alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pembangunan Harus Tepat dan Cepat

SAMPANG – Sisa waktu pelaksanaan anggaran 2019 tinggal dua bulan waktu efektif. Tetapi, sampai saat ini masih banyak yang tidak tuntas dikerjakan. Bahkan, beberapa paket yang dikerjakan oleh kontraktor hampir memasuki masa deadline.

Salah satu proyek yang hampir masa deadline yakni pembangunan gedung dekranasda di sebelah timur GOR Wijaya Kusuma. Proyek yang dikerjakan oleh CV Abanda Sarana itu harus selesai pada 30 Oktober mendatang. Terhitung dari hari ini, kurang 13 hari lamanya.

Sementara persentase pekerjaan belum mencapai 70 persen. Dalam waktu kurang dua pekan, pekerjaan tersebut harus dikebut. Jika tidak, akan melebihi deadline yang ada.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Hosni meminta pelaksana proyek bekerja cepat. Manakala butuh tambahan pekerja harus segera menambah. Bila dibutuhkan waktu lembur, harus meminta pekerja siap bekerja di malam hari.

Baca Juga :  Rp 1 M untuk Pembangunan RTLH

”Ini proyeknya cukup besar. Anggarannya mencapai Rp 1,3 miliar. Kami berharap rekanan bisa tepat waktu,” kata politikus PPP itu kemarin (17/10). ”Meski harus cepat, mereka tidak boleh lalai akan kualitasnya. Bekerja tepat waktu itu tuntutan, tapi memperhatikan kualitas juga kewajiban rekanan,” tegasnya.

Pekerjaan-pekerjaan lain yang juga belum tuntas banyak, baik berupa pembangunan sarana, infrastruktur, dan sejenisnya. Termasuk di dinas-dinas yang bermitra dengan komisi lainnya juga banyak yang belum tuntas 100 persen.

”Kami berharap agar pembangunan di Sampang ini berjalan lebih baik, agar visi Bapak Bupati membangun Sampang Hebat Bermartabat bisa terwujud,” tukasnya.

Pelaksana harian CV Abanda Sarana Miftahul Arifin mengatakan, pembangunan yang digarapnya pasti akan selesai tepat waktu. Rencananya, dia memang akan menambah tenaga pekerja. Cuma, berapa orang tambahan yang dibutuhkan belum disebutkan.

Baca Juga :  Rp 25 Miliar untuk Bandara Trunujoyo

Pihaknya juga akan menerapkan sistem lembur bagi pekerja. ”Harus selesai. Kalau tidak selesai, kita juga yang rugi karena akan kena denda,” ujarnya.

- Advertisement -

SAMPANG – Sisa waktu pelaksanaan anggaran 2019 tinggal dua bulan waktu efektif. Tetapi, sampai saat ini masih banyak yang tidak tuntas dikerjakan. Bahkan, beberapa paket yang dikerjakan oleh kontraktor hampir memasuki masa deadline.

Salah satu proyek yang hampir masa deadline yakni pembangunan gedung dekranasda di sebelah timur GOR Wijaya Kusuma. Proyek yang dikerjakan oleh CV Abanda Sarana itu harus selesai pada 30 Oktober mendatang. Terhitung dari hari ini, kurang 13 hari lamanya.

Sementara persentase pekerjaan belum mencapai 70 persen. Dalam waktu kurang dua pekan, pekerjaan tersebut harus dikebut. Jika tidak, akan melebihi deadline yang ada.


Anggota Komisi III DPRD Sampang Hosni meminta pelaksana proyek bekerja cepat. Manakala butuh tambahan pekerja harus segera menambah. Bila dibutuhkan waktu lembur, harus meminta pekerja siap bekerja di malam hari.

Baca Juga :  Dorong Penuntasan Proyek Rp 21 Miliar

”Ini proyeknya cukup besar. Anggarannya mencapai Rp 1,3 miliar. Kami berharap rekanan bisa tepat waktu,” kata politikus PPP itu kemarin (17/10). ”Meski harus cepat, mereka tidak boleh lalai akan kualitasnya. Bekerja tepat waktu itu tuntutan, tapi memperhatikan kualitas juga kewajiban rekanan,” tegasnya.

Pekerjaan-pekerjaan lain yang juga belum tuntas banyak, baik berupa pembangunan sarana, infrastruktur, dan sejenisnya. Termasuk di dinas-dinas yang bermitra dengan komisi lainnya juga banyak yang belum tuntas 100 persen.

”Kami berharap agar pembangunan di Sampang ini berjalan lebih baik, agar visi Bapak Bupati membangun Sampang Hebat Bermartabat bisa terwujud,” tukasnya.

Pelaksana harian CV Abanda Sarana Miftahul Arifin mengatakan, pembangunan yang digarapnya pasti akan selesai tepat waktu. Rencananya, dia memang akan menambah tenaga pekerja. Cuma, berapa orang tambahan yang dibutuhkan belum disebutkan.

Baca Juga :  Wakil Rakyat Minta Pemerintah Peduli Infrastruktur Jalan

Pihaknya juga akan menerapkan sistem lembur bagi pekerja. ”Harus selesai. Kalau tidak selesai, kita juga yang rugi karena akan kena denda,” ujarnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/