alexametrics
29.4 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Menyoroti Proyek Pengendali Banjir Sampang

Berbagai macam cara dilakukan pemerintah untuk mengatasi banjir tahunan di Sampang. Ratusan miliar anggaran dialokasikan untuk program tersebut. Baik yang sudah selesai dikerjakan ataupun masih proses pekerjaan. Proyek tersebut belum dirasakan masyarakat.

 

PROYEK instalasi rumah pompa penanganan banjir dikerjakan pada 2017 (selengkapnya lihat grafis). Pembangunan instalasi pompa banjir Sungai Kamoning pertama dikerjakan di Jalan Delima, Kelurahan Gunung Sekar, dengan pagu anggaran Rp 8.020.000.000 dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 8.017.460.000. Lelang proyek tersebut dimenangkan PT Indopenta Bumi Permai dengan nilai kontrak Rp 7.650.357.000.

Kedua, pembangunan instalasi pompa banjir di Jalan Bahagia dan Pompa Jrangon di Kampung Kajuk, Kelurahan Rongtengah. Pagu anggaran Rp 14.305.644.000 dan HPS Rp 14.303.960.000. PT Indopenta Bumi Permai berhasil menyisihkan 24 peserta lelang dengan nilai kontrak Rp 13.999.601.000.

Ketiga, instalasi pompa banjir di Desa Panggung. Pompa dengan pagu Rp 18.883.000.000 dan HPS Rp 18.880.917.000 itu digarap PT Ganesa Jaya. Keempat, di Jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang, ini memiliki pagu anggaran Rp 8.070.000.000 dan nilai HPS Rp 8.068.687.000. PT Gala Karya jadi pemenang dengan nilai kontrak Rp 7.936.247.000.

Baca Juga :  Ngaji Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks

Selain itu, ada juga anggaran untuk supervise konstruksi pembangunan instalasi banjir Sungai Kamoning. Nilai pagu pengawasan Rp 690.156.000 dengan nilai HPS Rp 690.140.000. Lelang diikuti 22 peserta dimenangkan PT Mitra Cipta Engineering Consultant dengan nilai kontrak Rp 642.565.000. Pekerjaan proyek dimulai awal September 2016 dan berakhir Desember 2017.  

Anggota Komisi III DPRD Sampang Anwar Sanusi mengatakan, sejak awal disampaikan bahwa ploting anggaran untuk pompa tidak akan maksimal selama sheet pile dan normalisasi belum selesai secara. ”Ketika air meluap saat banjir, lalu disedot dari lokasi banjir ke sungai.,” katanya kemarin (18/1).

Politikus PDIP asal Kecamatan Kedungdung itu menjelaskan, pompa banjir tidak bisa berfungsi secara maskimal sebelum normalisasi diselesaikan. Padahal, pihaknya sudah menyampaikan  sejak awal pada saat hearing bersama Balai Besar Wilayah (BBWS) Brantas. ”Proyek ini (pompa banjir, Red) sama halnya bohong. Program pompanisasi Kali Kamoning terkesan bagi-bagi kue,” tudingnya.

Baca Juga :  Masa Pengerjaan Proyek Rest Area Tinggal 28 Hari

Kepala Bappelitbangda Sampang Tony Moerdiwanto mengakui pembangunan pompa banjir belum bermanfaat. Pihaknya masih mengupayakan cara agar pengoperasiannya berjalan maksimal. Seperti normalisasi Kali Kamoning dan pemasangan sheet pile. ”Itu kewenangan provinsi. Induknya provinsi dan pusat,” ujarnya.

Selain pembangunan rumah pompa pengendali banjir, ada normalisasi dan pemasangan tebing sheet pile. Pekerjaan normalisasi dan penguatan tebing pemasangan sheet pile multiyears 2017–2019. ”Tahun ini harus selesai. Saya dulu inginnya lebih ke normalisasi, bukan ke pompa,” tandasnya. 

