alexametrics
24.9 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Ratusan Ribu Garam Rakyat Tak Terserap

SAMPANG – Produksi garam rakyat tahun lalu banyak tak terserap. Petani memilih menumpuk garam. Mereka akan menjualnya saat harga tinggi.

Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM) Sampang Moh. Yanto menyampaikan, saat ini stok garam yang terserap 111 ribu ton. Petani berharap, dalam jangka pendek pemerintah memfasilitasi perusahaan pengolah garam agar bisa membeli garam rakyat yang masih melimpah tersebut.

Pria berkacamata itu mengutarakan, harga saat ini untuk kualitas satu (kw-1) Rp 1.400 per kilogram di satu perusahaan. Sementara perusahaan lainnya sudah tidak membeli. Alasannya penuh. ”Serapan garam rakyat 2018 oleh PT Garam sangat rendah,” sesalnya.

Yanto menambahkan, produksi garam oleh PT Garam juga banyak. Padahal, PT Garam diberi amanah oleh negara melalui penyertaan modal negara (PMN) untuk menyerap garam rakyat. ”Hasil produksinya mau dilempar ke mana? Karena pasar PT Garam sama dengan garam rakyat,” sindirnya.

Baca Juga :  CCTV Rp 200 Juta Akan Dipasang Maret

Di tempat terpisah, Humas PT Garam Khomaeni Ramadhan menegaskan, pihaknya masih terus melakukan penyerapan garam rakyat hingga saat ini. Hanya, petani menunggu mahalnya harga garam.

Dia mengaku belum tahu secara detail seperti apa strategi petambak. ”Kami tetap melakukan penyerapan,” klaimnya.

Pria yang akrab disapa Rama itu menyebutkan, harga garam per kilogram sekitar Rp 1.500 untuk garam kw-1. Cara penyerapannya, tetap menjaga kestabilan harga. Meskipun turun, tidak terlalu signifikan. ”Kami tetap menjaga harga untuk customer,” tandasnya. 

SAMPANG – Produksi garam rakyat tahun lalu banyak tak terserap. Petani memilih menumpuk garam. Mereka akan menjualnya saat harga tinggi.

Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM) Sampang Moh. Yanto menyampaikan, saat ini stok garam yang terserap 111 ribu ton. Petani berharap, dalam jangka pendek pemerintah memfasilitasi perusahaan pengolah garam agar bisa membeli garam rakyat yang masih melimpah tersebut.

Pria berkacamata itu mengutarakan, harga saat ini untuk kualitas satu (kw-1) Rp 1.400 per kilogram di satu perusahaan. Sementara perusahaan lainnya sudah tidak membeli. Alasannya penuh. ”Serapan garam rakyat 2018 oleh PT Garam sangat rendah,” sesalnya.


Yanto menambahkan, produksi garam oleh PT Garam juga banyak. Padahal, PT Garam diberi amanah oleh negara melalui penyertaan modal negara (PMN) untuk menyerap garam rakyat. ”Hasil produksinya mau dilempar ke mana? Karena pasar PT Garam sama dengan garam rakyat,” sindirnya.

Baca Juga :  Upaya Mendongkrak Stabilitas Harga Garam di Madura

Di tempat terpisah, Humas PT Garam Khomaeni Ramadhan menegaskan, pihaknya masih terus melakukan penyerapan garam rakyat hingga saat ini. Hanya, petani menunggu mahalnya harga garam.

Dia mengaku belum tahu secara detail seperti apa strategi petambak. ”Kami tetap melakukan penyerapan,” klaimnya.

Pria yang akrab disapa Rama itu menyebutkan, harga garam per kilogram sekitar Rp 1.500 untuk garam kw-1. Cara penyerapannya, tetap menjaga kestabilan harga. Meskipun turun, tidak terlalu signifikan. ”Kami tetap menjaga harga untuk customer,” tandasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/