alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Minta Serius Data Penerima Kartu Kusuka

SAMPANG – Dinas Perikanan (Diskan) Sampang dituntut serius melakukan pendataan warga penerima Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka). Sebab pendataan lamban dan hingga saat ini penerbitan kartu Kusuka hanya sekitar 30 persen dari 20.363 warga penerima manfaat.

Data Diskan Sampang menyebutkan, di Kota Bahari yang akan yang menerima kartu Kusuka berjumlah 20.363 orang. Perinciannya, 15.579 nelayan, 2.162 pembudi daya ikan, 2.000, petambak garam, dan 362 pengolah atau penjual ikan.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin meminta diskan serius merespons program kartu Kusuka. Program tersebut dijalankan pemerintah pusat dan sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 39 Tahun 2017 tentang Kartu Kusuka.

Dia meminta agar diskan maksimal melakukan pendataan calon penerima kartu tersebut. Sebab banyak warga yang serius menggeluti bidang perikanan dan kelautan. Menurutnya, jumlah nelayan, petani garam, dan pembudi daya ikan di Sampang cukup besar.

Baca Juga :  Legislator Dapil Madura Pimpin Kemenpora

Dengan adanya program tersebut, diharapkan ekonomi masyarakat meningkat. Namun kenyataannya sampai saat ini banyak warga yang belum didata dan tidak menerima kartu Kusuka. ”Semua bantuan untuk pelaku usaha perikanan akan disalurkan melalui kartu Kusuka. Oleh karena itu, diskan harus serius mendata agar bantuan tepat sasaran,” desaknya.

Kepala Diskan Sampang Eny Muharjuni mengatakan, kartu Kusuka merupakan program terbaru berbasis one data yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sasarannya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, koperasi nelayan, dan pelaku usaha budi daya ikan yang sebelumnya sudah memiliki kartu nelayan.

Sosialisasi dan pengisian formulir warga penerima sudah dilakukan. Petugas yang melakukan pendataan merupakan penyuluh dari pusat dan dibantu petugas dari dinas. Mereka melakukan pendataan warga penerima di 14 kecamatan.

Baca Juga :  Ratusan Koleksi Wamas Belum Dipajang

”Realisasinya baru sekitar 30 persen dari kuota yang diterima. Kami terkendala server. Sekitar 80 ribu Kusuka untuk nelayan belum bisa diterbitkan,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Madura.

Dijelaskan, fungsi kartu tersebut cukup banyak. Antara lain, sebagai identitas profesi dan perlindungan bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan. Fungsi lainnya yakni mempermudah pemerintah melakukan pembinaan, pengawasan serta evaluasi terhadap keberadaan usaha nelayan dan budi daya ikan.

”Ke depan hanya pelaku usaha kelautan dan perikanan yang sudah memiliki kartu Kusuka yang akan mendapatkan pembinaan dan bantuan dari pemerintah,” jelasnya. ”Kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kendala. Semoga bisa segera ada solusinya agar proses pendataan warga penerima kartu Kusuka sesuai target,” tukasnya.

SAMPANG – Dinas Perikanan (Diskan) Sampang dituntut serius melakukan pendataan warga penerima Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka). Sebab pendataan lamban dan hingga saat ini penerbitan kartu Kusuka hanya sekitar 30 persen dari 20.363 warga penerima manfaat.

Data Diskan Sampang menyebutkan, di Kota Bahari yang akan yang menerima kartu Kusuka berjumlah 20.363 orang. Perinciannya, 15.579 nelayan, 2.162 pembudi daya ikan, 2.000, petambak garam, dan 362 pengolah atau penjual ikan.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin meminta diskan serius merespons program kartu Kusuka. Program tersebut dijalankan pemerintah pusat dan sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 39 Tahun 2017 tentang Kartu Kusuka.


Dia meminta agar diskan maksimal melakukan pendataan calon penerima kartu tersebut. Sebab banyak warga yang serius menggeluti bidang perikanan dan kelautan. Menurutnya, jumlah nelayan, petani garam, dan pembudi daya ikan di Sampang cukup besar.

Baca Juga :  Penindakan Tambak Ilegal Tunggu Laporan Masyarakat

Dengan adanya program tersebut, diharapkan ekonomi masyarakat meningkat. Namun kenyataannya sampai saat ini banyak warga yang belum didata dan tidak menerima kartu Kusuka. ”Semua bantuan untuk pelaku usaha perikanan akan disalurkan melalui kartu Kusuka. Oleh karena itu, diskan harus serius mendata agar bantuan tepat sasaran,” desaknya.

Kepala Diskan Sampang Eny Muharjuni mengatakan, kartu Kusuka merupakan program terbaru berbasis one data yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sasarannya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, koperasi nelayan, dan pelaku usaha budi daya ikan yang sebelumnya sudah memiliki kartu nelayan.

Sosialisasi dan pengisian formulir warga penerima sudah dilakukan. Petugas yang melakukan pendataan merupakan penyuluh dari pusat dan dibantu petugas dari dinas. Mereka melakukan pendataan warga penerima di 14 kecamatan.

Baca Juga :  Ratusan Koleksi Wamas Belum Dipajang

”Realisasinya baru sekitar 30 persen dari kuota yang diterima. Kami terkendala server. Sekitar 80 ribu Kusuka untuk nelayan belum bisa diterbitkan,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Madura.

Dijelaskan, fungsi kartu tersebut cukup banyak. Antara lain, sebagai identitas profesi dan perlindungan bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan. Fungsi lainnya yakni mempermudah pemerintah melakukan pembinaan, pengawasan serta evaluasi terhadap keberadaan usaha nelayan dan budi daya ikan.

”Ke depan hanya pelaku usaha kelautan dan perikanan yang sudah memiliki kartu Kusuka yang akan mendapatkan pembinaan dan bantuan dari pemerintah,” jelasnya. ”Kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kendala. Semoga bisa segera ada solusinya agar proses pendataan warga penerima kartu Kusuka sesuai target,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/