Berbagai macam cara dilakukan pemerintah untuk mengatasi banjir tahunan di Sampang. Ratusan miliar anggaran dialokasikan untuk program tersebut. Baik yang sudah selesai dikerjakan ataupun masih proses pekerjaan. Proyek tersebut belum dirasakan masyarakat.

 

PROYEK instalasi rumah pompa penanganan banjir dikerjakan pada 2017 (selengkapnya lihat grafis). Pembangunan instalasi pompa banjir Sungai Kamoning pertama dikerjakan di Jalan Delima, Kelurahan Gunung Sekar, dengan pagu anggaran Rp 8.020.000.000 dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 8.017.460.000. Lelang proyek tersebut dimenangkan PT Indopenta Bumi Permai dengan nilai kontrak Rp 7.650.357.000.


Kedua, pembangunan instalasi pompa banjir di Jalan Bahagia dan Pompa Jrangon di Kampung Kajuk, Kelurahan Rongtengah. Pagu anggaran Rp 14.305.644.000 dan HPS Rp 14.303.960.000. PT Indopenta Bumi Permai berhasil menyisihkan 24 peserta lelang dengan nilai kontrak Rp 13.999.601.000.

Ketiga, instalasi pompa banjir di Desa Panggung. Pompa dengan pagu Rp 18.883.000.000 dan HPS Rp 18.880.917.000 itu digarap PT Ganesa Jaya. Keempat, di Jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang, ini memiliki pagu anggaran Rp 8.070.000.000 dan nilai HPS Rp 8.068.687.000. PT Gala Karya jadi pemenang dengan nilai kontrak Rp 7.936.247.000.

Baca Juga :  PPK-PPTK Dituntut Satu Setengah Tahun

Selain itu, ada juga anggaran untuk supervise konstruksi pembangunan instalasi banjir Sungai Kamoning. Nilai pagu pengawasan Rp 690.156.000 dengan nilai HPS Rp 690.140.000. Lelang diikuti 22 peserta dimenangkan PT Mitra Cipta Engineering Consultant dengan nilai kontrak Rp 642.565.000. Pekerjaan proyek dimulai awal September 2016 dan berakhir Desember 2017.  

Anggota Komisi III DPRD Sampang Anwar Sanusi mengatakan, sejak awal disampaikan bahwa ploting anggaran untuk pompa tidak akan maksimal selama sheet pile dan normalisasi belum selesai secara. ”Ketika air meluap saat banjir, lalu disedot dari lokasi banjir ke sungai.,” katanya kemarin (18/1).

Politikus PDIP asal Kecamatan Kedungdung itu menjelaskan, pompa banjir tidak bisa berfungsi secara maskimal sebelum normalisasi diselesaikan. Padahal, pihaknya sudah menyampaikan  sejak awal pada saat hearing bersama Balai Besar Wilayah (BBWS) Brantas. ”Proyek ini (pompa banjir, Red) sama halnya bohong. Program pompanisasi Kali Kamoning terkesan bagi-bagi kue,” tudingnya.

Baca Juga :  Camat Bisa Rental Mobil Bagus

Kepala Bappelitbangda Sampang Tony Moerdiwanto mengakui pembangunan pompa banjir belum bermanfaat. Pihaknya masih mengupayakan cara agar pengoperasiannya berjalan maksimal. Seperti normalisasi Kali Kamoning dan pemasangan sheet pile. ”Itu kewenangan provinsi. Induknya provinsi dan pusat,” ujarnya.

Selain pembangunan rumah pompa pengendali banjir, ada normalisasi dan pemasangan tebing sheet pile. Pekerjaan normalisasi dan penguatan tebing pemasangan sheet pile multiyears 2017–2019. ”Tahun ini harus selesai. Saya dulu inginnya lebih ke normalisasi, bukan ke pompa,” tandasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Desa Wajib Verifikasi DPM Rastra

4.760 Aparat Gabungan Amankan Pilkades

Tahun Baru, Mabar Makin Seru!

Belasan Ribu E-KTP Invalid Dibakar

Artikel Terbaru

/