alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Dinding Tangga Jadi Tempat Pajang Koleksi Arsip

SAMPANG – Koleksi foto bersejarah di Wisata Arsip Masyarakat (Wamas) menumpuk. Sementara, tempat memajang koleksi masih kurang. Akibatnya, Disarpus Sampang terpaksa meletakkan koleksi di tangga.

Arsiparis Ahli Muda Disarpus Sampang Fathor Rosi mengatakan, setiap tahun pihaknya berupaya menambah koleksi. Tahun ini menambah seratus koleksi foto benda bersejarah. Foto-foto tersebut diambil dari benda asli yang tersebar di Kota Bahari.

Sejak diresmikan 2019, pihaknya memiliki 400 koleksi foto bersejarah. Kemudian, bertambah dua ratus menjadi 600 foto. Sekarang jumlah koleksi foto bersejarah tersebut mencapai 700 figura. ”Kami terus melacak keberadaan benda-benda bersejarah di Sampang,” tuturnya kemarin (21/7).

Di samping koleksi foto bersejarah, pihaknya memiliki arsip foto tempel. Saat ini sudah terkumpul 400 arsip foto-foto tokoh pahlawan serta pejabat di Kota Bahari. Selain itu, terdapat 20 judul khazanah arsip yang kaya dengan sejarah siap disajikan kepada pengunjung.

Baca Juga :  Hari Santri Nasional, Ini Pesan Bupati Sampang

Tidak semua koleksi tersebut bisa dipajang di dinding. Sebab, tempat untuk pemajangan sudah penuh. Bahkan, dinding tangga menuju lantai dua juga ditempeli koleksi foto bersejarah. Tinggal jendela dan pintu yang belum dipasang.

”Mungkin sekitar 200 figura yang belum dipajang karena tidak ada tempat. Kami simpan dulu di lemari,” terang Rosi.

Tahun ini pihaknya berencana merekayasa jendala gedung kearsipan. Dengan begitu, sisa koleksi bisa dipajang di jendala sebelah timur tersebut. Namun, rencana tersebut gagal karena anggaran kena rasionalisasi APBD 2020.

”Beruntung, waktu pengadaan koleksi baru belum ada kebijakan pemotongan anggaran,” ungkapnya.

Saat ini tidak banyak kegiatan yang dijalankan Wamas. Sementara, hanya fokus pada perawatan koleksi. Selebihnya, melayani tamu khusus yang datang ke gedung di depan kantor perpustakaan tersebut.

Baca Juga :  Aliansi Masyarakat Banjar Talela Datangi Kantor Pemkab, Ini Alasannya

Selama masa pandemi, Rosi mengaku menerima beberapa tamu yang belajar tentang Wamas. Di antaranya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan. Selain itu, pejabat kearsipan provinsi dan beberapa organisasi kepemudaan juga belajar mengenal kandungan sejarah di Sampang.

”Semuanya dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah persebaran Covid-19,” ulasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni menyampaikan, di Madura belum ada yang punya Wamas kecuali Kota Bahari. Pemerintah daerah harus serius mengelola koleksi benda-benda bersejarah yang sudah dikumpulkan. Menurut dia, hal itu menjadi bukti bahwa Sampang kaya sejarah.

Terkait dengan kekurangan gedung, pihaknya meminta Disarpus Sampang mengusulkan anggaran sesuai dengan kebutuhan. ”Kami dukung,” ucapnya. (bil)

SAMPANG – Koleksi foto bersejarah di Wisata Arsip Masyarakat (Wamas) menumpuk. Sementara, tempat memajang koleksi masih kurang. Akibatnya, Disarpus Sampang terpaksa meletakkan koleksi di tangga.

Arsiparis Ahli Muda Disarpus Sampang Fathor Rosi mengatakan, setiap tahun pihaknya berupaya menambah koleksi. Tahun ini menambah seratus koleksi foto benda bersejarah. Foto-foto tersebut diambil dari benda asli yang tersebar di Kota Bahari.

Sejak diresmikan 2019, pihaknya memiliki 400 koleksi foto bersejarah. Kemudian, bertambah dua ratus menjadi 600 foto. Sekarang jumlah koleksi foto bersejarah tersebut mencapai 700 figura. ”Kami terus melacak keberadaan benda-benda bersejarah di Sampang,” tuturnya kemarin (21/7).


Di samping koleksi foto bersejarah, pihaknya memiliki arsip foto tempel. Saat ini sudah terkumpul 400 arsip foto-foto tokoh pahlawan serta pejabat di Kota Bahari. Selain itu, terdapat 20 judul khazanah arsip yang kaya dengan sejarah siap disajikan kepada pengunjung.

Baca Juga :  Bendahara KONI Angkat Tangan

Tidak semua koleksi tersebut bisa dipajang di dinding. Sebab, tempat untuk pemajangan sudah penuh. Bahkan, dinding tangga menuju lantai dua juga ditempeli koleksi foto bersejarah. Tinggal jendela dan pintu yang belum dipasang.

”Mungkin sekitar 200 figura yang belum dipajang karena tidak ada tempat. Kami simpan dulu di lemari,” terang Rosi.

Tahun ini pihaknya berencana merekayasa jendala gedung kearsipan. Dengan begitu, sisa koleksi bisa dipajang di jendala sebelah timur tersebut. Namun, rencana tersebut gagal karena anggaran kena rasionalisasi APBD 2020.

”Beruntung, waktu pengadaan koleksi baru belum ada kebijakan pemotongan anggaran,” ungkapnya.

Saat ini tidak banyak kegiatan yang dijalankan Wamas. Sementara, hanya fokus pada perawatan koleksi. Selebihnya, melayani tamu khusus yang datang ke gedung di depan kantor perpustakaan tersebut.

Baca Juga :  Tanya Kabar Penanganan Kasus, Massa IMS Datangi Kantor Kejari Sampang

Selama masa pandemi, Rosi mengaku menerima beberapa tamu yang belajar tentang Wamas. Di antaranya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan. Selain itu, pejabat kearsipan provinsi dan beberapa organisasi kepemudaan juga belajar mengenal kandungan sejarah di Sampang.

”Semuanya dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah persebaran Covid-19,” ulasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni menyampaikan, di Madura belum ada yang punya Wamas kecuali Kota Bahari. Pemerintah daerah harus serius mengelola koleksi benda-benda bersejarah yang sudah dikumpulkan. Menurut dia, hal itu menjadi bukti bahwa Sampang kaya sejarah.

Terkait dengan kekurangan gedung, pihaknya meminta Disarpus Sampang mengusulkan anggaran sesuai dengan kebutuhan. ”Kami dukung,” ucapnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/