alexametrics
19.5 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Tolak dan Usut Mafia Impor Garam

PAMEKASAN – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Na’ Potona Buja berdemonstrasi menolak impor garam Selasa (20/2). Aksi tersebut diwarnai penggeledahan ruang kerja anggota DPRD Pamekasan lantaran tidak ada seorang pun wakil rakyat yang menemui pemuda.

Aksi dimulai pukul 09.00. Massa kali pertama berkumpul di area Taman Bermain Arek Lancor. Kemudian, mereka bergerak menggunakan motor dan pikap yang dilengkapi pengeras suara ke kantor DPRD Pamekasan.

Massa gabungan dari berbagai daerah pesisir Pamekasan itu pulang dengan kecewa. Sebab, tidak seorang pun wakil rakyat yang menemui. Seluruh anggota dewan menggelar kegiatan serap aspirasi dengan konsituen masing-masing.

Sebelum membubarkan diri, perwakilan petani garam mengecek satu per satu ruangan pimpinan dewan. Ruang rapat komisi digeledah untuk memastikan bahwa wakil rakyat tidak di tempat.

Korlap aksi Moh. Mukti mengatakan, kedatangannya ke kantor DPRD Pamekasan dalam rangka memberikan dukungan atas penolakan impor garam. Sebab, kebijakan itu sangat memberatkan bagi petani garam.

Jika garam luar negeri benar-benar masuk ke Pamekasan, harga garam lokal bakal rusak. Petani tidak akan mendapat keuntungan. ”Petani menolak rencana pemerintah untuk impor garam,” katanya.

Baca Juga :  RAPBD 2022 Mengacu 4 Program

Petani meminta pemerintah mengusut tuntas mafia garam. Oknum yang bermain dalam kebijakan impor itu harus diusut. Terutama, oknum mafia kristal putih yang berkeliaran di Pamekasan.

Berdasar informasi yang berkembang, garam impor masuk ke Pamekasan. Padahal, Kota Gerbang Salam tidak butuh garam dari luar negeri itu. ”Pamekasan tidak butuh garam industri,” tegasnya.

Namun, niat baik petani berbuah kekecewaan. Tidak ada seorang pun anggota dewan yang menemui. Padahal, surat pemberitahuan aksi tersebut dilayangkan pada Jumat (16/2). ”Jelas kami sangat kecewa,” katanya.

Mukti berjanji dalam waktu dekat bakal menggelar demonstrasi kembali. Massa yang dibawa akan lebih banyak. Tujuannya, agar wakil rakyat bergegas dan memantapkan penolakan impor garam.

Sekretaris DPRD Pamekasan Masrukin mengatakan, anggota dewan ada kegiatan di luar kantor. Yakni, reses sejak 18–20 Februari. Dengan demikian, massa aksi disarankan kembali lagi di lain waktu. ”Sekarang dewan lagi reses,” ujarnya.

Di tempat terpisah, anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, dewan berada di barisan petani, menolak keras rencana impor garam. Beberapa upaya dilakukan. Salah satunya, mendatangi komisi IV DPR untuk menyampaikan aspirasi petani garam. Koordinasi dengan sejumlah kementerian juga akan dilaksanakan. ”Kami juga menolak impor garam,” tandasnya.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Dua Pengendara Tewas Diseruduk Truk

Aksi penolakan impor garam juga terjadi di Sampang. Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Pemuda Sampang berdemonstrasi ke gedung DPRD setempat kemarin. Mereka meminta DPRD mendukung penolakan impor garam.

Tidak ada anggota DPRD Sampang yang menemui demonstran. Anggota dewan sedang melakukan bimtek ke luar daerah. Mahasiswa kecewa dan memaksa melakukan sweeping. Namun, sweeping oleh demonstran digagalkan oleh polisi.

”Kami sangat kecewa dengan sikap DPRD. Padahal, kami sudah menyampaikan pemberitahuan jauh-jauh hari. Namun, tidak ada satu pun wakil rakyat. Bahkan surat perjalanan dinas pun tidak mau ditunjukkan,” kata korlap aksi Taufik Hidayah.

Kabag Umum DPRD Sampang Benni Indra Permana mengaku sudah menerima surat pemberitahuan demonstrasi. Namun, hal tersebut bersamaan dengan jadwal bimtek sehingga semua anggota dewan tidak ada yang masuk kantor.

Dia menyatakan, tuntutan demonstran segera disampaikan kepada pimpinan DPRD. ”Kami sudah menerima surat tuntutannya. Soal surat tugas bimtek, kami tidak bisa memberikan. Sebab, itu salah satu dokumen negara,” tandasnya.

