24.4 C
Madura
Sunday, May 28, 2023

Dikepung Bencana, BPBD Tak Bisa Bantu

SAMPANG – Beberapa kecamatan di Sampang rawan bencana alam. Seperti longsor, puting beliung, banjir, dan kekeringan. Sayang, dari empat macam bencana itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang tidak bisa memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Kecamatan rawan longsor dan puting beliung masing-masing ada empat. Kecamatan rawan banjir besar hanya Kecamatan Sampang. Kecamatan terdampak banjir kecil tiga kecamatan. Paling banyak kecamatan rawan kekeringan yaitu 12 kecamatan (selengkapnya lihat grafis).

Kepala BPBD Sampang Anang Djoenaedi mengatakan, pihaknya sudah memetakan daerah rawan bencana. Baik longsor, puting beliung, banjir, maupun kekeringan. Dari beberapa kriteria bencana, pihaknya hanya mampu memberikan sosialisasi kepada masyarakat. ”Kami hanya mengimbau kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Pembangunan, Pacu Ekonomi

Mantan Kabag Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemkab Sampang itu menambahkan, saat ini di daerah pesisir ada gelombang besar akibat angin kencang disertai hujan. Daerah terdampak di antaranya Kecamatan Camplong, Sokobanah, Banyuates, dan Ketapang.

”Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat, kami akan membuatkan papan pengumuman di daerah yang berpotensi longsor,” paparnya.

Informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, mulai pertengahan Januari sampai pertengahan Februari ada badai dahlia dan cempaka. Intensitas hujan mulai dari sedang hingga lebat. ”Menyebabkan gelombang air laut di pesisir sampai 5 meter,” ujarnya.

Awal tahun ini sudah berapa kali ada bencana? Anang mengaku bencana banjir hanya dua kali. Sedangkan bencana lain hanya pohon roboh menimpa rumah warga di Kecamatan Omben. ”Bantuan dari dinsos. Bantuan materi dari BPBD tidak ada,” tutupnya.

Baca Juga :  DPC PKB Sampang Doakan NU Kian Kuat dan Solid

SAMPANG – Beberapa kecamatan di Sampang rawan bencana alam. Seperti longsor, puting beliung, banjir, dan kekeringan. Sayang, dari empat macam bencana itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang tidak bisa memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Kecamatan rawan longsor dan puting beliung masing-masing ada empat. Kecamatan rawan banjir besar hanya Kecamatan Sampang. Kecamatan terdampak banjir kecil tiga kecamatan. Paling banyak kecamatan rawan kekeringan yaitu 12 kecamatan (selengkapnya lihat grafis).

Kepala BPBD Sampang Anang Djoenaedi mengatakan, pihaknya sudah memetakan daerah rawan bencana. Baik longsor, puting beliung, banjir, maupun kekeringan. Dari beberapa kriteria bencana, pihaknya hanya mampu memberikan sosialisasi kepada masyarakat. ”Kami hanya mengimbau kepada masyarakat,” ujarnya.


Baca Juga :  Seorang Perempuan Tewas Usai Laka Lantas

Mantan Kabag Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemkab Sampang itu menambahkan, saat ini di daerah pesisir ada gelombang besar akibat angin kencang disertai hujan. Daerah terdampak di antaranya Kecamatan Camplong, Sokobanah, Banyuates, dan Ketapang.

”Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat, kami akan membuatkan papan pengumuman di daerah yang berpotensi longsor,” paparnya.

Informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, mulai pertengahan Januari sampai pertengahan Februari ada badai dahlia dan cempaka. Intensitas hujan mulai dari sedang hingga lebat. ”Menyebabkan gelombang air laut di pesisir sampai 5 meter,” ujarnya.

Awal tahun ini sudah berapa kali ada bencana? Anang mengaku bencana banjir hanya dua kali. Sedangkan bencana lain hanya pohon roboh menimpa rumah warga di Kecamatan Omben. ”Bantuan dari dinsos. Bantuan materi dari BPBD tidak ada,” tutupnya.

Baca Juga :  Bupati Sampang Raih Top Pembina BUMD Awards 2023

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/