alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Proyek Pasar Rongtengah Disoal

SAMPANG – Dalam pembangunan Pasar Rongtengah di Jalan Trunojoyo, Kota Sampang, diduga ada kejanggalan. Proyek pembangunan pasar yang dianggarkan Rp 5.584.951.000 itu diduga ada pengurangan volume. Yakni, pada besi dan kualitas beton.

Dugaan kejanggalan yang diungkapkan Generasi Peduli Negeri (GPN) Sampang itu didasarkan pada foto sebagai bukti awal. Untuk mengetahui kebenaran dugaan kejanggalan tersebut, harus dilakukan pembongkaran pembangunan Pasar Rongtengah.

Sekitar pukul 13.17 Selasa (17/10), di lokasi proyek ada aparat kepolisian, kejaksaan, dan instansi yang menaungi Disperdagprin Sampang. Ketua GPN Sampang Rolis Sanjaya mengatakan, pihaknya tidak bisa melanjutkan pembongkaran untuk membuktikan dugaan kejanggalan.

Dia beralasan keterbatasan alat. Selain itu, saksi kunci belum datang. ”Besok (hari ini, Red) atau lusa akan kami datangi lagi untuk pembuktian” katanya. Dia bersikukuh, indikasi pengurangan volume karena sudah ada foto.

Foto tersebut menunjukkan besi dan beton tidak sesuai. Dia akan menunjukkan lokasi dan setelah itu akan dilakukan pembongkaran. ”Kami takut karena belum diketahui lokasi pemasangannya. Ukuran besi juga belum dipastikan karena belum dibongkar. Nanti kami pastikan,” janjinya.

Baca Juga :  Minta Segera Operasikan RSU Ketapang

Priadi, pejabat pembuat komitmen (PPK) pembangunan Pasar Rongtengah, mengatakan, indikasi pengerajaan tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB) merupakan laporan GPN. Karena itu, pihaknya menyarankan kroscek langsung ke lokasi.

”Dari konsultan pengawas dan penyedia jasa, semuanya sudah sesuai spesifikasi teknis. Jadi, pemasangan besi yang terindikasi tidak sesuai ukuran itu tidak benar. Sekarang (kemarin, Red) dikroscek,” tegas staf perindustrian Disperdagprin Sampang tersebut.

Pria asal Pamekasan itu menambahkan, untuk urusan lainnya seperti RAB merupakan ranah penyedia. Owner tidak boleh menyampaikan kepada pihak lain. Pemberitahuan dari GPN dilakukan Senin (16/10).

”Kalau temuan itu benar, saya bisa menginstruksi pembongkaran. Kenyataannya, di lokasi sudah sesuai RAB semua. Gampangnya, bisa lihat luarnya,” ujar dia.

Baca Juga :  Pemprov Biarkan Tangkis Laut Rusak

Sementara itu, Ahmad Fausi selaku tim leader konsultan pengawas menyatakan, laporan GPN tidak akurat. ”Kalau mau membuktikan silakan. Kalau mau dibongkar saya mau pamit kepada pelaksana. Saya tidak berhak,” katanya.

”Tidak ada yang perlu dibuktikan lagi. Semuanya sudah sesuai,” lanjut dia. ”Saya sudah minta untuk menunjukkan. Ternyata mereka (GPN, Red) tidak bisa menunjukkan. Posisinya tidak tahu sebelah mana. Kalau hanya foto, kami kira tidak akurat,” tandas Ahmad Fauzi.

Untuk dikatahui, pelaksana proyek pembangunan Pasar Rongtengah yaitu PT Karya Mulya Madura. Kegiatan berupa pembangunan pasar tradisional dan palawija dengan nomor surat perintah kerja (SPK) 02/PSR/KONTRAK/434.213/2017.

Anggaran pembangunan Pasar Rongtengah bersumber dari Dana Tugas Pembantuan APBN Kementerian Perdagangan 2017. Pengerjaan proyek tersebut dimulai 8 Agustus dan harus selesai 15 Desember 2017. 

