alexametrics
22.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Capaian PBB Rendah, Wabup Gerah

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Perolehan pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kota Bahari rendah. Sampai saat ini baru terealisasi 12,83 persen dari target Rp 8.202.454.924. Kondisi tersebut membuat Wakil Bupati Sampang Abdullah Hidayat gerah. Dia memanggil semua camat serta ketua asosiasi kepala desa (AKD) kecamatan dan kabupaten kemarin (19/8).

Wabup sengaja mengumpulkan semua camat, AKD, serta Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Pihaknya membahas potensi pajak di setiap desa di masing-masing kecamatan.

”Kita bahas per desa, sehingga setiap kecamatan ketahuan capaian PBB-nya. Masalah pajak kita masih rendah,” ungkap Wabup yang akrab disapa Haji Ab itu kemarin.

Baca Juga :  Penagihan PBB Belum Maksimal

Terdapat lima kecamatan yang tercatat paling rendah capaian PBB-nya. Yakni Kecamatan Pangarengan, Sreseh, Torjun, Ketapang, dan Banyuates. Sementara untuk kecamatan dengan capaian PBB tinggi yaitu Jrengik dan Karang Penang.

Wabup mendesak camat agar segera menagih PBB kepada sasaran. Pihaknya mendorong agar setiap kecamatan melunasi tanggungan PBB. Sebab, pajak tersebut harus dibayar.

”Camat sudah sanggup melaksanakan tugasnya. Yang jelas, setiap bulan kita akan evaluasi capaiannya,” imbaunya.

Menurut Haji Ab, hampir setiap tahun pembayaran PBB dari kecamatan lambat. Biasanya, kepala desa membayar ketika menjelang akhir tahun. Meski begitu, pihaknya optimistis target PBB bisa tercapai 100 persen.

”Terkadang perusahaan seperti PT Garam juga tidak bayar per bulan. Langsung dilunasi akhir tahun,” bebernya.

Baca Juga :  HWT - ACT Distribusikan Ratusan Ribu Liter Air Bagi 19.400 Warga Gaza

Untuk mengejar target PBB, Pemkab Sampang menggandeng kerjaksaan negeri. Jika pajak tidak dibayar, pihaknya memasrahkan kepada Korps Adhyaksa. ”Yang tidak bayar pajak kita bawa ke ranah yang lebih tinggi,” tegas mantan ketua AKD Sampang itu.

Kabid Pendapatan BPPKAD Sampang Chairijah mengutarakan, semua camat dan AKD menyanggupi untuk membayar PBB. Ditargetkan, Oktober tanggungan PBB setiap kecamatan akan dilunasi. Karena itu, dia optimistis target bisa tercapai 100 persen.

”Kita tetap berupaya agar capaiannya bisa memenuhi target. Semua camat dan AKD sudah komitmen,” ujarnya. 

- Advertisement -

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Perolehan pajak bumi dan bangunan (PBB) di Kota Bahari rendah. Sampai saat ini baru terealisasi 12,83 persen dari target Rp 8.202.454.924. Kondisi tersebut membuat Wakil Bupati Sampang Abdullah Hidayat gerah. Dia memanggil semua camat serta ketua asosiasi kepala desa (AKD) kecamatan dan kabupaten kemarin (19/8).

Wabup sengaja mengumpulkan semua camat, AKD, serta Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Pihaknya membahas potensi pajak di setiap desa di masing-masing kecamatan.

”Kita bahas per desa, sehingga setiap kecamatan ketahuan capaian PBB-nya. Masalah pajak kita masih rendah,” ungkap Wabup yang akrab disapa Haji Ab itu kemarin.

Baca Juga :  Realisasi PBB Minus Rp 2,6 Miliar

Terdapat lima kecamatan yang tercatat paling rendah capaian PBB-nya. Yakni Kecamatan Pangarengan, Sreseh, Torjun, Ketapang, dan Banyuates. Sementara untuk kecamatan dengan capaian PBB tinggi yaitu Jrengik dan Karang Penang.

Wabup mendesak camat agar segera menagih PBB kepada sasaran. Pihaknya mendorong agar setiap kecamatan melunasi tanggungan PBB. Sebab, pajak tersebut harus dibayar.

”Camat sudah sanggup melaksanakan tugasnya. Yang jelas, setiap bulan kita akan evaluasi capaiannya,” imbaunya.

Menurut Haji Ab, hampir setiap tahun pembayaran PBB dari kecamatan lambat. Biasanya, kepala desa membayar ketika menjelang akhir tahun. Meski begitu, pihaknya optimistis target PBB bisa tercapai 100 persen.

”Terkadang perusahaan seperti PT Garam juga tidak bayar per bulan. Langsung dilunasi akhir tahun,” bebernya.

Baca Juga :  Sukses Tekan Penderita, Anggaran Kusta di Sampang Menyusut 60 Persen

Untuk mengejar target PBB, Pemkab Sampang menggandeng kerjaksaan negeri. Jika pajak tidak dibayar, pihaknya memasrahkan kepada Korps Adhyaksa. ”Yang tidak bayar pajak kita bawa ke ranah yang lebih tinggi,” tegas mantan ketua AKD Sampang itu.

Kabid Pendapatan BPPKAD Sampang Chairijah mengutarakan, semua camat dan AKD menyanggupi untuk membayar PBB. Ditargetkan, Oktober tanggungan PBB setiap kecamatan akan dilunasi. Karena itu, dia optimistis target bisa tercapai 100 persen.

”Kita tetap berupaya agar capaiannya bisa memenuhi target. Semua camat dan AKD sudah komitmen,” ujarnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/