alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Pertanyakan Dana Rp 8,3 M untuk Normalisasi Sungai

SAMPANG – Normalisasi Sungai Kamoning belum tergarap hingga Selasa (21/11). Kondisi tersebut mendapat respons keras Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir. Dia mendesak normalisasi segera dilaksanakan.

”Saat ini sudah memasuki akhir tahun. Semua pengerjaan kami minta segera diselesaikan. Terutama normalisasi Sungai Kamoning,” desak Nasir kemarin.

Politikus asal Kecamatan Omben itu mengatakan, salah satu penyebab banjir di Sampang karena endapan sungai kian tinggi. Nasir mendukung jika pemerintah melakukan berbagai macam cara mengatasi banjir tahunan di Sampang.

”Salah satunya normalisasi, karena sangat penting. Makanya kami minta normalisasi yang dianggarkan tahun ini harus terealisasi,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sampang Tony Moerdiwanto mengaku akan mengumpulkan tim dalam waktu dekat untuk membahas langkah-langkah selanjutnya. ”Kami sebelumnya sudah melakukan pengukuran di sepanjang Sungai Kamoning. Data hasil pengukuran akan dibahas,” ujarnya.

Baca Juga :  Kalah Lelang, Rekanan Ajukan Sengketa ke PTUN

”Normalisasi akan berlangsung tahun ini. Setelah pengukuran, baru normalisasi akan digelar,” imbuhnya.

Tony akan mengantisipasi permasalahan sekecil apa pun. Sebab, dia tidak menginginkan ketika pelaksanaan ada kendala di lapangan. ”Dana Rp 8 miliar untuk tahun ini. Rencananya akan dilaksanakan akhir November,” janjinya.

Di tempat terpisah, Wahyu Setianto selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Pusat memilih irit bicara. ”Belum ada kegiatan lain. Hanya koordinasi ke lurah-lurah,” ucapnya melalui pesan singkat.

SAMPANG – Normalisasi Sungai Kamoning belum tergarap hingga Selasa (21/11). Kondisi tersebut mendapat respons keras Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir. Dia mendesak normalisasi segera dilaksanakan.

”Saat ini sudah memasuki akhir tahun. Semua pengerjaan kami minta segera diselesaikan. Terutama normalisasi Sungai Kamoning,” desak Nasir kemarin.

Politikus asal Kecamatan Omben itu mengatakan, salah satu penyebab banjir di Sampang karena endapan sungai kian tinggi. Nasir mendukung jika pemerintah melakukan berbagai macam cara mengatasi banjir tahunan di Sampang.


”Salah satunya normalisasi, karena sangat penting. Makanya kami minta normalisasi yang dianggarkan tahun ini harus terealisasi,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sampang Tony Moerdiwanto mengaku akan mengumpulkan tim dalam waktu dekat untuk membahas langkah-langkah selanjutnya. ”Kami sebelumnya sudah melakukan pengukuran di sepanjang Sungai Kamoning. Data hasil pengukuran akan dibahas,” ujarnya.

Baca Juga :  Klaim Progres Proyek Kejari Sesuai Skedul

”Normalisasi akan berlangsung tahun ini. Setelah pengukuran, baru normalisasi akan digelar,” imbuhnya.

Tony akan mengantisipasi permasalahan sekecil apa pun. Sebab, dia tidak menginginkan ketika pelaksanaan ada kendala di lapangan. ”Dana Rp 8 miliar untuk tahun ini. Rencananya akan dilaksanakan akhir November,” janjinya.

Di tempat terpisah, Wahyu Setianto selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Pusat memilih irit bicara. ”Belum ada kegiatan lain. Hanya koordinasi ke lurah-lurah,” ucapnya melalui pesan singkat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/