alexametrics
24.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Nyawa Sopir Truk Berakhir di Gardu

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Warga Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, dikejutkan dengan penemuan jasad pria tanpa nyawa. Belakangan, laki-laki itu diketahui bernama Ahmadun, 45.

Warga Sidotopo, Surabaya, tersebut mengembuskan napas terakhir tanpa sepengetahuan keluarga. Ahmadun diketahui meninggal oleh warga Desa Sejati kemarin (19/8). Saat itu tidak ada yang menyangka Ahmadun sudah wafat.

Warga mengira Ahmadun sedang tidur pulas. Sebab, gardu yang terbuat dari bambu itu biasa menjadi tempat rebahan sopir truk dari luar daerah. ”Di sini memang biasa jadi tempat sopir istirahat. Warga mulai curiga karena almarhum tidak bangun-bangun,” kata Hartono, warga setempat, di lokasi kejadian.

Dia menjelaskan, Ahmadun berada di gardu tersebut sejak Selasa sore sekitar pukul 16.00. Ahmadun mengemudikan truk fuso seorang diri. Kendaraan bernopol L 8062 J itu diparkir di selatan Jalan Raya Sejati. ”Dia (almarhum) datang sendirian. HP sama dompetnya sudah dibawa polisi,” ujarnya.

Baca Juga :  Dispendukcapil Janji Dalami Dugaan Pungli

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), truk terbuka yang dikendarai almarhum tidak memuat apa pun atau sedang kosong. Di bagian depan truk terdapat tulisan PT HPTW TRANS. Kemungkinan truk tersebut datang dari arah Pamekasan. Sebab saat diparkir, kepala truk menghadap ke arah Kota Sampang.

Jenazah yang mengenakan kaus dan celana panjang itu mengeluarkan busa dari mulut. Kemudian, jenazah dibawa ke RSUD dr Mohammad Zyn Sampang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Titin Hamidah membenarkan bahwa dari mulutnya mengeluarkan busa. Karena itu, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan. Petugas tidak menemukan luka di bagian tubuh almarhum.

Baca Juga :  Akibat Penyakit Kambuh, Rosidah Tewas Tenggelam

”Jenazah tiba di RSUD sekitar pukul sembilan (09.00). Kita lakukan pemeriksaan seperti biasa, kemudian divisum,” tuturnya.

Kendati begitu, pihaknya hanya melakukan visum luar. Dalam proses visum didampingi dari pihak kepolisian. Dugaan sementara, Ahmadun meninggal karena serangan jantung.  ”Hasil visum sudah diambil pihak kepolisian,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang mengaku belum menerima hasil pemeriksaan terhadap jenazah almarhum. Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian Ahmadun.

Riki menyampaikan, di sekitar gardu tidak ditemukan botol minuman keras atau yang lainnya. Almarhum ditemukan meninggal dalam posisi tertidur. ”Yang jelas almarhum ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa dan dari mulutnya mengeluarkan busa,” jelasnya. (bil)

- Advertisement -

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Warga Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, dikejutkan dengan penemuan jasad pria tanpa nyawa. Belakangan, laki-laki itu diketahui bernama Ahmadun, 45.

Warga Sidotopo, Surabaya, tersebut mengembuskan napas terakhir tanpa sepengetahuan keluarga. Ahmadun diketahui meninggal oleh warga Desa Sejati kemarin (19/8). Saat itu tidak ada yang menyangka Ahmadun sudah wafat.

Warga mengira Ahmadun sedang tidur pulas. Sebab, gardu yang terbuat dari bambu itu biasa menjadi tempat rebahan sopir truk dari luar daerah. ”Di sini memang biasa jadi tempat sopir istirahat. Warga mulai curiga karena almarhum tidak bangun-bangun,” kata Hartono, warga setempat, di lokasi kejadian.


Dia menjelaskan, Ahmadun berada di gardu tersebut sejak Selasa sore sekitar pukul 16.00. Ahmadun mengemudikan truk fuso seorang diri. Kendaraan bernopol L 8062 J itu diparkir di selatan Jalan Raya Sejati. ”Dia (almarhum) datang sendirian. HP sama dompetnya sudah dibawa polisi,” ujarnya.

Baca Juga :  Ibu dan Anak Ditemukan Meninggal Dalam Rumah

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), truk terbuka yang dikendarai almarhum tidak memuat apa pun atau sedang kosong. Di bagian depan truk terdapat tulisan PT HPTW TRANS. Kemungkinan truk tersebut datang dari arah Pamekasan. Sebab saat diparkir, kepala truk menghadap ke arah Kota Sampang.

Jenazah yang mengenakan kaus dan celana panjang itu mengeluarkan busa dari mulut. Kemudian, jenazah dibawa ke RSUD dr Mohammad Zyn Sampang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Titin Hamidah membenarkan bahwa dari mulutnya mengeluarkan busa. Karena itu, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan. Petugas tidak menemukan luka di bagian tubuh almarhum.

Baca Juga :  Nana Mardiana Nyaris Pingsan Saat Prosesi Pemakaman Imam S. Arifin

”Jenazah tiba di RSUD sekitar pukul sembilan (09.00). Kita lakukan pemeriksaan seperti biasa, kemudian divisum,” tuturnya.

Kendati begitu, pihaknya hanya melakukan visum luar. Dalam proses visum didampingi dari pihak kepolisian. Dugaan sementara, Ahmadun meninggal karena serangan jantung.  ”Hasil visum sudah diambil pihak kepolisian,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang mengaku belum menerima hasil pemeriksaan terhadap jenazah almarhum. Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian Ahmadun.

Riki menyampaikan, di sekitar gardu tidak ditemukan botol minuman keras atau yang lainnya. Almarhum ditemukan meninggal dalam posisi tertidur. ”Yang jelas almarhum ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa dan dari mulutnya mengeluarkan busa,” jelasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/