alexametrics
23.5 C
Madura
Monday, June 27, 2022

PAW DPRD Tunggu Keputusan Gubernur

SAMPANG – Jumlah personel anggota DPRD Sampang tidak lengkap. Lantaran proses pergantian antarwaktu (PAW) dua wakil rakyat belum selesai. DPRD menunggu keputusan gubernur terkait usulan yang disampaikan.

Anggota DPRD Abdullah Mansyur diusulkan diganti politikus PKB Yusuf Abdul Al. Almarhum Habib Zein Firdaus akan digantikan Zainuddin. ”Kami masih menunggu juga sampai sekarang,” terang Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah.

Dia mengaku, pengajuan usulan PAW sudah dilakukan cukup lama. Namun, belum ada surat balasan dari gubernur Jawa Timur. Karena itu, pihaknya masih menunggu surat keputusan tersebut untuk segera ditindaklanjuti.

Menurut dia, sudah sewaktunya surat keputusan Gubernur Jawa Timur turun. Dia memprediksi surat tersebut akan segera turun. Tidak menutup kemungkinan, satu dua hari ini keputusan tersebut bisa turun.

Baca Juga :  Revisi Tatib DPRD Rumit Panja Akan Konsultasi ke Kemendagri

Dia yakin pengajuan tersebut tidak ada masalah. Hanya menunggu keputusan. Sebab, jika ada masalah atau kekurangan kelengkapan administrasi pasti ada pemberitahuan. Namun, selama ini tidak ada pemberitahuan lagi setelah surat usulan dilayangkan.

Pihaknya akan menindaklanjuti jika surat keputusan akan turun. Sebab, hasil keputusan gubernur akan dibahas dalam badan musyawarah (bamus) menuju paripurna pelantikan. ”Tidak ada masalah lagi. Kalau sudah turun suratnya akan dilakukan pembahasan dalam bamus dan pelantikan,” ucapnya.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif mengaku sudah menyurati DPRD untuk menyampaikan dua nama pengganti anggota DPRD. Proses tersebut masih dilakukan di tingkat provinsi. Pihaknya juga menunggu keputusan untuk ditindaklanjuti oleh DPRD. ”Sekarang masih proses di gubernur. Kalau kami sudah lama menyampaikannya ke DPRD,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Sisir Lokasi Rawan Judi Pilkades

Dua pengganti anggota DPRD tersebut berdasarkan urutan suara terbanyak pada pemilihan legislatif (pileg). Dua nama ditentukan sesuai dengan jumlah suara yang diperoleh saat pemilihan. Dengan begitu, politisi dari dua partai berbeda disetor ke DPRD untuk kelancaran proses PAW. Penggantinya tersebut disesuaikan dengan daerah pemilihan (dapil) yang sama.

SAMPANG – Jumlah personel anggota DPRD Sampang tidak lengkap. Lantaran proses pergantian antarwaktu (PAW) dua wakil rakyat belum selesai. DPRD menunggu keputusan gubernur terkait usulan yang disampaikan.

Anggota DPRD Abdullah Mansyur diusulkan diganti politikus PKB Yusuf Abdul Al. Almarhum Habib Zein Firdaus akan digantikan Zainuddin. ”Kami masih menunggu juga sampai sekarang,” terang Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah.

Dia mengaku, pengajuan usulan PAW sudah dilakukan cukup lama. Namun, belum ada surat balasan dari gubernur Jawa Timur. Karena itu, pihaknya masih menunggu surat keputusan tersebut untuk segera ditindaklanjuti.


Menurut dia, sudah sewaktunya surat keputusan Gubernur Jawa Timur turun. Dia memprediksi surat tersebut akan segera turun. Tidak menutup kemungkinan, satu dua hari ini keputusan tersebut bisa turun.

Baca Juga :  Bangun Komunikasi demi Kemajuan Masyarakat

Dia yakin pengajuan tersebut tidak ada masalah. Hanya menunggu keputusan. Sebab, jika ada masalah atau kekurangan kelengkapan administrasi pasti ada pemberitahuan. Namun, selama ini tidak ada pemberitahuan lagi setelah surat usulan dilayangkan.

Pihaknya akan menindaklanjuti jika surat keputusan akan turun. Sebab, hasil keputusan gubernur akan dibahas dalam badan musyawarah (bamus) menuju paripurna pelantikan. ”Tidak ada masalah lagi. Kalau sudah turun suratnya akan dilakukan pembahasan dalam bamus dan pelantikan,” ucapnya.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif mengaku sudah menyurati DPRD untuk menyampaikan dua nama pengganti anggota DPRD. Proses tersebut masih dilakukan di tingkat provinsi. Pihaknya juga menunggu keputusan untuk ditindaklanjuti oleh DPRD. ”Sekarang masih proses di gubernur. Kalau kami sudah lama menyampaikannya ke DPRD,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Poltera Wisuda 220 Mahasiswa secara Daring

Dua pengganti anggota DPRD tersebut berdasarkan urutan suara terbanyak pada pemilihan legislatif (pileg). Dua nama ditentukan sesuai dengan jumlah suara yang diperoleh saat pemilihan. Dengan begitu, politisi dari dua partai berbeda disetor ke DPRD untuk kelancaran proses PAW. Penggantinya tersebut disesuaikan dengan daerah pemilihan (dapil) yang sama.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/