalam melancarkan aksi kejahatannya.

Modus yang digunakan tersangka ketika akan mencuri baterai tower adalah secara terang-terangan. Yaitu, meminta kunci kepada penjaga tower yang rumahnya di sekitar lokasi.

Saat meminta kunci, tersangka mengaku masih bekerja di perusahaan tower tersebut. Alasannya, tersangka akan melakukan pemeriksaan dan pengecekan rutin terhadap peralatan tower.

Baca Juga :  Kendaraan Dinas Tak Boleh Dipakai Liburan

Padahal, tersangka sebenarnya ingin mencuri baterai tower tersebut. Berawal pada 10 Januari 2019, petugas pengecekan tower di Desa Rabasan terkejut ketika masuk ke area tower dan melihat baterai tidak ada.

Petugas lalu menanyakan kepada penjaga tower. Ternyata pada Rabu (9/1) tersangka Moh. Agus Riyanto meminjam kunci pagar tower. Esok harinya, Kamis (10/1), petugas pengecekan berpesan kepada penjaga supaya jika ada tersangka meminjam kembali kunci hendaknya diberikan dengan catatan direkam video.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menyatakan, pihaknya berhasil mengamankan empat tersangka di salah satu rumah warga di Kecamatan Kedungdung. Menurut dia, keempat tersangka baru selesai mencuri tower di wilayah Kecamatan Omben.

”Keempatnya ini kami tangkap di salah satu rumah temannya. Sebenarnya lima orang, tapi satu berhasil melarikan diri,” katanya kemarin (22/1).

Dia menjelaskan, aksi pencurian selalu berjalan mulus. Sebab, satu orang di antara empat tersangka merupakan mantan karyawan PT Huawei Service. ”Mantan karyawan ini yang menjadi ketuanya. Dia sangat tahu cara mencopot baterai tower,” ujarnya.

Baca Juga :  Bank Sampang Buka Kantor Kas di Mandangin

Polisi mengejar seorang tersangka yang melarikan diri. Menurut dia, total komplotan pencuri aki tower itu lima orang.

Empat tersangka diancam pasal 363 ayat 1 ke-4e dan 5e KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Perlu diketahui, laporan yang masuk Polres Sampang mengenai aksi pencurian baterai tower tersebut pada 19 Januari 2019.

Moh. Agus Riyanto saat rilis mengaku nekat mencuri baterai tower karena faktor ekonomi. Menurut dia, hasil curian dijual kepada salah seorang pembeli di Jalan Manggis, Kota Sampang. ”Buat makan, rokok, dan kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Dia mengatakan, tembaga baterai yang dicuri dijual satu kilogram seharga Rp 25 ribu. Menurut dia, dalam satu kotak baterai bisa mencapai 25 kilogram tembaga. ”Uangnya kami bagi rata. Sekali mencuri bisa lebih dari satu juta hasilnya,” ujar dia.  

SAMPANG – Pengungkapan kasus kriminal di wilayah hukum Polres Sampang terus ditingkatkan. Terbaru, polres berhasil membekuk empat pencuri aki atau baterai tower yang kerap beraksi di wilayah Sampang.

Yaitu, Moh. Agus Riyanto, 32; Syahrul Romadhon, 20; dan Depto Noerhadiyansah, 29. Ketiganya merupakan warga Jalan Kerinci, Kelurahan Rongtengah, Kota Sampang. Pencuri aki lainnya yakni Subaidi, 34, warga Jalan Pemuda Baru, Kelurahan Rongtengah, Kota Sampang.

Keempatnya berhasil ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang setelah melakukan aksi di salah satu tower di Desa Rabasan, Kecamatan Omben, Sampang. Tower tersebut milik PT Huawei Service.


Diketahui, Moh. Agus Riyanto merupakan mantan karyawan PT Huawei Service sejak 2016. Namun pada Desember 2018, dia sudah tidak bekerja lagi. Pengalaman tersangka selama bekerja di perusahaan tersebut menjadi ilmu yang ampuh dalam melancarkan aksi kejahatannya.

Modus yang digunakan tersangka ketika akan mencuri baterai tower adalah secara terang-terangan. Yaitu, meminta kunci kepada penjaga tower yang rumahnya di sekitar lokasi.

Saat meminta kunci, tersangka mengaku masih bekerja di perusahaan tower tersebut. Alasannya, tersangka akan melakukan pemeriksaan dan pengecekan rutin terhadap peralatan tower.

Baca Juga :  DPRKP Siap Realisasikan Program Unggulan Bupati

Padahal, tersangka sebenarnya ingin mencuri baterai tower tersebut. Berawal pada 10 Januari 2019, petugas pengecekan tower di Desa Rabasan terkejut ketika masuk ke area tower dan melihat baterai tidak ada.

Petugas lalu menanyakan kepada penjaga tower. Ternyata pada Rabu (9/1) tersangka Moh. Agus Riyanto meminjam kunci pagar tower. Esok harinya, Kamis (10/1), petugas pengecekan berpesan kepada penjaga supaya jika ada tersangka meminjam kembali kunci hendaknya diberikan dengan catatan direkam video.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menyatakan, pihaknya berhasil mengamankan empat tersangka di salah satu rumah warga di Kecamatan Kedungdung. Menurut dia, keempat tersangka baru selesai mencuri tower di wilayah Kecamatan Omben.

”Keempatnya ini kami tangkap di salah satu rumah temannya. Sebenarnya lima orang, tapi satu berhasil melarikan diri,” katanya kemarin (22/1).

Dia menjelaskan, aksi pencurian selalu berjalan mulus. Sebab, satu orang di antara empat tersangka merupakan mantan karyawan PT Huawei Service. ”Mantan karyawan ini yang menjadi ketuanya. Dia sangat tahu cara mencopot baterai tower,” ujarnya.

Baca Juga :  Kendaraan Dinas Tak Boleh Dipakai Liburan

Polisi mengejar seorang tersangka yang melarikan diri. Menurut dia, total komplotan pencuri aki tower itu lima orang.

Empat tersangka diancam pasal 363 ayat 1 ke-4e dan 5e KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Perlu diketahui, laporan yang masuk Polres Sampang mengenai aksi pencurian baterai tower tersebut pada 19 Januari 2019.

Moh. Agus Riyanto saat rilis mengaku nekat mencuri baterai tower karena faktor ekonomi. Menurut dia, hasil curian dijual kepada salah seorang pembeli di Jalan Manggis, Kota Sampang. ”Buat makan, rokok, dan kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Dia mengatakan, tembaga baterai yang dicuri dijual satu kilogram seharga Rp 25 ribu. Menurut dia, dalam satu kotak baterai bisa mencapai 25 kilogram tembaga. ”Uangnya kami bagi rata. Sekali mencuri bisa lebih dari satu juta hasilnya,” ujar dia.  

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/