alexametrics
21.1 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Panitia Lelang Proyek dan Rekanan Terindikasi Main Mata di Sampang

SAMPANG – Ada oknum di Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setkab Sampang yang terindikasi bermain mata dengan sejumlah rekanan. Dugaan kongkalikong itu menjadi atensi tim pengawal dan pengaman pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D) kejaksaan negeri (kejari).

Ketua TP4D Sampang Joko Suharyanto mengatakan bahwa untuk tahun ini tersisa 166 paket proyek yang masih ada di ULP. Dia mengaku belum bisa masuk secara penuh di ULP.

Selama ini TP4D hanya melakukan pendampingan setelah paket proyek itu selesai dilelang. Maka dari itu, lanjut Joko, ada indikasi bahwa pokja ULP di Sampang main mata dengan peserta lelang.

Bahkan, terkesan ada oknum di pokja ULP yang membagikan lelang kepada rekanan A dan B. Karena itu, pihaknya berencana bekerja sama dengan pokja ULP untuk memperbaiki proses lelang proyek di Sampang.

Baca Juga :  Nilai Harga Garam Tak Berpihak pada Petani

”Ini bagian dari rencana Pak Kajari untuk memperbaiki sistem lelang di Sampang, sehingga pelaksana proyek benar-benar perusahaan yang bertanggung jawab dan kompeten,” katanya, Kamis (18/10).

Rencana tersebut juga bagian dari upaya yang akan dilakukan TP4D untuk memberikan catatan hitam kepada rekanan yang lalai dalam melaksanakan pekerjaannya. ”Kajari secara tegas akan membubarkan perusahaan CV maupun PT yang tidak mampu melaksanakan tugasnya,” paparnya.

Namun demikian, rencana tersebut masih dalam proses komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Dengan begitu, aparat penegak hukum (APH) dengan pemerintah memiliki sinergitas yang tinggi dalam memperbaiki proses peningkatan pembangunan di Sampang.

”Ini akan kami upayakan, karena ini tujuan baik untuk perbaikan pembangunan di Kabupaten Sampang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Fun Bike Hari Antinarkotika Internasional Meriah

Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto mengatakan, semua yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan pasti akan kami tindak lanjuti. Apalagi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Sampang.

Sejauh ini pihaknya menilai pokja ULP masih independen. Sebab, pihaknya pun tidak bisa mengintervensi terhadap proses dan tahapan lelang. Menurut dia, sistem lelang saat ini sudah menggunakan sistem elektronik. ”Itu baik, rencana itu akan kami tindak lanjuti,” singkatnya. 

SAMPANG – Ada oknum di Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setkab Sampang yang terindikasi bermain mata dengan sejumlah rekanan. Dugaan kongkalikong itu menjadi atensi tim pengawal dan pengaman pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D) kejaksaan negeri (kejari).

Ketua TP4D Sampang Joko Suharyanto mengatakan bahwa untuk tahun ini tersisa 166 paket proyek yang masih ada di ULP. Dia mengaku belum bisa masuk secara penuh di ULP.

Selama ini TP4D hanya melakukan pendampingan setelah paket proyek itu selesai dilelang. Maka dari itu, lanjut Joko, ada indikasi bahwa pokja ULP di Sampang main mata dengan peserta lelang.


Bahkan, terkesan ada oknum di pokja ULP yang membagikan lelang kepada rekanan A dan B. Karena itu, pihaknya berencana bekerja sama dengan pokja ULP untuk memperbaiki proses lelang proyek di Sampang.

Baca Juga :  Bupati Haji Idi Serahkan Beasiswa ke Peraih Medali Perunggu IMC

”Ini bagian dari rencana Pak Kajari untuk memperbaiki sistem lelang di Sampang, sehingga pelaksana proyek benar-benar perusahaan yang bertanggung jawab dan kompeten,” katanya, Kamis (18/10).

Rencana tersebut juga bagian dari upaya yang akan dilakukan TP4D untuk memberikan catatan hitam kepada rekanan yang lalai dalam melaksanakan pekerjaannya. ”Kajari secara tegas akan membubarkan perusahaan CV maupun PT yang tidak mampu melaksanakan tugasnya,” paparnya.

Namun demikian, rencana tersebut masih dalam proses komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Dengan begitu, aparat penegak hukum (APH) dengan pemerintah memiliki sinergitas yang tinggi dalam memperbaiki proses peningkatan pembangunan di Sampang.

”Ini akan kami upayakan, karena ini tujuan baik untuk perbaikan pembangunan di Kabupaten Sampang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Utamakan Komunikasi dan Sinergitas Antar OPD

Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto mengatakan, semua yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan pasti akan kami tindak lanjuti. Apalagi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Sampang.

Sejauh ini pihaknya menilai pokja ULP masih independen. Sebab, pihaknya pun tidak bisa mengintervensi terhadap proses dan tahapan lelang. Menurut dia, sistem lelang saat ini sudah menggunakan sistem elektronik. ”Itu baik, rencana itu akan kami tindak lanjuti,” singkatnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/