alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Dua Pelaksana Proyek DAK Terancam Denda

SAMPANG – Pelaksanaan proyek DAK Penugasan 2018 di Sampang dengan total anggaran Rp 34,5 miliar tidak sepenuhnya berjalan mulus. Dua pelaksana proyek terancam membayar denda akibat tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rehabilitasi Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Sampang A. Zahron Wiami mengungkapkan, hingga kemarin (19/6) masih ada dua proyek yang belum dilaksanakan rekanan. Pertama, peningkatan struktur Jalan Moktesareh–Rapa Laok senilai Rp 2,9 miliar yang mestinya dikerjakan PT Duta Ekonomi.

Kedua, peningkatan struktur Jalan Rapa Laok–Karang Penang senilai Rp 4,9 miliar yang harusnya dilaksanakan PT Haka Utama Sejahtera. ”Dua proyek yang belum tuntas, jika tak diselesaikan sesuai deadline, rekanan wajib bayar denda,” tegas Zahron.

Baca Juga :  Lima Proyek Besar Gagal Digelar

Keseluruhan ada sepuluh paket pekerjaan DAK Penugasan 2018. Delapan paket sudah dituntaskan oleh pelaksana. ”Sebenarnya, dua paket itu hanya tersisa 20 persen pengerjaannya. Pelaksana janji menyelesaikan setelah Lebaran,” ujar dia.

Zahron melanjutkan, 20 persen pekerjaan yang tersisa di dua proyek itu bisa diselesaikan dalam tiga hari. ”Sehari sebelum pilkada Sampang, dua proyek itu harus tuntas. Deadline-nya begitu,” tuturnya.

Rekanan yang tak menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang ditentukan harus membayar denda. Yaitu, menyesuaikan dengan nilai kontrak pekerjaan. ”Misal, anggarannya Rp 1 miliar, maka dendanya Rp 1 juta per hari,” tegas Zahron.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Moh. Anwar menegaskan, semua paket proyek DAK Penugasan 2018 harus dituntaskan oleh pelaksana. Dia meminta pelaksana profesional. ”Jika tidak bisa menyelesaikan sesuai kontrak, harus menerima risiko,” ujarnya.

Baca Juga :  Disperta Baru Punya 4 Puskeswan

Dia menilai, pelaksana proyek di Sampang cenderung mengentengkan pekerjaan. Dampaknya, pengerjaan proyek keteteran. ”Terlalu enteng, padahal sangat berpengaruh pada hasil pekerjaan. Saya harap tidak ada lagi cerita proyek tak selesai tepat waktu,” pungkasnya.

SAMPANG – Pelaksanaan proyek DAK Penugasan 2018 di Sampang dengan total anggaran Rp 34,5 miliar tidak sepenuhnya berjalan mulus. Dua pelaksana proyek terancam membayar denda akibat tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rehabilitasi Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Sampang A. Zahron Wiami mengungkapkan, hingga kemarin (19/6) masih ada dua proyek yang belum dilaksanakan rekanan. Pertama, peningkatan struktur Jalan Moktesareh–Rapa Laok senilai Rp 2,9 miliar yang mestinya dikerjakan PT Duta Ekonomi.

Kedua, peningkatan struktur Jalan Rapa Laok–Karang Penang senilai Rp 4,9 miliar yang harusnya dilaksanakan PT Haka Utama Sejahtera. ”Dua proyek yang belum tuntas, jika tak diselesaikan sesuai deadline, rekanan wajib bayar denda,” tegas Zahron.

Baca Juga :  Ke Mana Dana Pengganti DAK Rp 81 Miliar?

Keseluruhan ada sepuluh paket pekerjaan DAK Penugasan 2018. Delapan paket sudah dituntaskan oleh pelaksana. ”Sebenarnya, dua paket itu hanya tersisa 20 persen pengerjaannya. Pelaksana janji menyelesaikan setelah Lebaran,” ujar dia.

Zahron melanjutkan, 20 persen pekerjaan yang tersisa di dua proyek itu bisa diselesaikan dalam tiga hari. ”Sehari sebelum pilkada Sampang, dua proyek itu harus tuntas. Deadline-nya begitu,” tuturnya.

Rekanan yang tak menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang ditentukan harus membayar denda. Yaitu, menyesuaikan dengan nilai kontrak pekerjaan. ”Misal, anggarannya Rp 1 miliar, maka dendanya Rp 1 juta per hari,” tegas Zahron.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Moh. Anwar menegaskan, semua paket proyek DAK Penugasan 2018 harus dituntaskan oleh pelaksana. Dia meminta pelaksana profesional. ”Jika tidak bisa menyelesaikan sesuai kontrak, harus menerima risiko,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasar Karang Penang Digerojok Rp 4 M

Dia menilai, pelaksana proyek di Sampang cenderung mengentengkan pekerjaan. Dampaknya, pengerjaan proyek keteteran. ”Terlalu enteng, padahal sangat berpengaruh pada hasil pekerjaan. Saya harap tidak ada lagi cerita proyek tak selesai tepat waktu,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Lubang Jalan Rajawali Bahayakan Pengendara

Tersambar Petir, Janda Meninggal

Puisi Madura BJ. Akid*

Artikel Terbaru

/