alexametrics
23.7 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Tingkatkan Produksi dan Pendapatan Petani, Ini Yang Dilakukan Disperta

 

SAMPANG –  Dinas Pertanian (Disperta) Sampang terus berupaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Caranya, merealisasikan program petani dan memberi bantuan alat pertanian.

Plt Kepala Disperta Sampang Suyono mengatakan, pihaknya sukses membangun irigasi tanah dangkal. Termasuk, mengembangkan vegetasi tanaman Melon dan Semangka berbentuk unik. 

”Kalau pemasaran sudah tidak ada kendala. Kami sengaja memilih petani milenial agar lebih kreatif. Seperti petani di Kecamatan Ketapang, Sokobanah, dan Banyuates,” katanya.

Untuk meringankan biaya produksi pertanian, disperta menyalurkan bantuan alat pertanian. Diantaranya traktor combine harvester, menyiapkan pompa air dan yang lainnya. 

“Untuk perkebunan, kami mengembangkan tanaman bakau. Termasuk menyediakan bibit yang berkualitas yang didukung bantuan pupuk dari provinsi,” terang Suyono.

Baca Juga :  Rumah Hampir Roboh, Warga Sampang Ungsikan Orang Tua

Ditambahkan, pihaknya juga menyediakan bibit kelapa Genjah Entok untuk menunjang objek wisata Pantai Lon Malang, Sokobanah. Termasuk merintis wisata tani di Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

“Sehingga, BPP nantinya bisa menjadi rumah kedua bagi penyuluh,” ungkapnya.

Suyono juga mengembangkan sektor peternakan dengan melaksanakan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB). Artinya, melakukan inseminasi buatan untuk indukan yang birahi.

”Di satu sisi kita tetap menjaga perkembangan sapi betina. Karena itu, kami lakukan inseminasi buatan secara gratis,” imbuhnya. (Moh Iqbal)

 

SAMPANG –  Dinas Pertanian (Disperta) Sampang terus berupaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Caranya, merealisasikan program petani dan memberi bantuan alat pertanian.

Plt Kepala Disperta Sampang Suyono mengatakan, pihaknya sukses membangun irigasi tanah dangkal. Termasuk, mengembangkan vegetasi tanaman Melon dan Semangka berbentuk unik. 


”Kalau pemasaran sudah tidak ada kendala. Kami sengaja memilih petani milenial agar lebih kreatif. Seperti petani di Kecamatan Ketapang, Sokobanah, dan Banyuates,” katanya.

Untuk meringankan biaya produksi pertanian, disperta menyalurkan bantuan alat pertanian. Diantaranya traktor combine harvester, menyiapkan pompa air dan yang lainnya. 

“Untuk perkebunan, kami mengembangkan tanaman bakau. Termasuk menyediakan bibit yang berkualitas yang didukung bantuan pupuk dari provinsi,” terang Suyono.

Baca Juga :  Over Kapasitas, Penghuni Rutan Klas II B Sampang Capai 293 Orang

Ditambahkan, pihaknya juga menyediakan bibit kelapa Genjah Entok untuk menunjang objek wisata Pantai Lon Malang, Sokobanah. Termasuk merintis wisata tani di Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

“Sehingga, BPP nantinya bisa menjadi rumah kedua bagi penyuluh,” ungkapnya.

Suyono juga mengembangkan sektor peternakan dengan melaksanakan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB). Artinya, melakukan inseminasi buatan untuk indukan yang birahi.

”Di satu sisi kita tetap menjaga perkembangan sapi betina. Karena itu, kami lakukan inseminasi buatan secara gratis,” imbuhnya. (Moh Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/