alexametrics
24.8 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Rencana Pembangunan Pasar Ikan Belum Ada Tindak Lanjut

SAMPANG – Empat hari yang lau, Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses masa persidangan I tahun sidang 2019–2020 di Kabupaten Sampang. Rombongan wakil rakyat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi H. Hasan Aminuddin berjanji akan membangun pasar ikan di Desa Dharma Tanjung.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Pengelolaan Pasar Disperdagprin Sampang Sapta N. Ramlan. Pihaknya menyambut baik rencana tersebut. Sayang, hingga kemarin (21/12) tidak ada tindak lanjut dari rencana tersebut. ”Setelah rapat kunjungan tidak ada tindak lanjut. Sampai sekarang belum ada kejelasan,” katanya kemarin.

Sapta menjelaskan, setelah kunker, pihaknya ditemui oleh perwakilan dari Direktorat Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan. Direncanakan, rombongan akan menyurvei lokasi. Namun, hal itu hanya sebatas angin lewat yang hilang begitu saja. Bahkan, upaya komunikasi dengan saluran telepon tidak membuahkan hasil. ”Setelah itu tidak ada kontak lagi dengan kami,” ungkapnya.

Baca Juga :  Puluhan Gakin Sampang Tunggu Kepastian RTLH

Menurutnya, pembangunan pasar ikan di desa tersebut membutuhkan banyak tahapan. Pasalnya, lahan yang ditempati pasar tersebut sertifikat bukan atas nama pemerintah daerah. Selain itu, lokasinya terlalu sempit karena berada di sekitar permukiman warga. ”Kalau untuk sertifikat, masih dianggarkan tahun depan dari BPKAD,” tuturnya.

Sebelumnya, H. Hasan Aminuddin, M.Si. menyampaikan, pihaknya akan membangun pasar ikan. Dengan begitu, pasar tersebut lebih sehat dan bersih. Pasar itu nanti akan dikonsep seperti pasar ikan di Thailand. Saking bersihnya, di pasar tersebut sulit untuk menemukan lalat. (bil)

SAMPANG – Empat hari yang lau, Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses masa persidangan I tahun sidang 2019–2020 di Kabupaten Sampang. Rombongan wakil rakyat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi H. Hasan Aminuddin berjanji akan membangun pasar ikan di Desa Dharma Tanjung.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Pengelolaan Pasar Disperdagprin Sampang Sapta N. Ramlan. Pihaknya menyambut baik rencana tersebut. Sayang, hingga kemarin (21/12) tidak ada tindak lanjut dari rencana tersebut. ”Setelah rapat kunjungan tidak ada tindak lanjut. Sampai sekarang belum ada kejelasan,” katanya kemarin.

Sapta menjelaskan, setelah kunker, pihaknya ditemui oleh perwakilan dari Direktorat Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan. Direncanakan, rombongan akan menyurvei lokasi. Namun, hal itu hanya sebatas angin lewat yang hilang begitu saja. Bahkan, upaya komunikasi dengan saluran telepon tidak membuahkan hasil. ”Setelah itu tidak ada kontak lagi dengan kami,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perbaikan Gedung SDN Pajeruan 4 Sulit

Menurutnya, pembangunan pasar ikan di desa tersebut membutuhkan banyak tahapan. Pasalnya, lahan yang ditempati pasar tersebut sertifikat bukan atas nama pemerintah daerah. Selain itu, lokasinya terlalu sempit karena berada di sekitar permukiman warga. ”Kalau untuk sertifikat, masih dianggarkan tahun depan dari BPKAD,” tuturnya.

Sebelumnya, H. Hasan Aminuddin, M.Si. menyampaikan, pihaknya akan membangun pasar ikan. Dengan begitu, pasar tersebut lebih sehat dan bersih. Pasar itu nanti akan dikonsep seperti pasar ikan di Thailand. Saking bersihnya, di pasar tersebut sulit untuk menemukan lalat. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Ketupat Jumbo Pikat Wisatawan

Ratusan Surat Suara Caleg Rusak

AMC, Toko Buku Terlengkap di Pamekasan

Artikel Terbaru

/