alexametrics
24.9 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Izin Belum Lengkap, Tambang Jalan Terus

SAMPANG – Persolan izin pertambangan di Sampang belum menemui titik terang. Hingga saat ini terdapat 24 lokasi pertambangan galian C yang mayoritas tidak mengantongi izin dari pemkab dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Ketua Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman mengatakan, pemkab perlu merangkul semua pengusaha pertambangan. Baik pertambangan galian C, pasir, dan tempat penggilingan batu. Tujuannya, menertibkan pelaku tambang. Terdapat 19 pelaku tambang yang sudah berupaya mengurus izin usaha pertambangan (IUP) ke pemProv. Namun, hingga saat ini izin  tersebut belum bisa keluar. Sebab, ada permasalahan terkait dengan kelengkapan, rekomendasi,  dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

Lalu, izin upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL) yang belum bisa dipenuhi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas pelayanan perizinan terpadu (P2T) dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa timur (Jatim) terkait pengajuan izin. Semua pemilik tambang sudah mengajukan izin usaha. Namun, ada beberapa kendala.

Baca Juga :  Rp 6,1 M untuk Pembebasan Lahan

”Rata-rata pemilik tambang terkendala dengan uang jaminan reklamasi (jamrek) yang cukup besar. Petambang harus memberikan jaminan dan bersedia mereboisasi atau perbaikan lokasi bekas pertambangan,” ungkapnya kemarin (18/1).

Politikus Demokrat itu menambahkan, jika pertambangan galian C dan penggilingan batu melalui prosedur bisa menjadi sektor potensial bagi pemkab untuk menghasilkan PAD. Sebab, usaha pertambangan bisa dikenai pajak daerah. ”Tapi, karena selama ini mereka belum mempunyai izin, pemkab tidak bisa menarik retribusi pajak. Dari puluhan tambang, hanya beberapa yang selama ini membayar pajak,” katanya.

Kabid Pengelolaan Penataan Lingkungan (PPL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang Moh. Zainullah mengatakan, instansinya sudah melakukan berbagai upaya guna mendorong pengusaha tambang agar bisa melengkapi dokumen IUP, UKL-UPL, dan amdal. Sebab, itu merupakan persyaratan pengajuan izin operasional. Namun, kesadaran mereka untuk mematuhi peraturan tersebut rendah.

Baca Juga :  Pelatihan Penyandang Cacat Tak Maksimal

Pengusaha yang mengurus UKL-UPL hanya 4 orang. Dua lokasi Kecamatan Banyuates dan dua di Camplong. Sementara yang lain masih memproses dan ada yang tidak sama sekali. ”Kami selalu memberikan pendampingan dan kemudahan bagi warga atau pemilik usaha yang mau mengajukan izin. Kalau syarat yang diajukan tidak sesuai, kami tidak bisa mengeluarkan izinnya,” ujarnya.

Penambang juga tidak bisa mendapatkan izin produksi karena belum menyerahkan jaminan perbaikan lingkungan. Pengajuan izin juga terbentur dengan Perda 7/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) atau Izin Tata Ruang (ITR) Lokasi Industri. Akibatnya, permohonan pengajuan izin selalu ditolak atau tidak diterima.

”Banyak lokasi pertambangan galian C dan penggilingan batu yang berdekatan dengan rumah warga dan sekolah. Akibatnya, izin tidak bisa diproses,” tandasnya.

SAMPANG – Persolan izin pertambangan di Sampang belum menemui titik terang. Hingga saat ini terdapat 24 lokasi pertambangan galian C yang mayoritas tidak mengantongi izin dari pemkab dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Ketua Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman mengatakan, pemkab perlu merangkul semua pengusaha pertambangan. Baik pertambangan galian C, pasir, dan tempat penggilingan batu. Tujuannya, menertibkan pelaku tambang. Terdapat 19 pelaku tambang yang sudah berupaya mengurus izin usaha pertambangan (IUP) ke pemProv. Namun, hingga saat ini izin  tersebut belum bisa keluar. Sebab, ada permasalahan terkait dengan kelengkapan, rekomendasi,  dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

Lalu, izin upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL) yang belum bisa dipenuhi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas pelayanan perizinan terpadu (P2T) dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa timur (Jatim) terkait pengajuan izin. Semua pemilik tambang sudah mengajukan izin usaha. Namun, ada beberapa kendala.

Baca Juga :  Sepekan 8 Anak Terjangkit DBD

”Rata-rata pemilik tambang terkendala dengan uang jaminan reklamasi (jamrek) yang cukup besar. Petambang harus memberikan jaminan dan bersedia mereboisasi atau perbaikan lokasi bekas pertambangan,” ungkapnya kemarin (18/1).

Politikus Demokrat itu menambahkan, jika pertambangan galian C dan penggilingan batu melalui prosedur bisa menjadi sektor potensial bagi pemkab untuk menghasilkan PAD. Sebab, usaha pertambangan bisa dikenai pajak daerah. ”Tapi, karena selama ini mereka belum mempunyai izin, pemkab tidak bisa menarik retribusi pajak. Dari puluhan tambang, hanya beberapa yang selama ini membayar pajak,” katanya.

Kabid Pengelolaan Penataan Lingkungan (PPL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang Moh. Zainullah mengatakan, instansinya sudah melakukan berbagai upaya guna mendorong pengusaha tambang agar bisa melengkapi dokumen IUP, UKL-UPL, dan amdal. Sebab, itu merupakan persyaratan pengajuan izin operasional. Namun, kesadaran mereka untuk mematuhi peraturan tersebut rendah.

Baca Juga :  Banjir, Aktivitas Warga Sampang Lumpuh

Pengusaha yang mengurus UKL-UPL hanya 4 orang. Dua lokasi Kecamatan Banyuates dan dua di Camplong. Sementara yang lain masih memproses dan ada yang tidak sama sekali. ”Kami selalu memberikan pendampingan dan kemudahan bagi warga atau pemilik usaha yang mau mengajukan izin. Kalau syarat yang diajukan tidak sesuai, kami tidak bisa mengeluarkan izinnya,” ujarnya.

Penambang juga tidak bisa mendapatkan izin produksi karena belum menyerahkan jaminan perbaikan lingkungan. Pengajuan izin juga terbentur dengan Perda 7/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) atau Izin Tata Ruang (ITR) Lokasi Industri. Akibatnya, permohonan pengajuan izin selalu ditolak atau tidak diterima.

”Banyak lokasi pertambangan galian C dan penggilingan batu yang berdekatan dengan rumah warga dan sekolah. Akibatnya, izin tidak bisa diproses,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/