alexametrics
29.4 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Dump Truck Masuk Jurang, Kernet Tewas, Sopir Selamat

SAMPANG – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di jalan raya Desa Kotah, Kecamatan Jrengik, sekitar pukul 08.30Jumat (20/10). Laka tunggal itu mengakibatkan seorang tewas dan luka-luka.

Korban tewas diketahui bernama Moh. Atik, 36. Sementara Abd. Haris, 44, mengalami luka-luka. Keduanya merupakan warga Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun.

Peristiwa nahas itu berawal saat Abd. Haris mengemudikan dump truck dengan nomor polisi (nopol) N 8485 UY dari barat di jalan raya Desa Kotah, Kecamatan Jrengik. Kendaraan bermuatan pasir dan batu itu kesulitan melaju di jalan tanjakan. Selain muatannya berat, jalan licin.

Tak bisa melewati tanjakan, drump truck yang dikendarai Abd. Haris bersama kernetnya, Moh. Atik, tiba-tiba berjalan mundur dan terguling, kemudian nyemplung ke dasar jurang di pinggir jalan tersebut.

Baca Juga :  Juknis Zonasi PPDB SMP Belum Final

”Pada saat itu juga, kernet meninggal di TKP. Sedangkan sopir cuma luka lecet dan dilarikan ke RSUD Sampang,” terang Kanit Laka Lantas Polres Sampang Ipda Suwalyadin Rizal Bogra.

Perwira pertama dengan tanda berpangkat satu balok di pundaknya itu menambahkan, anggotanya bersama TNI dibantu warga mengevaluasi korban. Setelah itu, korban meninggal dibawa ke rumah duka. Sementara korban selamat dibawa ke RSUD untuk mendapatkan perawatan.

”Akibat kecelakaan itu, kerugian material sekitar Rp 20 juta,” imbuhnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Pria asal Papua itu menjelaskan, pihaknya sudah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari saksi mata. ”Evakuasi kendaran harus menggunakan dua unit mobil derek. Kalau hanya satu tidak bisa karena di lokasi itu banyak batu dan pepohonan,” terangnya.

Baca Juga :  Lambung Kapal Bocor, 20 Nelayan Nyebur

Sementara itu, saksi mata Samsul, 29, warga setempat, membenarkan bahwa dump truck licin ketika melewati tanjakan. Pada saat bersamaan, dump truck mundur dan masuk jurang. Menurut dia, jalan licin karena banyak sirtu berjatuhan di jalan.

”Bukan hanya dump truck korbannya. Terkadang ada pengendara roda dua yang terjatuh,” katanya.

Samsul berharap, ada tindakan dari pemerintah tentang pengerukan galian C di sekitar lokasi kejadian. Sebab, kalau dibiarkan, khawatir menambah korban lagi. Apalagi, di tempat tersebut juga ada tanjakan dan tikungan. ”Jika tidak hati-hati, bisa terjatuh,” tandasnya.

SAMPANG – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di jalan raya Desa Kotah, Kecamatan Jrengik, sekitar pukul 08.30Jumat (20/10). Laka tunggal itu mengakibatkan seorang tewas dan luka-luka.

Korban tewas diketahui bernama Moh. Atik, 36. Sementara Abd. Haris, 44, mengalami luka-luka. Keduanya merupakan warga Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun.

Peristiwa nahas itu berawal saat Abd. Haris mengemudikan dump truck dengan nomor polisi (nopol) N 8485 UY dari barat di jalan raya Desa Kotah, Kecamatan Jrengik. Kendaraan bermuatan pasir dan batu itu kesulitan melaju di jalan tanjakan. Selain muatannya berat, jalan licin.


Tak bisa melewati tanjakan, drump truck yang dikendarai Abd. Haris bersama kernetnya, Moh. Atik, tiba-tiba berjalan mundur dan terguling, kemudian nyemplung ke dasar jurang di pinggir jalan tersebut.

Baca Juga :  Warga Protes Penetapan Cakades

”Pada saat itu juga, kernet meninggal di TKP. Sedangkan sopir cuma luka lecet dan dilarikan ke RSUD Sampang,” terang Kanit Laka Lantas Polres Sampang Ipda Suwalyadin Rizal Bogra.

Perwira pertama dengan tanda berpangkat satu balok di pundaknya itu menambahkan, anggotanya bersama TNI dibantu warga mengevaluasi korban. Setelah itu, korban meninggal dibawa ke rumah duka. Sementara korban selamat dibawa ke RSUD untuk mendapatkan perawatan.

”Akibat kecelakaan itu, kerugian material sekitar Rp 20 juta,” imbuhnya mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar.

Pria asal Papua itu menjelaskan, pihaknya sudah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari saksi mata. ”Evakuasi kendaran harus menggunakan dua unit mobil derek. Kalau hanya satu tidak bisa karena di lokasi itu banyak batu dan pepohonan,” terangnya.

Baca Juga :  Wacanakan Lapangan Wijaya Kusuma Jadi Taman

Sementara itu, saksi mata Samsul, 29, warga setempat, membenarkan bahwa dump truck licin ketika melewati tanjakan. Pada saat bersamaan, dump truck mundur dan masuk jurang. Menurut dia, jalan licin karena banyak sirtu berjatuhan di jalan.

”Bukan hanya dump truck korbannya. Terkadang ada pengendara roda dua yang terjatuh,” katanya.

Samsul berharap, ada tindakan dari pemerintah tentang pengerukan galian C di sekitar lokasi kejadian. Sebab, kalau dibiarkan, khawatir menambah korban lagi. Apalagi, di tempat tersebut juga ada tanjakan dan tikungan. ”Jika tidak hati-hati, bisa terjatuh,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/