alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Diskumnaker Sampang Tak Punya Alat, Pelatihan Servis Kendaraan Vakum

SAMPANG – Selain memberi pelatihan kerja pada enam kejuruan, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang juga mengajarkan service kendaraan roda empat. Cuma, tahun ini vakum karena terkendala tidak tersedianya alat praktek.

Ludfi, Kasi Pelatihan dan Produktifitas Bidang Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Ludfi mengatakan, saat ini sedang melatih 36 orang yang terbagi enam kejuruan. “Mulai servis kendaraan roda dua, partikel office, las listrik, menjahit, rias manten dan batik,” katanya.

Menurit Ludfi, biasanya setiap tahunnya juga mengadakan pelatihan service kendaraan roda empat. Untuk tahun ini, vakum tidak memiliki alat praktek. “Tahun 2016 kami memiliki mobil. Tapi yang injeksi belum,” terangnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Sampang Pimpin Upacara Perayaan Hardiknas

Dijelaskan, saat ini pihaknya mengajukan pengadaan mobil berbahan solar kepada Bupati Sampang H Slamet Junaidi. “Semoga mobil operasional camat yang ditarik bisa dimanfaatkan untuk bahan praktek,” harap Ludfi.

Ludfi menambahkan, ada beberapa kriteria menjadi peserta pelatihan. Pertama, tidak memiliki keterampilan sama sekali. Kedua, memberi pelatihan kepada orang yang ingin beralih profeai. “Ketiga, melatih orang yang ingin menambah keahliannya,” imbuhnya. (Moh Iqbal)

SAMPANG – Selain memberi pelatihan kerja pada enam kejuruan, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang juga mengajarkan service kendaraan roda empat. Cuma, tahun ini vakum karena terkendala tidak tersedianya alat praktek.

Ludfi, Kasi Pelatihan dan Produktifitas Bidang Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Ludfi mengatakan, saat ini sedang melatih 36 orang yang terbagi enam kejuruan. “Mulai servis kendaraan roda dua, partikel office, las listrik, menjahit, rias manten dan batik,” katanya.

Menurit Ludfi, biasanya setiap tahunnya juga mengadakan pelatihan service kendaraan roda empat. Untuk tahun ini, vakum tidak memiliki alat praktek. “Tahun 2016 kami memiliki mobil. Tapi yang injeksi belum,” terangnya.

Baca Juga :  Kejari Ingatkan Pejabat Jauhi Tipikor


Dijelaskan, saat ini pihaknya mengajukan pengadaan mobil berbahan solar kepada Bupati Sampang H Slamet Junaidi. “Semoga mobil operasional camat yang ditarik bisa dimanfaatkan untuk bahan praktek,” harap Ludfi.

Ludfi menambahkan, ada beberapa kriteria menjadi peserta pelatihan. Pertama, tidak memiliki keterampilan sama sekali. Kedua, memberi pelatihan kepada orang yang ingin beralih profeai. “Ketiga, melatih orang yang ingin menambah keahliannya,” imbuhnya. (Moh Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/