alexametrics
19 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Peringati Hari Santri, Layanan SIM Masuk Pesantren

SAMPANG – Satlantas Polres Sampang mengadakan layanan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) bagi santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Assirojiyah, Kajuk, Sabtu 21/10). Layanan tersebut disambut antusiasme oleh santri. Sedikitnya 50 santri mengikuti program inovasi satlantas itu.

Kasatlantas Polres Sampang AKP Musa Bakhtiar mengungkapkan, layanan SIM masuk pesantren dilaksanakan sesuai dengan perintah Kapolres. Tujuannya, memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2017.

Juga, merupakan salah satu upaya memberikan pemahaman akan pentingnya memiliki SIM sebagai salah satu kelengkapan berkendara kepada santri. Layanan itu diharapkan mudah dijangkau santri yang ingin membuat SIM. Santri tidak perlu datang ke kantor satlantas untuk mengikuti uji teori dan praktik membuat SIM.

Baca Juga :  Peringati HSN, Ratusan Santri di Bangkalan Ikuti Apel Akbar

”Ini salah satu upaya kami untuk lebih dekat dengan masyarakat dan santri. Yakni pelayanan jemput bola. Ada 50 santri yang mendaftar. Tapi hanya 26 orang yang bisa ikut karena sudah memenuhi persayaratan administrasi, kesehatan, dan umur,” katanya.

Mantan Kasatlantas Polres Sumenep itu menjelaskan, pihaknya mengajak santri menjadi pelopor tertib lalu lintas dan peduli terhadap keselamatan lalu lintas. Selain mempunyai SIM, santri juga harus memerhatikan kelengkapan berkendara. Salah satunya menggunakan helm.

Dia berharap, santri taat tata tertib lalu lintas. Terutama dalam penggunaan helm saat berkendara. Menurutnya, selama ini santri masih cenderung menggunakan kopiah atau songkok. Padahal, benda tersebut tidak bisa menjadi pelindung kepala saat pengendara mengalami kecelakaan.

Baca Juga :  Kepala Kemenag Pamekasan Akui Santri Adalah Aset Bangsa

”Kami sudah sampaikan kepada santri dalam penggunaan helm tidak ada batasan. Baik mau ke masjid atau ke tempat lain. Sebab, helm adalah alat keselamatan atau pelindung kepala apabila mengalami kecelakaan,” ujarnya.

Abd. Wafi, ketua Pengurus Ponpes Assirojiyah, Kajuk, menyambut baik dan berterima kasih kepada Satlantas Polres Sampang. Sebab, Ponpes Assirojiyah dipilih sebagai lokasi pelaksanaan layanan SIM masuk pesantren.

Dia berharap program tersebut bisa menjadi agenda rutin karena sangat membantu santri dalam mengurus SIM. ”Selama ini santri masih terkendala waktu untuk membuat SIM. Jadi program ini sangat membantu dan bermanfaat,” tandasnya.

SAMPANG – Satlantas Polres Sampang mengadakan layanan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) bagi santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Assirojiyah, Kajuk, Sabtu 21/10). Layanan tersebut disambut antusiasme oleh santri. Sedikitnya 50 santri mengikuti program inovasi satlantas itu.

Kasatlantas Polres Sampang AKP Musa Bakhtiar mengungkapkan, layanan SIM masuk pesantren dilaksanakan sesuai dengan perintah Kapolres. Tujuannya, memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2017.

Juga, merupakan salah satu upaya memberikan pemahaman akan pentingnya memiliki SIM sebagai salah satu kelengkapan berkendara kepada santri. Layanan itu diharapkan mudah dijangkau santri yang ingin membuat SIM. Santri tidak perlu datang ke kantor satlantas untuk mengikuti uji teori dan praktik membuat SIM.

Baca Juga :  Bupati Sidak Lima Pompa Banjir

”Ini salah satu upaya kami untuk lebih dekat dengan masyarakat dan santri. Yakni pelayanan jemput bola. Ada 50 santri yang mendaftar. Tapi hanya 26 orang yang bisa ikut karena sudah memenuhi persayaratan administrasi, kesehatan, dan umur,” katanya.

Mantan Kasatlantas Polres Sumenep itu menjelaskan, pihaknya mengajak santri menjadi pelopor tertib lalu lintas dan peduli terhadap keselamatan lalu lintas. Selain mempunyai SIM, santri juga harus memerhatikan kelengkapan berkendara. Salah satunya menggunakan helm.

Dia berharap, santri taat tata tertib lalu lintas. Terutama dalam penggunaan helm saat berkendara. Menurutnya, selama ini santri masih cenderung menggunakan kopiah atau songkok. Padahal, benda tersebut tidak bisa menjadi pelindung kepala saat pengendara mengalami kecelakaan.

Baca Juga :  Merayakan Hari Santri, Menjaga Keutuhan NKRI

”Kami sudah sampaikan kepada santri dalam penggunaan helm tidak ada batasan. Baik mau ke masjid atau ke tempat lain. Sebab, helm adalah alat keselamatan atau pelindung kepala apabila mengalami kecelakaan,” ujarnya.

Abd. Wafi, ketua Pengurus Ponpes Assirojiyah, Kajuk, menyambut baik dan berterima kasih kepada Satlantas Polres Sampang. Sebab, Ponpes Assirojiyah dipilih sebagai lokasi pelaksanaan layanan SIM masuk pesantren.

Dia berharap program tersebut bisa menjadi agenda rutin karena sangat membantu santri dalam mengurus SIM. ”Selama ini santri masih terkendala waktu untuk membuat SIM. Jadi program ini sangat membantu dan bermanfaat,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Dorong Bidan Kian Profesional

Dititipi Anak Malah Dicabuli

Kepedulian Berbahasa Madura Rendah

Artikel Terbaru

/