alexametrics
29.4 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Seimbangkan PAD Pasar dengan Anggaran Revitalisasi

SAMPANG – Pemkab Sampang menggelontorkan dana besar untuk merevitalisasi sejumlah pasar tradisional. Seperti Pasar Lebbak, Pasar Torjun, Pasar Labuhan, dan Pasar Palawija Kota. Total anggaran yang dialokasikan mencapai belasan miliar.

Perinciannya, dana tugas pembantuan (TP) Pasar Lebbak, Ketapang sebesar Rp 5.575.756.000. Kemudian, untuk Pasar Torjun Rp 1.761.875.850 dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2017. Lalu, dana TP Pasar Rongtengah (Palawija) Kecamatan Kota Rp 5.584.951.000. Sementara untuk Pasar Labuhan, Kecamatan Sreseh Rp 1.586.968.000 dari dana alokasi khusus (DAK) 2017.

Di sisi lain pemerintah juga menarget pendapatan dari empat pasar itu. Pasar Lebbak ditarget menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Rp 1,5 miliar, Pasar Torjun Rp 800 juta, Pasar Rongtengah Rp 1,2 miliar, dan Pasar Labuhan Rp 700 juta.

Baca Juga :  Waspada, Angin Kencang Mengancam

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin menilai revitalisasi pasar tradisional sangat baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, rehab tersebut menjadi tantangan sekaligus tuntutan bagi pemkab untuk meningkatkan PAD. ”Pengeluaran dan pemasukan pasar harus seimbang agar APBD kita tidak timpang,” ucapnya Selasa (17/10).

Menurut dia, agar pendapatan retribusi pasar maksimal, manajemen dan sistem pengelolaan perlu diperhatikan. Jika pengelolaan pasar amburadul, target PAD sulit tercapai. Selama ini retribusi dari 25 pasar tradisional cenderung rendah.

”Pemkab jangan hanya bisa getol membangun. Tapi harus bisa mengelola dengan baik, sehingga anggaran yang sudah dikeluarkan tidak sia-sia. Terutama pasar-pasar yang direhab dengan dana besar,” pintanya.

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengatakan, revitalisasi tradisional untuk membangun dan mengembangkan pasar tradisional agar semakin sehat dan maju. Mengenai PAD disesuaikan dengan jumlah pedagang di tiap pasar.

Baca Juga :  Revitalisasi Pasar Rakyat Galis Rampung sejak Akhir 2017

Pihaknya akan terus mengevaluasi pengelolaan pasar tradisional. Terutama dalam penarikan retribusi. Dia meminta agar penarikan retribusi mendapat dukungan masyarakat atau  pedagang. Selama ini banyak pedagang enggan menempati kios dan rutin membayar retribusi.

”Kalau pengelola pasar dan pedagang bisa kompak, target retribusi pasar tidak akan sulit,” pungkasnya. 

SAMPANG – Pemkab Sampang menggelontorkan dana besar untuk merevitalisasi sejumlah pasar tradisional. Seperti Pasar Lebbak, Pasar Torjun, Pasar Labuhan, dan Pasar Palawija Kota. Total anggaran yang dialokasikan mencapai belasan miliar.

Perinciannya, dana tugas pembantuan (TP) Pasar Lebbak, Ketapang sebesar Rp 5.575.756.000. Kemudian, untuk Pasar Torjun Rp 1.761.875.850 dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2017. Lalu, dana TP Pasar Rongtengah (Palawija) Kecamatan Kota Rp 5.584.951.000. Sementara untuk Pasar Labuhan, Kecamatan Sreseh Rp 1.586.968.000 dari dana alokasi khusus (DAK) 2017.

Di sisi lain pemerintah juga menarget pendapatan dari empat pasar itu. Pasar Lebbak ditarget menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Rp 1,5 miliar, Pasar Torjun Rp 800 juta, Pasar Rongtengah Rp 1,2 miliar, dan Pasar Labuhan Rp 700 juta.

Baca Juga :  Over Kapasitas, Penghuni Rutan Klas II B Sampang Capai 293 Orang

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin menilai revitalisasi pasar tradisional sangat baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, rehab tersebut menjadi tantangan sekaligus tuntutan bagi pemkab untuk meningkatkan PAD. ”Pengeluaran dan pemasukan pasar harus seimbang agar APBD kita tidak timpang,” ucapnya Selasa (17/10).

Menurut dia, agar pendapatan retribusi pasar maksimal, manajemen dan sistem pengelolaan perlu diperhatikan. Jika pengelolaan pasar amburadul, target PAD sulit tercapai. Selama ini retribusi dari 25 pasar tradisional cenderung rendah.

”Pemkab jangan hanya bisa getol membangun. Tapi harus bisa mengelola dengan baik, sehingga anggaran yang sudah dikeluarkan tidak sia-sia. Terutama pasar-pasar yang direhab dengan dana besar,” pintanya.

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengatakan, revitalisasi tradisional untuk membangun dan mengembangkan pasar tradisional agar semakin sehat dan maju. Mengenai PAD disesuaikan dengan jumlah pedagang di tiap pasar.

Baca Juga :  Anggap Politik di Madura Unik, Dua Profesor Jepang Lakukan Penelitian

Pihaknya akan terus mengevaluasi pengelolaan pasar tradisional. Terutama dalam penarikan retribusi. Dia meminta agar penarikan retribusi mendapat dukungan masyarakat atau  pedagang. Selama ini banyak pedagang enggan menempati kios dan rutin membayar retribusi.

”Kalau pengelola pasar dan pedagang bisa kompak, target retribusi pasar tidak akan sulit,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/