alexametrics
20.1 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Bupati Sanksi Puluhan ASN Disdik

SAMPANG – Bupati Slamet Junaidi memberikan sanksi kepada 60 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang. Para abdi negara itu tidak ada di kantor saat bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (7/2).

Puluhan ASN tersebut sudah dipanggil oleh inspektorat untuk dimintai keterangan. Selanjutnya akan diberikan sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan. Para ASN itu terdiri dari staf, Kasi, dan Kabid.

Bupati melakukan sidak untuk evaluasi demi pembenahan. Pihaknya tidak ingin bawahannya bekerja ogah-ogahan. Tugas bupati mengubah mindset dari pemerintah menjadi pelayan masyarakat.

”Yang kami harapkan teman-teman (ASN, Red) kooperatif, komunikatif, dan bersinergi,” ujarnya kemarin (20/2). ”Jangan ada yang bolos,” imbuh bupati yang karib disapa Haji Idi itu.

Baca Juga :  406 CJH Sampang Berangkat ke Tanah Suci

Mantan anggota DPR RI tersebut menambahkan, tindak lanjut dari hasil sidak ke disdik yaitu memerintahkan kepada inspektorat agar semua ASN yang bolos dipanggil dan diberikan sanksi. Bupati menyerahkan semua itu kepada inspektorat. ”Inspektorat yang bekerja. Semua urusan ASN bolos menjadi ranah inspektorat,” tegasnya.

Berdasarkan hasil sidak, ASN yang tidak masuk pada jam kedua sebanyak 60 orang. Pihaknya mencatat ASN yang tidak masuk pada saat itu supaya diberikan sanksi. ”Hanya kepala dinasnya yang izin karena umrah. Jika sudah izin, kami tidak mempermasalahkan. Kami hanya mempertanyakan ASN yang tidak izin. Ke mana mereka,” ujarnya.

Bupati mengingatkan, menjadi ASN adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Maka dari itu, dia mengajak supaya semua ASN di Sampang bekerja menjadi pelayan masyarakat.

Baca Juga :  Realisasi Bantuan RTLH Belum Pasti

”Kami berharap birokrasi di Sampang lebih baik. Semua ASN harus menjadi pelayan masyarakat. Jangan leyeh-leyeh,” tandas bupati.

Kepala Inspektorat Sampang Soeharjanto mengungkapkan, pihaknya sudah menerima nama-nama ASN di disdik yang bolos untuk diproses. Pihaknya sudah memanggil 60 ASN untuk dimintai keterangan.

Mantan Asisten 1 Pemkab Sampang itu tidak mau menjelaskan secara detail hasil pemanggilan terhadap 60 ASN tersebut. ”Hasilnya sudah kami laporkan kepada Bapak Bupati. Berita acara pemeriksaan kami rahasiakan karena ada ketentuan supaya tidak dibeberkan kepada publik,” katanya.

Kepala Disdik Sampang Jupri Riyadi belum bisa dimintai konfirmasi kemarin. Sebelumnya dia menyampaikan, sidak yang dilakukan bupati dan wakil bupati menjadi cambuk untuk pembenahan.

SAMPANG – Bupati Slamet Junaidi memberikan sanksi kepada 60 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang. Para abdi negara itu tidak ada di kantor saat bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (7/2).

Puluhan ASN tersebut sudah dipanggil oleh inspektorat untuk dimintai keterangan. Selanjutnya akan diberikan sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan. Para ASN itu terdiri dari staf, Kasi, dan Kabid.

Bupati melakukan sidak untuk evaluasi demi pembenahan. Pihaknya tidak ingin bawahannya bekerja ogah-ogahan. Tugas bupati mengubah mindset dari pemerintah menjadi pelayan masyarakat.


”Yang kami harapkan teman-teman (ASN, Red) kooperatif, komunikatif, dan bersinergi,” ujarnya kemarin (20/2). ”Jangan ada yang bolos,” imbuh bupati yang karib disapa Haji Idi itu.

Baca Juga :  Bupati Sampang: Ubah Mental Konsumtif Jadi Produktif

Mantan anggota DPR RI tersebut menambahkan, tindak lanjut dari hasil sidak ke disdik yaitu memerintahkan kepada inspektorat agar semua ASN yang bolos dipanggil dan diberikan sanksi. Bupati menyerahkan semua itu kepada inspektorat. ”Inspektorat yang bekerja. Semua urusan ASN bolos menjadi ranah inspektorat,” tegasnya.

Berdasarkan hasil sidak, ASN yang tidak masuk pada jam kedua sebanyak 60 orang. Pihaknya mencatat ASN yang tidak masuk pada saat itu supaya diberikan sanksi. ”Hanya kepala dinasnya yang izin karena umrah. Jika sudah izin, kami tidak mempermasalahkan. Kami hanya mempertanyakan ASN yang tidak izin. Ke mana mereka,” ujarnya.

Bupati mengingatkan, menjadi ASN adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Maka dari itu, dia mengajak supaya semua ASN di Sampang bekerja menjadi pelayan masyarakat.

Baca Juga :  Mengurangi Jam Kerja Bukan Mengurangi Kinerja

”Kami berharap birokrasi di Sampang lebih baik. Semua ASN harus menjadi pelayan masyarakat. Jangan leyeh-leyeh,” tandas bupati.

Kepala Inspektorat Sampang Soeharjanto mengungkapkan, pihaknya sudah menerima nama-nama ASN di disdik yang bolos untuk diproses. Pihaknya sudah memanggil 60 ASN untuk dimintai keterangan.

Mantan Asisten 1 Pemkab Sampang itu tidak mau menjelaskan secara detail hasil pemanggilan terhadap 60 ASN tersebut. ”Hasilnya sudah kami laporkan kepada Bapak Bupati. Berita acara pemeriksaan kami rahasiakan karena ada ketentuan supaya tidak dibeberkan kepada publik,” katanya.

Kepala Disdik Sampang Jupri Riyadi belum bisa dimintai konfirmasi kemarin. Sebelumnya dia menyampaikan, sidak yang dilakukan bupati dan wakil bupati menjadi cambuk untuk pembenahan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Cetak Gol Sebanyak Mungkin

Jibril Meninggal di Sungai

Tiga Kecamatan Tak Tebus Rastra

Artikel Terbaru

/