alexametrics
22.8 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Perihal Kasus BLT DD Gunung Rancak, Satu Bank Penyalur Diperiksa

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Sejumlah pihak yang terlibat dalam penyaluran dan pencairan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Termasuk bank penyalur. Hal itu dilakukan demi menemukan titik terang atas dugaan penyelewengan BLT DD Gunung Rancak pada 2020-2021.

Pihak bank penyalur yang sudah dipanggil kejari yakni BRI Cabang Sampang. Bank tersebut pada 2020 dipercaya sebagai bank penyalur program BLT DD. Namun pada 2021, bank penyalur untuk BLT DD di Kabupaten Sampang berubah ke BPRS BAS.

Branch Office Head BRI Sampang Iwan Dwicahyono mengakui bahwa BRI Cabang Sampang juga memberikan keterangan perihal kasus dugaan penyelewengan BLT DD ke kejaksaan. ”Iya, dari kami sudah diperiksa sebagai bank penyalur BLT DD pada 2020. Kebetulan, saat itu pimpinannya bukan saya,” terangnya.

Baca Juga :  Puluhan Warga Sampang Masih Dipasung

Pihaknya menyatakan siap mendukung dan kooperatif dengan proses hukum yang ditangani Korps Adhyaksa tersebut. Dengan demikian, dugaan dalam kasus tersebut terungkap. ”Kami pasrahkan ini kepada pihak berwajib dan BRI siap kooperatif,” tegasnya.

Berbeda dengan BPRS BAS Sampang yang menjadi bank penyalur pada 2021. Salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) itu belum dimintai keterangan perihal dugaan penyelewangan BLT DD Gunung Rancak.

Direktur Utama BPRS Bakti Artha Sejahtera (BAS) Sampang Syaifullah Asyik membenarkan bahwa pihaknya belum dipanggil dan dimintai keterangan. Khususnya berkaitan dengan kasus dugaan penyelewengan BLT DD yang sedang ditangani kejari.

Namun, pihaknya menegaskan siap kooperatif apabila diminta menyampaikan informasi oleh pihak kejaksaan. Terutama berkaitan dengan peran BPRS BAS Sampang sebagai penyalur BLT DD 2021. ”Seingat saya, selama ini belum ada dari Bank Sampang yang diminta keterangan. Selebihnya, kami tentu siap jika nanti dipanggil untuk dimintai keterangan,” jelasnya. (jun/rus)

Baca Juga :  Kontribusi PT WUS kepada Pemkab Sumenep

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Sejumlah pihak yang terlibat dalam penyaluran dan pencairan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Termasuk bank penyalur. Hal itu dilakukan demi menemukan titik terang atas dugaan penyelewengan BLT DD Gunung Rancak pada 2020-2021.

Pihak bank penyalur yang sudah dipanggil kejari yakni BRI Cabang Sampang. Bank tersebut pada 2020 dipercaya sebagai bank penyalur program BLT DD. Namun pada 2021, bank penyalur untuk BLT DD di Kabupaten Sampang berubah ke BPRS BAS.

Branch Office Head BRI Sampang Iwan Dwicahyono mengakui bahwa BRI Cabang Sampang juga memberikan keterangan perihal kasus dugaan penyelewengan BLT DD ke kejaksaan. ”Iya, dari kami sudah diperiksa sebagai bank penyalur BLT DD pada 2020. Kebetulan, saat itu pimpinannya bukan saya,” terangnya.

Baca Juga :  Arus Mudik Aman dan Lancar, Petugas Posyan Antisipasi Kasus Curanmor

Pihaknya menyatakan siap mendukung dan kooperatif dengan proses hukum yang ditangani Korps Adhyaksa tersebut. Dengan demikian, dugaan dalam kasus tersebut terungkap. ”Kami pasrahkan ini kepada pihak berwajib dan BRI siap kooperatif,” tegasnya.

Berbeda dengan BPRS BAS Sampang yang menjadi bank penyalur pada 2021. Salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) itu belum dimintai keterangan perihal dugaan penyelewangan BLT DD Gunung Rancak.

Direktur Utama BPRS Bakti Artha Sejahtera (BAS) Sampang Syaifullah Asyik membenarkan bahwa pihaknya belum dipanggil dan dimintai keterangan. Khususnya berkaitan dengan kasus dugaan penyelewengan BLT DD yang sedang ditangani kejari.

Namun, pihaknya menegaskan siap kooperatif apabila diminta menyampaikan informasi oleh pihak kejaksaan. Terutama berkaitan dengan peran BPRS BAS Sampang sebagai penyalur BLT DD 2021. ”Seingat saya, selama ini belum ada dari Bank Sampang yang diminta keterangan. Selebihnya, kami tentu siap jika nanti dipanggil untuk dimintai keterangan,” jelasnya. (jun/rus)

Baca Juga :  Masih Menunggu Audit BPK, Untuk Pengoperasian Pasar Margalela 2
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/