SAMPANG – Dalam pembangunan Pasar Rongtengah di Jalan Trunojoyo, Kota Sampang, diduga ada kejanggalan. Proyek pembangunan pasar yang dianggarkan Rp 5.584.951.000 itu diduga ada pengurangan volume. Yakni, pada besi dan kualitas beton.

Dugaan kejanggalan yang diungkapkan Generasi Peduli Negeri (GPN) Sampang itu didasarkan pada foto sebagai bukti awal. Untuk mengetahui kebenaran dugaan kejanggalan tersebut, harus dilakukan pembongkaran pembangunan Pasar Rongtengah.

Sekitar pukul 13.17 Selasa (17/10), di lokasi proyek ada aparat kepolisian, kejaksaan, dan instansi yang menaungi Disperdagprin Sampang. Ketua GPN Sampang Rolis Sanjaya mengatakan, pihaknya tidak bisa melanjutkan pembongkaran untuk membuktikan dugaan kejanggalan.


Dia beralasan keterbatasan alat. Selain itu, saksi kunci belum datang. ”Besok (hari ini, Red) atau lusa akan kami datangi lagi untuk pembuktian” katanya. Dia bersikukuh, indikasi pengurangan volume karena sudah ada foto.

Foto tersebut menunjukkan besi dan beton tidak sesuai. Dia akan menunjukkan lokasi dan setelah itu akan dilakukan pembongkaran. ”Kami takut karena belum diketahui lokasi pemasangannya. Ukuran besi juga belum dipastikan karena belum dibongkar. Nanti kami pastikan,” janjinya.

Baca Juga :  Minta Segera Operasikan RSU Ketapang

Priadi, pejabat pembuat komitmen (PPK) pembangunan Pasar Rongtengah, mengatakan, indikasi pengerajaan tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB) merupakan laporan GPN. Karena itu, pihaknya menyarankan kroscek langsung ke lokasi.

”Dari konsultan pengawas dan penyedia jasa, semuanya sudah sesuai spesifikasi teknis. Jadi, pemasangan besi yang terindikasi tidak sesuai ukuran itu tidak benar. Sekarang (kemarin, Red) dikroscek,” tegas staf perindustrian Disperdagprin Sampang tersebut.

Pria asal Pamekasan itu menambahkan, untuk urusan lainnya seperti RAB merupakan ranah penyedia. Owner tidak boleh menyampaikan kepada pihak lain. Pemberitahuan dari GPN dilakukan Senin (16/10).

”Kalau temuan itu benar, saya bisa menginstruksi pembongkaran. Kenyataannya, di lokasi sudah sesuai RAB semua. Gampangnya, bisa lihat luarnya,” ujar dia.

Baca Juga :  Waduh!! Banyak Kendaraan Dinas di Sampang Digadaikan

Sementara itu, Ahmad Fausi selaku tim leader konsultan pengawas menyatakan, laporan GPN tidak akurat. ”Kalau mau membuktikan silakan. Kalau mau dibongkar saya mau pamit kepada pelaksana. Saya tidak berhak,” katanya.

”Tidak ada yang perlu dibuktikan lagi. Semuanya sudah sesuai,” lanjut dia. ”Saya sudah minta untuk menunjukkan. Ternyata mereka (GPN, Red) tidak bisa menunjukkan. Posisinya tidak tahu sebelah mana. Kalau hanya foto, kami kira tidak akurat,” tandas Ahmad Fauzi.

Untuk dikatahui, pelaksana proyek pembangunan Pasar Rongtengah yaitu PT Karya Mulya Madura. Kegiatan berupa pembangunan pasar tradisional dan palawija dengan nomor surat perintah kerja (SPK) 02/PSR/KONTRAK/434.213/2017.

Anggaran pembangunan Pasar Rongtengah bersumber dari Dana Tugas Pembantuan APBN Kementerian Perdagangan 2017. Pengerjaan proyek tersebut dimulai 8 Agustus dan harus selesai 15 Desember 2017. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/