21.6 C
Madura
Friday, December 9, 2022

Satu Ruang Diisi Tiga Kelas

Lama Tak Diperbaiki, SDN Rahayu 1 Rusak Parah

Dunia pendidikan di Sampang masih bergelut dengan persoalan klasik. Salah satunya, sarana dan prasarana yang tidak memadai. Seperti di SDN Rahayu 1, Kecamatan Kedungdung.

KONDISI gedung UPTD SDN Rahayu 1 di Kecamatan Kedungdung, Sampang, memprihatinkan. Hampir semua ruang kelas rusak. Bahkan, beberapa kelas digabung dalam satu ruangan. Sebagian siswa juga terpaksa belajar di teras rumah warga.

Komite SDN Rahayu 1 Moh. Hasan mengatakan, sudah lima tahun lebih mengalami kerusakan fisik. Meski begitu, tidak pernah mendapatkan anggaran untuk renovasi. Padahal, kondisi kerusakan bangunan di sekolah itu sangat parah.

Menurut Hasan, ruang kelas I, II, dan III sudah tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Dengan demikian, KBM untuk siswa kelas I dipindah ke teras rumah warga. Sedangkan, untuk siswa kelas II dan III digabung ke ruang kelas IV. Caranya, ruangan kelas IV disekat menjadi tiga.

Baca Juga :  Sheet Pile Senilai Rp 149 Miliar Nyaris Roboh

Satu-satunya yang masih bisa dipakai adalah ruangan kelas V. Sedangkan, untuk ruang kelas VI masih ditempati. Namun, sewaktu-waktu KBM dipindah ke perpustakaan jika situasinya tidak memungkinkan.

Kondisi sekolah tersebut sangat mengganggu KBM. Siswa dan guru khawatir sewaktu-waktu ruangan yang ditempati tiba-tiba ambruk. ”Genting dan kayu bagian atas rusak, itu yang membuat kami khawatir,” tuturnya.

Pihak sekolah kerap mendapatkan pertanyaan dari wali murid terkait perbaikan gedung sekolah. ”Kalau dari wali murid ada yang nanya (perbaikan gedung), mungkin karena takut ada hal yang terjadi kepada anaknya yang disebabkan gedung sekolah,” jelasnya.

Menurut Hasan, saat hujan, seluruh siswa diminta tidak mendekati bangunan yang rusak. Sebab, dikhawatirkan bangunan roboh. ”Semua ruangan di sekolah itu rusak, bocor semua, plafon pecah, dan kayu rapuh. Sudah lama tidak diperbaiki,” jelasnya.

Baca Juga :  Ban Diduga Bocor, Ambulans Tabrakan di Camplong

Pria yang sudah 15 tahun mengajar di sekolah tersebut mengatakan, sudah sering mengajukan proposal perbaikan ke dinas pendidikan. Namun, pengajuan itu tidak kunjung disetujui. ”Melalui proposal sudah, lewat lisan apalagi. Tidak ada niat saja untuk diperbaiki,” tegasnya.

Muafi, wali murid mengaku khawatir dengan keamanan anaknya. Sebab, kondisi bangunan sudah tidak layak ditempati. Bahkan, sewaktu-waktu plafon bisa jatuh. ”Mau diperbaiki ya? Takut anak saya kena plafon,” ucap laki-laki paro baya itu.

Sedangkan Kabid SD Dinas Pendidikan Sampang Muhammad Imran saat dikonfirmasi tidak memberikan keterangan apapun terkait kondisi sekolah yang rusak tersebut. Bahkan, meskipun diberikan gambar kondisi sekolah dan ditelepon via WhatsApp tidak direspons. (c3/han)

Dunia pendidikan di Sampang masih bergelut dengan persoalan klasik. Salah satunya, sarana dan prasarana yang tidak memadai. Seperti di SDN Rahayu 1, Kecamatan Kedungdung.

KONDISI gedung UPTD SDN Rahayu 1 di Kecamatan Kedungdung, Sampang, memprihatinkan. Hampir semua ruang kelas rusak. Bahkan, beberapa kelas digabung dalam satu ruangan. Sebagian siswa juga terpaksa belajar di teras rumah warga.

Komite SDN Rahayu 1 Moh. Hasan mengatakan, sudah lima tahun lebih mengalami kerusakan fisik. Meski begitu, tidak pernah mendapatkan anggaran untuk renovasi. Padahal, kondisi kerusakan bangunan di sekolah itu sangat parah.


Menurut Hasan, ruang kelas I, II, dan III sudah tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Dengan demikian, KBM untuk siswa kelas I dipindah ke teras rumah warga. Sedangkan, untuk siswa kelas II dan III digabung ke ruang kelas IV. Caranya, ruangan kelas IV disekat menjadi tiga.

Baca Juga :  Idul Adha, Bupati Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian

Satu-satunya yang masih bisa dipakai adalah ruangan kelas V. Sedangkan, untuk ruang kelas VI masih ditempati. Namun, sewaktu-waktu KBM dipindah ke perpustakaan jika situasinya tidak memungkinkan.

Kondisi sekolah tersebut sangat mengganggu KBM. Siswa dan guru khawatir sewaktu-waktu ruangan yang ditempati tiba-tiba ambruk. ”Genting dan kayu bagian atas rusak, itu yang membuat kami khawatir,” tuturnya.

Pihak sekolah kerap mendapatkan pertanyaan dari wali murid terkait perbaikan gedung sekolah. ”Kalau dari wali murid ada yang nanya (perbaikan gedung), mungkin karena takut ada hal yang terjadi kepada anaknya yang disebabkan gedung sekolah,” jelasnya.

- Advertisement -

Menurut Hasan, saat hujan, seluruh siswa diminta tidak mendekati bangunan yang rusak. Sebab, dikhawatirkan bangunan roboh. ”Semua ruangan di sekolah itu rusak, bocor semua, plafon pecah, dan kayu rapuh. Sudah lama tidak diperbaiki,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinsos Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Pria yang sudah 15 tahun mengajar di sekolah tersebut mengatakan, sudah sering mengajukan proposal perbaikan ke dinas pendidikan. Namun, pengajuan itu tidak kunjung disetujui. ”Melalui proposal sudah, lewat lisan apalagi. Tidak ada niat saja untuk diperbaiki,” tegasnya.

Muafi, wali murid mengaku khawatir dengan keamanan anaknya. Sebab, kondisi bangunan sudah tidak layak ditempati. Bahkan, sewaktu-waktu plafon bisa jatuh. ”Mau diperbaiki ya? Takut anak saya kena plafon,” ucap laki-laki paro baya itu.

Sedangkan Kabid SD Dinas Pendidikan Sampang Muhammad Imran saat dikonfirmasi tidak memberikan keterangan apapun terkait kondisi sekolah yang rusak tersebut. Bahkan, meskipun diberikan gambar kondisi sekolah dan ditelepon via WhatsApp tidak direspons. (c3/han)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/