alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Alasan Cuaca, Normalisasi Diberhentikan

DEADLINE proyek normalisasi dan pemasangan sheet pile memang masih berakhir 27 Desember 2019. Namun, saat ini kegiatan tersebut dihentikan karena terkendala cuaca. Memasuki awal tahun ini pekerjaan mencapai 56 persen.

Komisaris PT Jati Wangi Moh. Nuri mengatakan, pekerjaan harus selesai tahun ini. Pelaksanaan masih tahap pemancangan. Pekerjaan normalisasi harus dilakukan pada musim kemarau. Jika sebelumnya pihaknya fokus pada pekerjaan normalisasi, pekerjaan lainnya tidak terselesaikan. Karena itu, di samping melaksanakan normalisasi, pihaknya lebih fokus kepada pemasangan sheet pile.

”Kami sudah berkoordinasi dengan pelaksana lainnya. Karena pada Januari–Maret masih musim hujan. Insyaallah Mei sudah mulai kami garap. Sebelumnya kami melakukan pekerjaan terus,” jelasnya.

Nuri menargetkan, sebelum masa kontrak habis akan menyelesaikan pekerjaan. Sebab, proyek tersebut berkaitan langsung dengan masyarakat. ”Sampang menjadi langganan banjir. Makanya normalisasi dan pemasangan sheet pile ini akan kami maksimalkan. Supaya manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Hantui Warga Pesisir Pantai

Normalisasi Sungai Kamoning sepanjang 9 kilometer. Total anggaran normalisasi dan penguatan tebing Rp 365,3 miliar dari APBN oleh BBWS Brantas. Jenis pekerjaannya dibagi menjadi dua paket dan anggaran dananya multiyears contract (MYC) sejak 2017–2019.

Paket pekerjaan pertama untuk pembangunan pengendali banjir Sungai Kamoning, normalisasi, dan penguatan tebing sebesar Rp 205,4 miliar. Tahun 2017 sebesar Rp 3,4 miliar, 2018 senilai Rp 43 miliar, dan Rp 159 miliar pada 2019. Kegiatan ini dilaksanakan PT Adi Karya Persero.

Paket kedua untuk pembangunan pengendali banjir Sungai Kamoning, normalisasi, dan penguatan tebing. Nilai anggaran Rp 159,9 miliar. Perinciannya, 2017 sebesar Rp 4,9 miliar, Rp 30 miliar untuk 2018, dan 2019 dianggarkan Rp 125 miliar. Pelaksananya PT Rudi Jaya dan PT Jati Wangi. Panjang kegiatan paket pertama 4,8 kilometer dan paket kedua 4,2 kilometer.

Baca Juga :  Pemasangan Sheet Pile Telan Rp 3,7 Miliar

Anggota Komisi III DPRD Sampang Anwar Sanusi meminta pekerjaan normalisasi dan pemasangan sheet pile selesai tahun ini. Selain deadline, pekerjaan tersebut segera tuntas supaya luapan Sungai Kamoning bisa ditampung secara maksimal. ”Pengerukannya juga harus diperdalam,” pintanya.

Anwar menambahkan, ada satu-kesatuan antara pompanisasi pengendali banjir dan normalisasi serta pemasangan tiang pancang sheet pile. Pihaknya tidak ingin banjir di Sampang terus terjadi. Padahal sudah ada usaha dari pemerintah. ”Jangan sampai proyek ratusan miliar ini sia-sia,” ingatnya.

Kepala Bappelitbangda Sampang Tony Moerdiwanto mengatakan, proyek normalisasi dan penguatan tebing bersumber dari satuan kerja (satker) Balai Besar Wilayah (BBWS) Brantas pusat. Pihaknya meminta pelaksana bekerja secara maksimal. ”Karena ini berkaitan dengan masyarakat Sampang,” imbuhnya.

DEADLINE proyek normalisasi dan pemasangan sheet pile memang masih berakhir 27 Desember 2019. Namun, saat ini kegiatan tersebut dihentikan karena terkendala cuaca. Memasuki awal tahun ini pekerjaan mencapai 56 persen.

Komisaris PT Jati Wangi Moh. Nuri mengatakan, pekerjaan harus selesai tahun ini. Pelaksanaan masih tahap pemancangan. Pekerjaan normalisasi harus dilakukan pada musim kemarau. Jika sebelumnya pihaknya fokus pada pekerjaan normalisasi, pekerjaan lainnya tidak terselesaikan. Karena itu, di samping melaksanakan normalisasi, pihaknya lebih fokus kepada pemasangan sheet pile.

”Kami sudah berkoordinasi dengan pelaksana lainnya. Karena pada Januari–Maret masih musim hujan. Insyaallah Mei sudah mulai kami garap. Sebelumnya kami melakukan pekerjaan terus,” jelasnya.


Nuri menargetkan, sebelum masa kontrak habis akan menyelesaikan pekerjaan. Sebab, proyek tersebut berkaitan langsung dengan masyarakat. ”Sampang menjadi langganan banjir. Makanya normalisasi dan pemasangan sheet pile ini akan kami maksimalkan. Supaya manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Cara Wartawan Rayakan Hari Santri Nasional 2019

Normalisasi Sungai Kamoning sepanjang 9 kilometer. Total anggaran normalisasi dan penguatan tebing Rp 365,3 miliar dari APBN oleh BBWS Brantas. Jenis pekerjaannya dibagi menjadi dua paket dan anggaran dananya multiyears contract (MYC) sejak 2017–2019.

Paket pekerjaan pertama untuk pembangunan pengendali banjir Sungai Kamoning, normalisasi, dan penguatan tebing sebesar Rp 205,4 miliar. Tahun 2017 sebesar Rp 3,4 miliar, 2018 senilai Rp 43 miliar, dan Rp 159 miliar pada 2019. Kegiatan ini dilaksanakan PT Adi Karya Persero.

Paket kedua untuk pembangunan pengendali banjir Sungai Kamoning, normalisasi, dan penguatan tebing. Nilai anggaran Rp 159,9 miliar. Perinciannya, 2017 sebesar Rp 4,9 miliar, Rp 30 miliar untuk 2018, dan 2019 dianggarkan Rp 125 miliar. Pelaksananya PT Rudi Jaya dan PT Jati Wangi. Panjang kegiatan paket pertama 4,8 kilometer dan paket kedua 4,2 kilometer.

Baca Juga :  Prajurit Selalu Berusaha Saling Melengkapi

Anggota Komisi III DPRD Sampang Anwar Sanusi meminta pekerjaan normalisasi dan pemasangan sheet pile selesai tahun ini. Selain deadline, pekerjaan tersebut segera tuntas supaya luapan Sungai Kamoning bisa ditampung secara maksimal. ”Pengerukannya juga harus diperdalam,” pintanya.

Anwar menambahkan, ada satu-kesatuan antara pompanisasi pengendali banjir dan normalisasi serta pemasangan tiang pancang sheet pile. Pihaknya tidak ingin banjir di Sampang terus terjadi. Padahal sudah ada usaha dari pemerintah. ”Jangan sampai proyek ratusan miliar ini sia-sia,” ingatnya.

Kepala Bappelitbangda Sampang Tony Moerdiwanto mengatakan, proyek normalisasi dan penguatan tebing bersumber dari satuan kerja (satker) Balai Besar Wilayah (BBWS) Brantas pusat. Pihaknya meminta pelaksana bekerja secara maksimal. ”Karena ini berkaitan dengan masyarakat Sampang,” imbuhnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/