PAMEKASAN – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Na’ Potona Buja berdemonstrasi menolak impor garam Selasa (20/2). Aksi tersebut diwarnai penggeledahan ruang kerja anggota DPRD Pamekasan lantaran tidak ada seorang pun wakil rakyat yang menemui pemuda.

Aksi dimulai pukul 09.00. Massa kali pertama berkumpul di area Taman Bermain Arek Lancor. Kemudian, mereka bergerak menggunakan motor dan pikap yang dilengkapi pengeras suara ke kantor DPRD Pamekasan.

Massa gabungan dari berbagai daerah pesisir Pamekasan itu pulang dengan kecewa. Sebab, tidak seorang pun wakil rakyat yang menemui. Seluruh anggota dewan menggelar kegiatan serap aspirasi dengan konsituen masing-masing.


Sebelum membubarkan diri, perwakilan petani garam mengecek satu per satu ruangan pimpinan dewan. Ruang rapat komisi digeledah untuk memastikan bahwa wakil rakyat tidak di tempat.

Korlap aksi Moh. Mukti mengatakan, kedatangannya ke kantor DPRD Pamekasan dalam rangka memberikan dukungan atas penolakan impor garam. Sebab, kebijakan itu sangat memberatkan bagi petani garam.

Jika garam luar negeri benar-benar masuk ke Pamekasan, harga garam lokal bakal rusak. Petani tidak akan mendapat keuntungan. ”Petani menolak rencana pemerintah untuk impor garam,” katanya.

Baca Juga :  Enam Hari, Mobil Perpustakaan Harus Keliling Desa

Petani meminta pemerintah mengusut tuntas mafia garam. Oknum yang bermain dalam kebijakan impor itu harus diusut. Terutama, oknum mafia kristal putih yang berkeliaran di Pamekasan.

Berdasar informasi yang berkembang, garam impor masuk ke Pamekasan. Padahal, Kota Gerbang Salam tidak butuh garam dari luar negeri itu. ”Pamekasan tidak butuh garam industri,” tegasnya.

Namun, niat baik petani berbuah kekecewaan. Tidak ada seorang pun anggota dewan yang menemui. Padahal, surat pemberitahuan aksi tersebut dilayangkan pada Jumat (16/2). ”Jelas kami sangat kecewa,” katanya.

Mukti berjanji dalam waktu dekat bakal menggelar demonstrasi kembali. Massa yang dibawa akan lebih banyak. Tujuannya, agar wakil rakyat bergegas dan memantapkan penolakan impor garam.

Sekretaris DPRD Pamekasan Masrukin mengatakan, anggota dewan ada kegiatan di luar kantor. Yakni, reses sejak 18–20 Februari. Dengan demikian, massa aksi disarankan kembali lagi di lain waktu. ”Sekarang dewan lagi reses,” ujarnya.

Di tempat terpisah, anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, dewan berada di barisan petani, menolak keras rencana impor garam. Beberapa upaya dilakukan. Salah satunya, mendatangi komisi IV DPR untuk menyampaikan aspirasi petani garam. Koordinasi dengan sejumlah kementerian juga akan dilaksanakan. ”Kami juga menolak impor garam,” tandasnya.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Dua Pengendara Tewas Diseruduk Truk

Aksi penolakan impor garam juga terjadi di Sampang. Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Pemuda Sampang berdemonstrasi ke gedung DPRD setempat kemarin. Mereka meminta DPRD mendukung penolakan impor garam.

Tidak ada anggota DPRD Sampang yang menemui demonstran. Anggota dewan sedang melakukan bimtek ke luar daerah. Mahasiswa kecewa dan memaksa melakukan sweeping. Namun, sweeping oleh demonstran digagalkan oleh polisi.

”Kami sangat kecewa dengan sikap DPRD. Padahal, kami sudah menyampaikan pemberitahuan jauh-jauh hari. Namun, tidak ada satu pun wakil rakyat. Bahkan surat perjalanan dinas pun tidak mau ditunjukkan,” kata korlap aksi Taufik Hidayah.

Kabag Umum DPRD Sampang Benni Indra Permana mengaku sudah menerima surat pemberitahuan demonstrasi. Namun, hal tersebut bersamaan dengan jadwal bimtek sehingga semua anggota dewan tidak ada yang masuk kantor.

Dia menyatakan, tuntutan demonstran segera disampaikan kepada pimpinan DPRD. ”Kami sudah menerima surat tuntutannya. Soal surat tugas bimtek, kami tidak bisa memberikan. Sebab, itu salah satu dokumen negara,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/