alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

DLH Punya Utang Puluhan Juta ke Bengkel

SAMPANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang bisa tidak maksimal menyiram tanaman dan mengangkut sampah. Sebab, tiga unit mobil operasional milik DLH disita pihak bengkel Baruna Motor Senin (22/1).

Alasan penyitaan mobil tersebut karena DLH belum melunasi tunggakan biaya perbaikan kendaraan sejak Oktober–Desember 2017. Mobil yang disita yaitu dua unit tangki air dan satu pikap pengangkut sampah. Total utang yang harus dibayar DLH Rp 32.965.000.

Asnawi, pemilik bengkel Baruna Motor, menyatakan, sejak 2013 pihaknya sudah menjalin kerja sama dan membuat nota kesepakatan dengan DLH Sampang terkait pemeliharaan kendaraan operasional. Setiap bulan minimal lima unit mobil masuk ke bengkel untuk pengecekan kondisi mesin, tune-up, ataupun perbaikan.

”Yang diperbaiki di sini truk pengangkut sampah, mobil tangki air, dan penyedot tinja. Tiap kali perbaikan minimal menghabiskan biaya Rp 1,5 juta,” ungkapnya.

Baca Juga :  Temukan Bayi Laki-laki Di Semak Blukar

Dia mengaku tidak pernah berkeinginan menyita mobil operasional tersebut karena akan berdampak terhadap kinerja DLH. Namun, penyitaan sangat terpaksa dilakukan karena setiap ditagih, DLH mengaku anggaran sudah habis.

”Kesabaran kami hilang setelah tahu mulai Oktober hingga Desember 2017 pemeliharaan dan perbaikan kendaraan DLH dilakukan di bengkel lain. DLH menghianati perjanjian kerja sama dengan kami,” bebernya.

Dengan tegas dia menyatakan tidak akan menyerahkan mobil tersebut kepada DLH sebelum semua utang dilunasi. ”Mungkin bagi pemkab uang segitu sedikit. Tetapi, bagi saya itu sangat besar untuk keberlangsungan usaha. Kalau sampai akhir bulan ini tidak juga dibayar, saya akan melapor kepada bupati,” ancamnya.

Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Sampang Akh. Syarifuddin tidak mau memberikan penjelasan mengenai mobil yang ditahan bengkel itu. Dia mengaku hanya bertanggung jawab menjaga kebersihan kota dari sampah.

Baca Juga :  DLH Usulkan Pembentukan Polisi Taman

Plt Kepala DLH Sampang Misdi belum bisa dimintai penjelasan terkait persoalan tersebut. Kemarin dia tidak ada di ruang kerjanya. Saat dihubungi, telepon yang biasa dipakai tidak aktif.

Sementara itu, Bupati Sampang Fadhilah Budiono memastikan, biaya pemeliharaan atau perbaikan kendaraan dinas sudah dianggarkan. Dia menegaskan, tidak dibenarkan dinas menunggak ongkos perbaikan kendaraan.

Dia meminta seluruh OPD menggunakan anggaran dengan baik. ”Ini tidak benar. Nanti saya tindak lanjuti karena sudah ada anggarannya,” tegas bupati.

- Advertisement -

SAMPANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang bisa tidak maksimal menyiram tanaman dan mengangkut sampah. Sebab, tiga unit mobil operasional milik DLH disita pihak bengkel Baruna Motor Senin (22/1).

Alasan penyitaan mobil tersebut karena DLH belum melunasi tunggakan biaya perbaikan kendaraan sejak Oktober–Desember 2017. Mobil yang disita yaitu dua unit tangki air dan satu pikap pengangkut sampah. Total utang yang harus dibayar DLH Rp 32.965.000.

Asnawi, pemilik bengkel Baruna Motor, menyatakan, sejak 2013 pihaknya sudah menjalin kerja sama dan membuat nota kesepakatan dengan DLH Sampang terkait pemeliharaan kendaraan operasional. Setiap bulan minimal lima unit mobil masuk ke bengkel untuk pengecekan kondisi mesin, tune-up, ataupun perbaikan.


”Yang diperbaiki di sini truk pengangkut sampah, mobil tangki air, dan penyedot tinja. Tiap kali perbaikan minimal menghabiskan biaya Rp 1,5 juta,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ratusan Lahan Pemkab Rawan Disengketakan

Dia mengaku tidak pernah berkeinginan menyita mobil operasional tersebut karena akan berdampak terhadap kinerja DLH. Namun, penyitaan sangat terpaksa dilakukan karena setiap ditagih, DLH mengaku anggaran sudah habis.

”Kesabaran kami hilang setelah tahu mulai Oktober hingga Desember 2017 pemeliharaan dan perbaikan kendaraan DLH dilakukan di bengkel lain. DLH menghianati perjanjian kerja sama dengan kami,” bebernya.

Dengan tegas dia menyatakan tidak akan menyerahkan mobil tersebut kepada DLH sebelum semua utang dilunasi. ”Mungkin bagi pemkab uang segitu sedikit. Tetapi, bagi saya itu sangat besar untuk keberlangsungan usaha. Kalau sampai akhir bulan ini tidak juga dibayar, saya akan melapor kepada bupati,” ancamnya.

Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Sampang Akh. Syarifuddin tidak mau memberikan penjelasan mengenai mobil yang ditahan bengkel itu. Dia mengaku hanya bertanggung jawab menjaga kebersihan kota dari sampah.

Baca Juga :  DLH Usulkan Pembentukan Polisi Taman

Plt Kepala DLH Sampang Misdi belum bisa dimintai penjelasan terkait persoalan tersebut. Kemarin dia tidak ada di ruang kerjanya. Saat dihubungi, telepon yang biasa dipakai tidak aktif.

Sementara itu, Bupati Sampang Fadhilah Budiono memastikan, biaya pemeliharaan atau perbaikan kendaraan dinas sudah dianggarkan. Dia menegaskan, tidak dibenarkan dinas menunggak ongkos perbaikan kendaraan.

Dia meminta seluruh OPD menggunakan anggaran dengan baik. ”Ini tidak benar. Nanti saya tindak lanjuti karena sudah ada anggarannya,” tegas bupati.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/