alexametrics
20.5 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

45 Hari Pengerjaan Baru 20 Persen

SAMPANG – Pelaksanaan pembangunan kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sampang perlu dikebut. Sebab, pengerjaan proyek dengan nilai kontrak Rp 3,4 miliar itu baru mencapai 20 persen. Padahal, kontrak sudah berjalan sejak 4 September 2019 lalu atau kurang lebih 45 hari.

Sesuai yang tertera di papan nama, proyek ini dikerjakan oleh CV Abanda Sarana. Perusahaan ini juga menjadi kontraktor yang mengerjakan pembangunan gedung dekranasda senilai Rp 1,3 miliar. Sesuai kontrak, waktu pelaksanaan proyek kantor diskominfo selama 110 hari kalender.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Muhammad Subhan mengatakan, progres pembangunan kantor diskominfo terbilang masih sedikit. Karena itulah, perlu dipercepat. Pihaknya tidak mau pekerjaan ini molor dan tidak tuntas di akhir kontrak.

”Progresnya itu baru 20 persen. Maka dari itu, butuh percepatan-percepatan,” kata politikus PPP itu kemarin (19/10).

Baca Juga :  Berharap Pelatihan Jurnalistik Jadi Agenda Rutin

Subhan juga berjanji akan memperketat pengawasan terhadap proyek tersebut. Sebab, proyek ini menelan biaya yang cukup besar. Dia tidak mau proyek itu dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan kualitas.

”Jangan sampai asal selesai. Perlu perhatikan juga kualitas pekerjaannya. Tepat waktu itu penting, tapi harus bagus dan berkualitas hasilnya,” tegasnya.

Komisi yang membidangi pembangunan itu berjanji akan memperketat pengawasan. Pihaknya secara berkala akan turun ke lapangan. Baik saat pekerjaan sudah mencapai 50 persen, 70 persen, hingga 99 persen.

Ditanya bagaimana dengan perusahaan yang mengerjakan dua pekerjaan konstruksi sekaligus, Subhan tidak mempermasalahkannya selama tidak melanggar aturan. Namun, dia khawatir kantor dekranasda tidak akan selesai karena waktunya mepet.

Baca Juga :  Kualitas Aspal Jalan Nasional Rp 26,2 Miliar Jelek

”Kalau yang diskominfo itu kan masih sampai Desember. Tapi yang dekranasda itu justru akan berakhir 30 Oktober,” paparnya.

Anggota Komisi III Hosni menambahkan supaya tidak hanya legislatif yang memberi pengawasan. Tetapi, dari eksekutif juga harus rutin memantau ke bawah. Sebab, instansi teknis mempunyai tanggung jawab besar agar pekerjaan yang sedang digarap berjalan dengan baik.

”Kami selalu wanti-wanti agar dinas teknis itu sering turun ke bawah. Kalau memang dinilai perlu menambah pekerja, maka perintahkan rekanan untuk menambah pekerja. Bahkan kalau perlu harus lembur,” katanya.

Sementara itu, Kasi Tata Bangunan DPRKP Sampang Ahmad Musyafak mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan ke bawah. Menurutnya, rekanan yang mengerjakan gedung diskominfo dan dekranasda sanggup bekerja sesuai deadline. ”Insyaallah selesai tepat waktu,” ungkapnya.

SAMPANG – Pelaksanaan pembangunan kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sampang perlu dikebut. Sebab, pengerjaan proyek dengan nilai kontrak Rp 3,4 miliar itu baru mencapai 20 persen. Padahal, kontrak sudah berjalan sejak 4 September 2019 lalu atau kurang lebih 45 hari.

Sesuai yang tertera di papan nama, proyek ini dikerjakan oleh CV Abanda Sarana. Perusahaan ini juga menjadi kontraktor yang mengerjakan pembangunan gedung dekranasda senilai Rp 1,3 miliar. Sesuai kontrak, waktu pelaksanaan proyek kantor diskominfo selama 110 hari kalender.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Muhammad Subhan mengatakan, progres pembangunan kantor diskominfo terbilang masih sedikit. Karena itulah, perlu dipercepat. Pihaknya tidak mau pekerjaan ini molor dan tidak tuntas di akhir kontrak.


”Progresnya itu baru 20 persen. Maka dari itu, butuh percepatan-percepatan,” kata politikus PPP itu kemarin (19/10).

Baca Juga :  Rekanan Surabaya Menang Lelang Perencanaan Kantor Diskominfo

Subhan juga berjanji akan memperketat pengawasan terhadap proyek tersebut. Sebab, proyek ini menelan biaya yang cukup besar. Dia tidak mau proyek itu dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan kualitas.

”Jangan sampai asal selesai. Perlu perhatikan juga kualitas pekerjaannya. Tepat waktu itu penting, tapi harus bagus dan berkualitas hasilnya,” tegasnya.

Komisi yang membidangi pembangunan itu berjanji akan memperketat pengawasan. Pihaknya secara berkala akan turun ke lapangan. Baik saat pekerjaan sudah mencapai 50 persen, 70 persen, hingga 99 persen.

Ditanya bagaimana dengan perusahaan yang mengerjakan dua pekerjaan konstruksi sekaligus, Subhan tidak mempermasalahkannya selama tidak melanggar aturan. Namun, dia khawatir kantor dekranasda tidak akan selesai karena waktunya mepet.

Baca Juga :  Proyek Drainase Harus Selesai Tepat Waktu

”Kalau yang diskominfo itu kan masih sampai Desember. Tapi yang dekranasda itu justru akan berakhir 30 Oktober,” paparnya.

Anggota Komisi III Hosni menambahkan supaya tidak hanya legislatif yang memberi pengawasan. Tetapi, dari eksekutif juga harus rutin memantau ke bawah. Sebab, instansi teknis mempunyai tanggung jawab besar agar pekerjaan yang sedang digarap berjalan dengan baik.

”Kami selalu wanti-wanti agar dinas teknis itu sering turun ke bawah. Kalau memang dinilai perlu menambah pekerja, maka perintahkan rekanan untuk menambah pekerja. Bahkan kalau perlu harus lembur,” katanya.

Sementara itu, Kasi Tata Bangunan DPRKP Sampang Ahmad Musyafak mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan ke bawah. Menurutnya, rekanan yang mengerjakan gedung diskominfo dan dekranasda sanggup bekerja sesuai deadline. ”Insyaallah selesai tepat waktu,” ungkapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Pemimpin Baru, Harapan Baru

DPRD Jadi Tujuan Studi Banding

13 Formasi Tak Terisi

Artikel Terbaru

/