alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Puluhan Ribu Warga Sampang Tak Sekolah

SAMPANG – Kesempatan mengenyam pendidikan terbuka bebas. Namun, tidak sedikit warga yang belum pernah masuk sekolah. Di Kota Bahari angkanya mencapai puluhan ribu orang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang menyebutkan, pada 2016 diketahui 23 ribu penduduk tidak pernah sekolah. Sementara mereka yang belum tamat SD/MI sekitar 29 ribu orang. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan 38 kabupaten/kota lain di Jawa Timur.

Karena itu, Sampang ditetapkan sebagai salah satu daerah tertinggal. Selain faktor lemahnya pendidikan, pengelolaan sumber daya alam (SDA) juga kurang maksimal. Itu berkaitan dengan minimnya tenaga kerja potensial.

Kasi Statistik Sosial BPS Sampang Nur Amin Setiawan mengatakan, indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Bahari rendah. Sebab, angka masyarakat yang tidak pernah sekolah dan tidak tamat sekolah masih tinggi. Itu juga ditopang dengan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan yang rendah.

Baca Juga :  Kades Ketapang Barat Salurkan BLT DD

Menurut Amin, lemahnya sektor pendidikan sangat berdampak pada kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Apalagi ditambah dengan tidak adanya lapangan pekerjaan. Akibatnya, banyak masyarakat yang mempunyai taraf pendidikan tinggi dan cukup baik lebih memilih bekerja di luar daerah. ”Kondisi seperti ini membuat Sampang sulit untuk maju dan berkembang dalam sektor sosial dan ekonomi masyarakat,” katanya Senin (18/9).

Pendataan 2016, penduduk yang tidak pernah sekolah rata-rata berusia lanjut. Mereka sulit ditangani meskipun ada program keaksaraan fungsional (KF) dan program lain. Mayoritas sejak kecil mereka belum pernah mengenyam pendidikan. Dengan demikian, 70 persen dari jumlah tersebut merupakan warga buta aksara.

Bupati Fadhilah Budiono mengatakan, peningkatan IPM telah menjadi program prioritas pemkab. Pihaknya meminta disdik bekerja lebih keras lagi dalam menjalankan beberapa program untuk meningkatkan sektor pendidikan. Salah satunya, program pengentasan buta aksara melalui KF. ”Gubernur Jatim meminta kepada kami agar IPM di Sampang lebih ditingkatkan,” katanya.

Baca Juga :  Waduh!! Banyak Kendaraan Dinas di Sampang Digadaikan
- Advertisement -

SAMPANG – Kesempatan mengenyam pendidikan terbuka bebas. Namun, tidak sedikit warga yang belum pernah masuk sekolah. Di Kota Bahari angkanya mencapai puluhan ribu orang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang menyebutkan, pada 2016 diketahui 23 ribu penduduk tidak pernah sekolah. Sementara mereka yang belum tamat SD/MI sekitar 29 ribu orang. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan 38 kabupaten/kota lain di Jawa Timur.

Karena itu, Sampang ditetapkan sebagai salah satu daerah tertinggal. Selain faktor lemahnya pendidikan, pengelolaan sumber daya alam (SDA) juga kurang maksimal. Itu berkaitan dengan minimnya tenaga kerja potensial.


Kasi Statistik Sosial BPS Sampang Nur Amin Setiawan mengatakan, indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Bahari rendah. Sebab, angka masyarakat yang tidak pernah sekolah dan tidak tamat sekolah masih tinggi. Itu juga ditopang dengan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan yang rendah.

Baca Juga :  Besok Umumkan Formasi CPNS

Menurut Amin, lemahnya sektor pendidikan sangat berdampak pada kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Apalagi ditambah dengan tidak adanya lapangan pekerjaan. Akibatnya, banyak masyarakat yang mempunyai taraf pendidikan tinggi dan cukup baik lebih memilih bekerja di luar daerah. ”Kondisi seperti ini membuat Sampang sulit untuk maju dan berkembang dalam sektor sosial dan ekonomi masyarakat,” katanya Senin (18/9).

Pendataan 2016, penduduk yang tidak pernah sekolah rata-rata berusia lanjut. Mereka sulit ditangani meskipun ada program keaksaraan fungsional (KF) dan program lain. Mayoritas sejak kecil mereka belum pernah mengenyam pendidikan. Dengan demikian, 70 persen dari jumlah tersebut merupakan warga buta aksara.

Bupati Fadhilah Budiono mengatakan, peningkatan IPM telah menjadi program prioritas pemkab. Pihaknya meminta disdik bekerja lebih keras lagi dalam menjalankan beberapa program untuk meningkatkan sektor pendidikan. Salah satunya, program pengentasan buta aksara melalui KF. ”Gubernur Jatim meminta kepada kami agar IPM di Sampang lebih ditingkatkan,” katanya.

Baca Juga :  Pengembangan Pasar Hewan Lamban
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/