alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Ulama Dukung Madura Bebas Campak dan Rubella

SAMPANG – Program nasional imunisasi campak dan rubella (measles-rubella/MR) mendapat dukungan penuh dari para ulama. Salah satunya, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ihsan Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, Sampang, KH Mahrus Abdul Malik. Saat ditemui di kediamannya, dia menyatakan dukungan penuh Madura terbebas dari campak dan rubella.

Dia menyebut, imunasi campak dan rubella secara hukum dan agama tidak haram. Justru imunisasi itu sangat baik bagi tumbuh kembang anak. Apalagi, fatwa MUI sudah jelas bahwa imunisasi MR halal. ”Jadi kami mendukung penuh. Artinya, semua anak-anak di Sampang harus terbebas dari campak dan rubella,” ucap KH Mahrus Jumat (18/8).

Pihaknya meminta masyarakat tidak percaya terhadap isu yang berupaya memecah belah keutuhan bangsa. Menurut dia, keputusan fatwa MUI, bahwa imunisasi MR dan vaksin halal dan tidak mengandung babi, harus diikuti. ”Dalam mengeluarkan fatwa, MUI punya dasar yang jelas. Jadi kami mengajak masyarakat agar anak-anaknya bersedia diberi imunisasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Parah, Sabung Ayam saat Social Distance

Dia meminta masyarakat tidak ragu dan percaya seratus persen tentang program imunisasi MR. Karena dia yakin, pemerintah tidak mungkin meracuni masyarakat. Justru, pemerintah tidak menginginkan masyarakat menderita penyakit. ”Semoga masyarakat tidak lagi percaya terhadap isu-isu yang tidak jelas sumber kebenarannya. Yakinlah dan berdoa, melalui imunisasi MR ini, anak-anak kita akan tumbuh sehat,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jrangoan Zahruddin mengutarakan, persiapan imunisasi MR yang dilakukan di PP Al Ihsan Jrangoan akan didatangi Gubernur Jatim Soekarwo. Sekitar 600 lebih anak akan diimunisasi.  ”Mereka dari PAUD, MI, dan MTs. Sasaran kami yang ada di pondok ini,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Sampang dr Firman Pria Abadi mengungkapkan, imunisasi MR di Kota Bahari sudah mencapai 60 persen. Se-Jawa Timur, Sampang berada di urutan tertinggi. Karena itu, Gubernur Jatim Soekarwo akan menyaksikan langsung pelaksanaan imunisasi MR tersebut. ”Di puskesmas-puskesmas, rata-rata sudah mencapai 86 persen. Kalau se-Sampang 60 persen,” ucapnya.

Baca Juga :  Proyek Ruang Kelas SDN Karang Anyar 1 Disorot

Firman mengungkapkan, alasan dinkes mencapai 60 persen dari program imunisasi MR, menggunakan strategi dengan pola baru. Pertama, memompa semangat petugas bahwa imunisasi MR adalah momentum untuk menunjukkan kepada Indonesia, bahwa Dinkes Sampang mampu mencapai target.

”Bagi saya ini adalah kompetisi dan semangat antar daerah. Karena setiap hari kami kirim datanya ke pusat,” ujarnya. ”Ini mungkin jawaban bahwa kesehatan di Sampang tidak lagi terbelakang,” jelasnya.

Meski targetnya 60 hari, Firman menargetkan 32 hari kerja program imunisasi MR sudah bisa mencapai target. Selain itu, melakukan sosialisasi secara masif dan membuat strategi pelaksanaan. ”Yang kami sentuh pertama adalah kelompok masyarakat yang sulit untuk diimunisasi. Alhamdulillah, sasaran yang menjadi prioritas kami sudah diimunisasi dan diberi vaksin,” tandasnya. 

- Advertisement -

SAMPANG – Program nasional imunisasi campak dan rubella (measles-rubella/MR) mendapat dukungan penuh dari para ulama. Salah satunya, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ihsan Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, Sampang, KH Mahrus Abdul Malik. Saat ditemui di kediamannya, dia menyatakan dukungan penuh Madura terbebas dari campak dan rubella.

Dia menyebut, imunasi campak dan rubella secara hukum dan agama tidak haram. Justru imunisasi itu sangat baik bagi tumbuh kembang anak. Apalagi, fatwa MUI sudah jelas bahwa imunisasi MR halal. ”Jadi kami mendukung penuh. Artinya, semua anak-anak di Sampang harus terbebas dari campak dan rubella,” ucap KH Mahrus Jumat (18/8).

Pihaknya meminta masyarakat tidak percaya terhadap isu yang berupaya memecah belah keutuhan bangsa. Menurut dia, keputusan fatwa MUI, bahwa imunisasi MR dan vaksin halal dan tidak mengandung babi, harus diikuti. ”Dalam mengeluarkan fatwa, MUI punya dasar yang jelas. Jadi kami mengajak masyarakat agar anak-anaknya bersedia diberi imunisasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Anak Disuntik Kena Tulang, Wali Murid Polisikan Dinkes

Dia meminta masyarakat tidak ragu dan percaya seratus persen tentang program imunisasi MR. Karena dia yakin, pemerintah tidak mungkin meracuni masyarakat. Justru, pemerintah tidak menginginkan masyarakat menderita penyakit. ”Semoga masyarakat tidak lagi percaya terhadap isu-isu yang tidak jelas sumber kebenarannya. Yakinlah dan berdoa, melalui imunisasi MR ini, anak-anak kita akan tumbuh sehat,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jrangoan Zahruddin mengutarakan, persiapan imunisasi MR yang dilakukan di PP Al Ihsan Jrangoan akan didatangi Gubernur Jatim Soekarwo. Sekitar 600 lebih anak akan diimunisasi.  ”Mereka dari PAUD, MI, dan MTs. Sasaran kami yang ada di pondok ini,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Sampang dr Firman Pria Abadi mengungkapkan, imunisasi MR di Kota Bahari sudah mencapai 60 persen. Se-Jawa Timur, Sampang berada di urutan tertinggi. Karena itu, Gubernur Jatim Soekarwo akan menyaksikan langsung pelaksanaan imunisasi MR tersebut. ”Di puskesmas-puskesmas, rata-rata sudah mencapai 86 persen. Kalau se-Sampang 60 persen,” ucapnya.

Baca Juga :  Hikari vs Satpol PP Bersitegang

Firman mengungkapkan, alasan dinkes mencapai 60 persen dari program imunisasi MR, menggunakan strategi dengan pola baru. Pertama, memompa semangat petugas bahwa imunisasi MR adalah momentum untuk menunjukkan kepada Indonesia, bahwa Dinkes Sampang mampu mencapai target.

”Bagi saya ini adalah kompetisi dan semangat antar daerah. Karena setiap hari kami kirim datanya ke pusat,” ujarnya. ”Ini mungkin jawaban bahwa kesehatan di Sampang tidak lagi terbelakang,” jelasnya.

Meski targetnya 60 hari, Firman menargetkan 32 hari kerja program imunisasi MR sudah bisa mencapai target. Selain itu, melakukan sosialisasi secara masif dan membuat strategi pelaksanaan. ”Yang kami sentuh pertama adalah kelompok masyarakat yang sulit untuk diimunisasi. Alhamdulillah, sasaran yang menjadi prioritas kami sudah diimunisasi dan diberi vaksin,” tandasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/