alexametrics
21 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Proyek SPAM Tak Pakai Kajian

SAMPANG – Pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Sampang yang banyak tidak bisa dimanfaatkan menjadi sorotan. Bahkan, Bupati Slamet Junaidi menuding program tersebut terkesan tak memakai kajian.

Beberapa hari lalu, bupati dan Wabup Abdullah Hidayat menghadiri musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di Kecamatan Torjun. Seperti biasa, sebelum acara dimulai, bupati dan wakil bupati melihat bangunan di sekitar kantor kecamatan.

Kebetulan, di belakang kantor Kecamatan Torjun ada tandon air yang dibangun melalui program SPAM. Tandon tersebut tak difungsikan karena tidak ada sumber air untuk dialirkan ke tandon. ”Program macam apa kalau kayak gitu? Mestinya tandon SPAM itu dibangun jika sudah ada sumber airnya. Kalau kayak gitu, seperti tak melakukan kajian terlebih dahulu,” katanya.

Baca Juga :  Setelah Deddy Corbuzier, Kepala BPBD Sampang Kini Resmi Jadi Mualaf

Selain itu, pihaknya juga mengakui bahwa banyak laporan yang masuk mengenai program SPAM yang tak bermanfaat kepada masyarakat. Seperti pengeboran dan pembangunan tandon. ”Kami akan evaluasi program SPAM ini. Kami tidak ingin anggaran dibuang sia-sia karena tak bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.

Ke depan pihaknya akan meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memaparkan programnya. Selain itu, menjelaskan secara rinci kajian dari program tersebut. ”Kami ingin, semua program dan kegiatan didasarkan pada kebutuhan bukan keinginan,” tambahnya.

Kepala DPRKP Sampang Abd. Hannan mengakui ada sebagian program SPAM tak bisa dioperasikan secara maksimal. Menurut dia, kendalanya terjadi setelah dilakukan pembangunan. ”Sebelum dibangun, hasil kajiannya sudah memenuhi standar. Tapi setelah dibangun baru ada masalah. Seperti sumber airnya mengecil dan bahkan menghilang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Namun, evaluasi bupati akan dijadikan pedoman untuk memperbaiki kinerja. Menurut dia, pihaknya sudah berkomitmen kepada bupati untuk melaksanakan program dengan baik. ”Kami siap mengevaluasi dan memperbaiki. Teguran dari Pak Bupati ini akan kami jadikan penyemangat untuk bekerja lebih baik lagi ke depan. Kami akan evaluasi di internal nantinya,” janjinya. 

SAMPANG – Pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Sampang yang banyak tidak bisa dimanfaatkan menjadi sorotan. Bahkan, Bupati Slamet Junaidi menuding program tersebut terkesan tak memakai kajian.

Beberapa hari lalu, bupati dan Wabup Abdullah Hidayat menghadiri musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di Kecamatan Torjun. Seperti biasa, sebelum acara dimulai, bupati dan wakil bupati melihat bangunan di sekitar kantor kecamatan.

Kebetulan, di belakang kantor Kecamatan Torjun ada tandon air yang dibangun melalui program SPAM. Tandon tersebut tak difungsikan karena tidak ada sumber air untuk dialirkan ke tandon. ”Program macam apa kalau kayak gitu? Mestinya tandon SPAM itu dibangun jika sudah ada sumber airnya. Kalau kayak gitu, seperti tak melakukan kajian terlebih dahulu,” katanya.

Baca Juga :  Penukaran Pohon dengan Buku Nikah Buram

Selain itu, pihaknya juga mengakui bahwa banyak laporan yang masuk mengenai program SPAM yang tak bermanfaat kepada masyarakat. Seperti pengeboran dan pembangunan tandon. ”Kami akan evaluasi program SPAM ini. Kami tidak ingin anggaran dibuang sia-sia karena tak bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.

Ke depan pihaknya akan meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memaparkan programnya. Selain itu, menjelaskan secara rinci kajian dari program tersebut. ”Kami ingin, semua program dan kegiatan didasarkan pada kebutuhan bukan keinginan,” tambahnya.

Kepala DPRKP Sampang Abd. Hannan mengakui ada sebagian program SPAM tak bisa dioperasikan secara maksimal. Menurut dia, kendalanya terjadi setelah dilakukan pembangunan. ”Sebelum dibangun, hasil kajiannya sudah memenuhi standar. Tapi setelah dibangun baru ada masalah. Seperti sumber airnya mengecil dan bahkan menghilang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Direktur Poltera Kukuhkan Mahasiswa Baru

Namun, evaluasi bupati akan dijadikan pedoman untuk memperbaiki kinerja. Menurut dia, pihaknya sudah berkomitmen kepada bupati untuk melaksanakan program dengan baik. ”Kami siap mengevaluasi dan memperbaiki. Teguran dari Pak Bupati ini akan kami jadikan penyemangat untuk bekerja lebih baik lagi ke depan. Kami akan evaluasi di internal nantinya,” janjinya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/