alexametrics
24 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Perbaikan Gedung SDN Labuhan III Terakhir 2013

SAMPANG – Kerusakan gedung SDN Labuhan III, Kecamatan Sreseh, bukan tidak diketahui Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang. Pihak sekolah ternyata telah mengajukan proposal perbaikan. Namun, upaya tersebut belum mendapat tanggapan menggembirakan.

Bangunan itu berdiri pada 1976. Mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) untuk rehab sedang oleh Disdik Sampang pada 2013. Rehab itu menambah tinggi bangunan, perbaikan atap, dan menembel bangunan yang retak.

Pada saat itu bangunan kelas 1V, V, dan VI yang diperbaiki. Kerusakan tiga kelas itu dan perpustakaan retak parah. Keramik juga menganga. Keretakan sejak Juni lalu semakin parah sejak dua bulan terakhir. ”Kerusakan gedung karena faktor cuaca. Ditambah hujan deras baru-baru ini,” kata Plt Kepala SDN Labuhan III Syakur. 

Kepala SDN Labuhan VI itu menambahkan, guru PNS di SDN Labuhan III dua orang dan dibantu empat guru suka relawan (sukwan). Menurutnya, kerusakan gedung bukan kesalahan pelaksana proyek. Tanah di belakang gedung atau di sisi timur itu jurang.

Baca Juga :  Dukung Ahmad Fauzan Ali

Jika tidak dilengkapi dengan plengsengan, yang terjadi bangunan bakal cepat rusak. ”Dua guru PNS itu satunya mengajar agama dan satunya olahraga. Kalau gedung mau diperbaiki memang harus dilengkapi plengsengan, supaya kuat,” ujarnya.

Siswa SDN Labuhan III 50 orang. Perinciannya, 14 orang kelas I, 12 siswa kelas II, dan 8 siswa di kelas III. Sedangkan kelas IV diisi 7 orang serta kelas V dan VI masing-masing 6 siswa. ”Kelas I yang belajar di luar kelas. Karena ini menyangkut jiwa anak-anak, kami berharap secepatnya dapat bantuan,” tandasnya.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sreseh Abd. Basid mengatakan, pihaknya sudah mengajukan proposal pada Desember 2016. ”Ada bantuan rehab dua ruang kelas. Tapi, itu anggarannya dari DAU,” katanya.

Baca Juga :  Wabup Serahkan Bantuan Rp 10 Juta

Kasi Sarpras Pembinaan SD Rojiun mengatakan, pihaknya banyak menerima laporan kerusakan bangunan sekolah. Karena itu, dia berdalih tidak mengetahui secara pasti lembaga mana saja yang rusak parah.

”Kami belum bisa berbuat banyak. Jika kami sudah mengetahui ada bangunan rusak yang sifatnya urgen,akan segera melakukan tindakan,” janjinya.

Tetapi untuk tahun ini tidak mungkin karena sudah masuk akhir tahun. Sebelumnya, dia mengaku mengetahui sekolah di bawah naungannya rusak parah. Jika memang ada gedung sekolah rusak parah, agar segera dilaporkan. 

SAMPANG – Kerusakan gedung SDN Labuhan III, Kecamatan Sreseh, bukan tidak diketahui Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang. Pihak sekolah ternyata telah mengajukan proposal perbaikan. Namun, upaya tersebut belum mendapat tanggapan menggembirakan.

Bangunan itu berdiri pada 1976. Mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) untuk rehab sedang oleh Disdik Sampang pada 2013. Rehab itu menambah tinggi bangunan, perbaikan atap, dan menembel bangunan yang retak.

Pada saat itu bangunan kelas 1V, V, dan VI yang diperbaiki. Kerusakan tiga kelas itu dan perpustakaan retak parah. Keramik juga menganga. Keretakan sejak Juni lalu semakin parah sejak dua bulan terakhir. ”Kerusakan gedung karena faktor cuaca. Ditambah hujan deras baru-baru ini,” kata Plt Kepala SDN Labuhan III Syakur. 


Kepala SDN Labuhan VI itu menambahkan, guru PNS di SDN Labuhan III dua orang dan dibantu empat guru suka relawan (sukwan). Menurutnya, kerusakan gedung bukan kesalahan pelaksana proyek. Tanah di belakang gedung atau di sisi timur itu jurang.

Baca Juga :  Reklamasi, Sepuluh Bangunan Baru Tak Berizin

Jika tidak dilengkapi dengan plengsengan, yang terjadi bangunan bakal cepat rusak. ”Dua guru PNS itu satunya mengajar agama dan satunya olahraga. Kalau gedung mau diperbaiki memang harus dilengkapi plengsengan, supaya kuat,” ujarnya.

Siswa SDN Labuhan III 50 orang. Perinciannya, 14 orang kelas I, 12 siswa kelas II, dan 8 siswa di kelas III. Sedangkan kelas IV diisi 7 orang serta kelas V dan VI masing-masing 6 siswa. ”Kelas I yang belajar di luar kelas. Karena ini menyangkut jiwa anak-anak, kami berharap secepatnya dapat bantuan,” tandasnya.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sreseh Abd. Basid mengatakan, pihaknya sudah mengajukan proposal pada Desember 2016. ”Ada bantuan rehab dua ruang kelas. Tapi, itu anggarannya dari DAU,” katanya.

Baca Juga :  Disdik Akan Ajukan Perbaikan Jalan Sekolah

Kasi Sarpras Pembinaan SD Rojiun mengatakan, pihaknya banyak menerima laporan kerusakan bangunan sekolah. Karena itu, dia berdalih tidak mengetahui secara pasti lembaga mana saja yang rusak parah.

”Kami belum bisa berbuat banyak. Jika kami sudah mengetahui ada bangunan rusak yang sifatnya urgen,akan segera melakukan tindakan,” janjinya.

Tetapi untuk tahun ini tidak mungkin karena sudah masuk akhir tahun. Sebelumnya, dia mengaku mengetahui sekolah di bawah naungannya rusak parah. Jika memang ada gedung sekolah rusak parah, agar segera dilaporkan. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Ajak Teladani Perjuangan Rasulullah

Hikari vs Satpol PP Bersitegang

Kejari Bidik Kasus Baru

Artikel Terbaru

/