alexametrics
19.7 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Syahbandar Nilai Perlu Jalan Lingkar Pelabuhan

SAMPANG – Pelabuhan Taddan, Kecamatan Camplong, berada di titik yang sangat strategis. Pelabuhan tersebut persis berada di pinggir jalan raya nasional. Tak pelak, lalu-lalang kendaraan selalu melintas di depan pelabuhan tersebut.

Pantauan RadarMadura.id, di depan Pelabuhan Taddan tak pernah sepi kendaraan bermotor kemarin (21/9). Baik kendaraan roda dua, roda tiga, ataupun roda empat. Termasuk, bus antarkota dan antarprovinsi setiap hari melintasi jalan tersebut.

Ramainya kendaraan di depan pelabuhan itu pun dikhawatirkan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Branta Edi Kuswanto. Menurut dia, jika pelabuhan beroperasi penuh, khawatir sering terjadi kemacetan di depan pelabuhan. Lebih-lebih jalan tersebut merupakan akses utama jalur selatan Pulau Madura.

Baca Juga :  Berswafoto, Pengunjung Asela Jatuh ke Laut

Karena itu, perlu solusi alternatif. Salah satunya dengan pembangunan jalan lingkar pelabuhan. ”Ke depan kalau sudah beroperasi, harus ada jalan lingkar. Itu sudah menjadi konsep bersama. Jalan yang di depan pelabuhan itu khusus yang masuk pelabuhan,” katanya.

Yang perlu dialihkan, menurut Edi, bukan akses ke pelabuhan, melainkan akses nasional. Jalan yang ada saat ini tetap menjadi akses menuju pelabuhan. Jalan nasional perlu dibangun lagi agak masuk ke utara.

”Jalan nasional itu mungkin agak melingkar sehingga tidak mengganggu jalan yang ke pelabuhan,” paparnya.

”Kalau sekarang ada kendaraan lewat harus distop dulu. Kalau aktivitas mulai padat kan tidak mungkin dilakukan penyetopan terus-menerus. Bisa-bisa macet di situ,” tambahnya.

Baca Juga :  Mayoritas Perusahaan Melanggar

Ditanya siapa yang akan membangun jalan lingkar tersebut? Menurut dia, hal itu menjadi wewenang pemerintah kabupaten. Pembebasan lahannya juga menjadi tanggung jawab Pemkab Sampang.

”Saya ingin bersinergi menyiapkan semuanya dari pemerintah daerah. Kami menyiapkan dari sisi lautnya. Dari sisi darat kabupaten lah,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sampang Hasan Mustofa mengaku tidak bisa langsung membangun jalan lingkar tanpa kajian terlebih dahulu. Karena jalan lingkar itu lebih kepada kepentingan pelabuhan, pihaknya menunggu kajian dari KUPP. Konsep pembangunannya seperti apa, pihaknya pasrah kepada KUPP.

”Kalau pembangunan fisiknya, bisa kami yang mengerjakan. Tapi, konsepnya tetap pihak pelabuhan,” tegasnya.

SAMPANG – Pelabuhan Taddan, Kecamatan Camplong, berada di titik yang sangat strategis. Pelabuhan tersebut persis berada di pinggir jalan raya nasional. Tak pelak, lalu-lalang kendaraan selalu melintas di depan pelabuhan tersebut.

Pantauan RadarMadura.id, di depan Pelabuhan Taddan tak pernah sepi kendaraan bermotor kemarin (21/9). Baik kendaraan roda dua, roda tiga, ataupun roda empat. Termasuk, bus antarkota dan antarprovinsi setiap hari melintasi jalan tersebut.

Ramainya kendaraan di depan pelabuhan itu pun dikhawatirkan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Branta Edi Kuswanto. Menurut dia, jika pelabuhan beroperasi penuh, khawatir sering terjadi kemacetan di depan pelabuhan. Lebih-lebih jalan tersebut merupakan akses utama jalur selatan Pulau Madura.

Baca Juga :  Upayakan Izin Operasi Pelabuhan Taddan

Karena itu, perlu solusi alternatif. Salah satunya dengan pembangunan jalan lingkar pelabuhan. ”Ke depan kalau sudah beroperasi, harus ada jalan lingkar. Itu sudah menjadi konsep bersama. Jalan yang di depan pelabuhan itu khusus yang masuk pelabuhan,” katanya.

Yang perlu dialihkan, menurut Edi, bukan akses ke pelabuhan, melainkan akses nasional. Jalan yang ada saat ini tetap menjadi akses menuju pelabuhan. Jalan nasional perlu dibangun lagi agak masuk ke utara.

”Jalan nasional itu mungkin agak melingkar sehingga tidak mengganggu jalan yang ke pelabuhan,” paparnya.

”Kalau sekarang ada kendaraan lewat harus distop dulu. Kalau aktivitas mulai padat kan tidak mungkin dilakukan penyetopan terus-menerus. Bisa-bisa macet di situ,” tambahnya.

Baca Juga :  Forkopimda Sampang Bakar 12,7 Kilogram Sabu

Ditanya siapa yang akan membangun jalan lingkar tersebut? Menurut dia, hal itu menjadi wewenang pemerintah kabupaten. Pembebasan lahannya juga menjadi tanggung jawab Pemkab Sampang.

”Saya ingin bersinergi menyiapkan semuanya dari pemerintah daerah. Kami menyiapkan dari sisi lautnya. Dari sisi darat kabupaten lah,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Sampang Hasan Mustofa mengaku tidak bisa langsung membangun jalan lingkar tanpa kajian terlebih dahulu. Karena jalan lingkar itu lebih kepada kepentingan pelabuhan, pihaknya menunggu kajian dari KUPP. Konsep pembangunannya seperti apa, pihaknya pasrah kepada KUPP.

”Kalau pembangunan fisiknya, bisa kami yang mengerjakan. Tapi, konsepnya tetap pihak pelabuhan,” tegasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/