alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Mengikuti Petugas Melakukan Razia Miras dan Siswa Bolos Sekolah

SAMPANG – Petugas gabungan dari Satpol PP dan Polres Sampang menggelar razia minuman keras (miras) Selasa (21/11). Razia itu menindaklanjuti laporan masyarakat tentang warung yang menjual miras. Namun sayang, razia nilih temuan.

Mula-mula petugas mendatangi sebuah toko di Kecamatan/Kota Sampang yang menjual minuman. Di toko tersebut petugas memeriksa dua ruangan tempat penyimpanan minuman. Yakni, ruangan di lantai dasar dan lantai atas. Hasilnya, tidak ditemukan minuman miras di toko itu.

Petugas melanjutkan penyisiran ke sejumlah lokasi yang sering menjadi tempat siswa bolos sekolah. Di antaranya, Gua Lebar, Taman Wiyata Bahari, terminal, warnet, dan rental PS. Hasilnya, petugas tidak menemukan pelajar yang bolos sekolah.

Baca Juga :  Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Marak, Ini Harapan Ketua Dewan

Kasi Pencegahan Operasional dan Trantibum Satpol PP Sampang Syamsul Mutamam mengatakan, razia dilakukan karena ditengarai ada toko yang menjual miras. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih kurang 25 menit, tidak ditemukan barang bukti miras.

”Kenapa kami langsung mengarah ke toko tersebut, karena sebelumnya kami melakukan penertiban sejumlah warung di terminal yang menjual miras. Dari pengakuan pemilik warung, mereka membeli miras di toko itu,” ungkapnya.

”Pemilik toko mengaku sudah lama berhenti menjual miras. Tapi, kami bersama tim akan terus melakukan pengawasan terhadap toko itu,” imbuh Syamsul.

Razia tersebut bersifat penekanan terhadap peredaran miras di Sampang. Untuk membersihkan penyakit masyarakat (pekat) tersebut tidak mudah. Perlu ada koordinasi dan sinergitas di lintas sektor agar pemberantasan miras lebih maksimal.

Baca Juga :  Dinsos-Satpol PP Kewalahan Hadapi Anjal

”Kami berupaya menekan semua yang berkaitan dengan pekat. Termasuk kenakalan remaja. Tapi, kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dari pihak keamanan dan instansi terkait lainnya, termasuk tokoh masyarakat,” ujarnya.

Untuk menekan kenakalan remaja, satpol PP mengajak pihak sekolah untuk aktif mengawasi serta memberikan pendidikan moral dan dan karakter kepada siswa. Tujuannya, agar anak didik tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan.

 ”Razia siswa bolos juga nihil temuan. Kami hanya mengarahkan sepeda motor siswa yang parkir di luar untuk dipindah ke halaman sekolah,” pungkasnya.

SAMPANG – Petugas gabungan dari Satpol PP dan Polres Sampang menggelar razia minuman keras (miras) Selasa (21/11). Razia itu menindaklanjuti laporan masyarakat tentang warung yang menjual miras. Namun sayang, razia nilih temuan.

Mula-mula petugas mendatangi sebuah toko di Kecamatan/Kota Sampang yang menjual minuman. Di toko tersebut petugas memeriksa dua ruangan tempat penyimpanan minuman. Yakni, ruangan di lantai dasar dan lantai atas. Hasilnya, tidak ditemukan minuman miras di toko itu.

Petugas melanjutkan penyisiran ke sejumlah lokasi yang sering menjadi tempat siswa bolos sekolah. Di antaranya, Gua Lebar, Taman Wiyata Bahari, terminal, warnet, dan rental PS. Hasilnya, petugas tidak menemukan pelajar yang bolos sekolah.

Baca Juga :  Dinsos-Satpol PP Kewalahan Hadapi Anjal

Kasi Pencegahan Operasional dan Trantibum Satpol PP Sampang Syamsul Mutamam mengatakan, razia dilakukan karena ditengarai ada toko yang menjual miras. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih kurang 25 menit, tidak ditemukan barang bukti miras.

”Kenapa kami langsung mengarah ke toko tersebut, karena sebelumnya kami melakukan penertiban sejumlah warung di terminal yang menjual miras. Dari pengakuan pemilik warung, mereka membeli miras di toko itu,” ungkapnya.

”Pemilik toko mengaku sudah lama berhenti menjual miras. Tapi, kami bersama tim akan terus melakukan pengawasan terhadap toko itu,” imbuh Syamsul.

Razia tersebut bersifat penekanan terhadap peredaran miras di Sampang. Untuk membersihkan penyakit masyarakat (pekat) tersebut tidak mudah. Perlu ada koordinasi dan sinergitas di lintas sektor agar pemberantasan miras lebih maksimal.

Baca Juga :  Dinkes Sampang Tekan Frambusia dan Kusta

”Kami berupaya menekan semua yang berkaitan dengan pekat. Termasuk kenakalan remaja. Tapi, kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dari pihak keamanan dan instansi terkait lainnya, termasuk tokoh masyarakat,” ujarnya.

Untuk menekan kenakalan remaja, satpol PP mengajak pihak sekolah untuk aktif mengawasi serta memberikan pendidikan moral dan dan karakter kepada siswa. Tujuannya, agar anak didik tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan.

 ”Razia siswa bolos juga nihil temuan. Kami hanya mengarahkan sepeda motor siswa yang parkir di luar untuk dipindah ke halaman sekolah,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/