alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Belum Digunakan, Dermaga Taddan Tak Terawat

BANGKALAN – Kondisi pelabuhan regional di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, memprihatinkan. Meski belum dioperasikan, keberadaannya tidak terawat. Dermaga terlihat kotor dan di beberapa bagian menghitam. Sejumlah tembok tidak utuh.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, kendaraan roda empat dilarang masuk ke dermaga tersebut. Namun, kendaraan roda dua bisa lalu lalang. Setiap hari dermaga dipenuhi warga yang hobi memancing. Di badan dermaga banyak sisa kotoran bekas proyek.

Hingga Rabu (18/4), bekas-bekas tersebut belum dibersihkan. Bahkan sebagian permukaan dermaga tidak rata. Sisa-sisa cor waktu pembangunan mengering sehingga dermaga terlihat kumuh.

Suaidi, 42, laki-laki yang mengaku sering berada di dermaga, menuturkan, kondisi pelabuhan tidak terawat. Menurut dia, sejak selesai pembangunan, dermaga tidak dibersihkan. Badan dermaga di bagian ujung tidak rata. Bahkan sebagian dermaga berwarna kehitaman.

Baca Juga :  Normalisasi Kali Kamoning Terancam Molor

”Sepertinya pekerjaannya dikebut. Sisa-sisa cor mengering dan membuat badan dermaga tidak rata. Silakan kroscek saja. Masih banyak badan dermaga yang kehitaman,” ucapnya.

Dia menilai, kerusakan di sejumlah tembok dampak pekerjaan yang terburu-buru. Suaidi meyakini, kekurangan dermaga tidak berkaitan dengan pemancing. Tapi, murni disebabkan minimnya perawatan oleh pengelola pelabuhan.

Kepala Pelabuhan Kelas III Pamekasan Suko mengaku tidak berwenang memberikan penjelasan tentang dermaga di pelabuhan regional, Desa Taddan. Dia mengaku sudah memasuki masa pensiun. ”Silakan langsung ke pak Agus,” sarannya.

Sementara Agus belum bisa dikonfirmasi. Berusaha ditemui di meja kerjanya tidak berhasil. Pimpinan di Kantor Pelabuhan Kelas III Pamekasan terjadi perubahan.

Baca Juga :  Penerimaan CPNS Dibuka, Pemohon SKCK di Mapolres Sampang Meningkat
- Advertisement -

BANGKALAN – Kondisi pelabuhan regional di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, memprihatinkan. Meski belum dioperasikan, keberadaannya tidak terawat. Dermaga terlihat kotor dan di beberapa bagian menghitam. Sejumlah tembok tidak utuh.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, kendaraan roda empat dilarang masuk ke dermaga tersebut. Namun, kendaraan roda dua bisa lalu lalang. Setiap hari dermaga dipenuhi warga yang hobi memancing. Di badan dermaga banyak sisa kotoran bekas proyek.

Hingga Rabu (18/4), bekas-bekas tersebut belum dibersihkan. Bahkan sebagian permukaan dermaga tidak rata. Sisa-sisa cor waktu pembangunan mengering sehingga dermaga terlihat kumuh.


Suaidi, 42, laki-laki yang mengaku sering berada di dermaga, menuturkan, kondisi pelabuhan tidak terawat. Menurut dia, sejak selesai pembangunan, dermaga tidak dibersihkan. Badan dermaga di bagian ujung tidak rata. Bahkan sebagian dermaga berwarna kehitaman.

Baca Juga :  Truk Penabrak Satpam Bukan Milik Jawa Pos

”Sepertinya pekerjaannya dikebut. Sisa-sisa cor mengering dan membuat badan dermaga tidak rata. Silakan kroscek saja. Masih banyak badan dermaga yang kehitaman,” ucapnya.

Dia menilai, kerusakan di sejumlah tembok dampak pekerjaan yang terburu-buru. Suaidi meyakini, kekurangan dermaga tidak berkaitan dengan pemancing. Tapi, murni disebabkan minimnya perawatan oleh pengelola pelabuhan.

Kepala Pelabuhan Kelas III Pamekasan Suko mengaku tidak berwenang memberikan penjelasan tentang dermaga di pelabuhan regional, Desa Taddan. Dia mengaku sudah memasuki masa pensiun. ”Silakan langsung ke pak Agus,” sarannya.

Sementara Agus belum bisa dikonfirmasi. Berusaha ditemui di meja kerjanya tidak berhasil. Pimpinan di Kantor Pelabuhan Kelas III Pamekasan terjadi perubahan.

Baca Juga :  Makan Nasi Kotak di Puskesmas 42 Keracunan, 12 Pegawai Belum Ngantor
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/