alexametrics
23.5 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Evakuasi Warga Dalam Sumur, Petugas Pingsan

SAMPANG – Peristiwa kematian warga Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, Jumat (17/11). Pasalnya, empat warga setempat mengembuskan napas terakhir diduga karena menghirup gas beracun di dalam sumur. Upaya pertolongan juga tidak mudah.

Kejadian tersebut bermula saat Juhri hendak membersihkan sumur tua yang lama tidak dipakai. Upaya itu dia lakukan dengan menggunakan mesin penyedot air. Kebetulan, sumur sedalam 25 meter itu tersebut merupakan sumur untuk umum. Lokasinya ada di sekitar lembaga pendidikan.

Mesin penyedot yang akan digunakan itu diturunkan dengan tali yang digantung. Selanjutnya, Juhri turun untuk melakukan pembersihan sumur tersebut. Tak berselang lama, pria 30 tahun itu naik untuk meminta pertolongan. Kemungkinan saat itu warga Dusun Tobadas, Desa Ketapang Timur, itu sudah merasa dirinya keracunan.

Juhri yang minta tangannya dipegang ke beberapa warga lain di atas sumur. Namun, tak sampai di atas, juhri pingsan. Seketika itu dia jatuh ke dalam sumur.

Baca Juga :  Masyarakat Kedungdung Harus Lebih Produktif

Melihat itu, warga berteriak bahwa Juhri jatuh. Datanglah Hoiri. Pria 30 tahun itu langsung turun untuk menolong sepupunya yang terjun bebas ke dalam sumur itu. Tetapi, Hoiri juga tak kembali. Dia juga mengembuskan napas terakhir di lokasi yang sama.

Kemudian, giliran Matruji yang turun untuk menolong kedua korban. Niat baik pria 40 tahun justru tidak berjalan mulus. Ipar Juhri ini juga tidak kembali setelah masuk ke dalam sumur. Juga meninggal.

Tangis histeris kian menjadi-jadi. Tak berselang lama datang Jumraton. Ayak Juhri datang setelah mendengar anaknya jatuh ke dalam sumur. Pria 50 tahun ini juga langsung turun untuk menolong anak, ponakan, dan menantunya.

Lagi-lagi upaya penyelamatan gagal. Bahkan, berujung malapetaka. Jumraton juga tak kembali dan meninggal dalam sumur. Setelah itu, warga kemudian bersama-sama melarang keluarga korban untuk tidak turun lagi.

”Keluarga dan warga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat dan meminta bantuan tim SAR dari Sampang untuk mengangkat korban dari dalam sumur,” terang Ali Munir, warga setempat yang masih kerabat korban.

Baca Juga :  BPBD Kesulitan Evakuasi Empat Korban Tewas Dalam Sumur

Musibah yang menimpa satu keluarga tersebut terjadi sekitar pukul 09.30. Jasad keempat korban baru bisa dievakuasi dari dalam sumur sekitar pukul 14.00. Petugas gabungan dari tim search and rescue (SAR) dan PMI berjibaku mengangkat para korban. Korban pertama yang berhasil dievaluasi adalah Juhri. Kemudian, Jumraton, Hoiri, dan Matruji.

”Ini musibah. Keempatnya diduga keracunan gas langsung meninggal setelah sampai di dasar sumur,” ungkapnya.

Kapolsek Ketapang AKP Aries Dwiyanto mengungkapkan, berdasar keterangan sejumlah saksi keempat korban diduga keracunan gas. Lokasi sudah kami beri garis polisi guna proses penyelidikan.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa tim SAR yang akan melakukan evakuasi terhadap jasad empat korban sempat jatuh pingsan akibat gas beracun tersebut. Dia adalah Aziz dari PMI Ketapang. Beruntung, segera dilakukan penyelamatan oleh tim lain. ”Alhamdulillah akhirnya proses evakuasi berjalan lancar,” terangnya.

SAMPANG – Peristiwa kematian warga Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, Jumat (17/11). Pasalnya, empat warga setempat mengembuskan napas terakhir diduga karena menghirup gas beracun di dalam sumur. Upaya pertolongan juga tidak mudah.

Kejadian tersebut bermula saat Juhri hendak membersihkan sumur tua yang lama tidak dipakai. Upaya itu dia lakukan dengan menggunakan mesin penyedot air. Kebetulan, sumur sedalam 25 meter itu tersebut merupakan sumur untuk umum. Lokasinya ada di sekitar lembaga pendidikan.

Mesin penyedot yang akan digunakan itu diturunkan dengan tali yang digantung. Selanjutnya, Juhri turun untuk melakukan pembersihan sumur tersebut. Tak berselang lama, pria 30 tahun itu naik untuk meminta pertolongan. Kemungkinan saat itu warga Dusun Tobadas, Desa Ketapang Timur, itu sudah merasa dirinya keracunan.


Juhri yang minta tangannya dipegang ke beberapa warga lain di atas sumur. Namun, tak sampai di atas, juhri pingsan. Seketika itu dia jatuh ke dalam sumur.

Baca Juga :  Masyarakat Kedungdung Harus Lebih Produktif

Melihat itu, warga berteriak bahwa Juhri jatuh. Datanglah Hoiri. Pria 30 tahun itu langsung turun untuk menolong sepupunya yang terjun bebas ke dalam sumur itu. Tetapi, Hoiri juga tak kembali. Dia juga mengembuskan napas terakhir di lokasi yang sama.

Kemudian, giliran Matruji yang turun untuk menolong kedua korban. Niat baik pria 40 tahun justru tidak berjalan mulus. Ipar Juhri ini juga tidak kembali setelah masuk ke dalam sumur. Juga meninggal.

Tangis histeris kian menjadi-jadi. Tak berselang lama datang Jumraton. Ayak Juhri datang setelah mendengar anaknya jatuh ke dalam sumur. Pria 50 tahun ini juga langsung turun untuk menolong anak, ponakan, dan menantunya.

Lagi-lagi upaya penyelamatan gagal. Bahkan, berujung malapetaka. Jumraton juga tak kembali dan meninggal dalam sumur. Setelah itu, warga kemudian bersama-sama melarang keluarga korban untuk tidak turun lagi.

”Keluarga dan warga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat dan meminta bantuan tim SAR dari Sampang untuk mengangkat korban dari dalam sumur,” terang Ali Munir, warga setempat yang masih kerabat korban.

Baca Juga :  Hanya Tersedia 27 Ribu Blangko

Musibah yang menimpa satu keluarga tersebut terjadi sekitar pukul 09.30. Jasad keempat korban baru bisa dievakuasi dari dalam sumur sekitar pukul 14.00. Petugas gabungan dari tim search and rescue (SAR) dan PMI berjibaku mengangkat para korban. Korban pertama yang berhasil dievaluasi adalah Juhri. Kemudian, Jumraton, Hoiri, dan Matruji.

”Ini musibah. Keempatnya diduga keracunan gas langsung meninggal setelah sampai di dasar sumur,” ungkapnya.

Kapolsek Ketapang AKP Aries Dwiyanto mengungkapkan, berdasar keterangan sejumlah saksi keempat korban diduga keracunan gas. Lokasi sudah kami beri garis polisi guna proses penyelidikan.

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa tim SAR yang akan melakukan evakuasi terhadap jasad empat korban sempat jatuh pingsan akibat gas beracun tersebut. Dia adalah Aziz dari PMI Ketapang. Beruntung, segera dilakukan penyelamatan oleh tim lain. ”Alhamdulillah akhirnya proses evakuasi berjalan lancar,” terangnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/