alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

Empat Mobil Pelat Merah Belum Kembali, Dishub Kewalahan

SAMPANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang harus bekerja lebih keras dalam melakukan penarikan kendaraan aset dari penyewa. Pasalnya, pada 2017 ada empat unit mobil jenis Carry yang belum kembali. Parahnya lagi, kendaraan pelat merah itu tidak jelas keberadaannya hingga saat ini.

Data Dishub Sampang menyebutkan, kendaraan aset yang disewakan kepada masyarakat 173 unit. Perinciannya, roda tiga 141 unit dan 32 unit roda empat. Puluhan kendaraan tersebut dipihakketigakan dengan sistem sewa. Setiap tahun pembayaran biaya sewa tidak maksimal dan banyak tunggakan belum terbayarkan.

Kabid Perhubungan Darat Dishub Sampang Eko Heriyanto mengatakan, upaya penarikan kendaraan aset dari pihak ketiga masih terus dilakukan. Pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada penyewa agar segera mengembalikan kendaraan tersebut. ”Seharusnya semua kendaraan itu sudah harus dikembalikan karena masa sewa sudah berakhir, terangnya Sabtu (16/6).

Baca Juga :  Antisipasi People Power, Polres Sampang Siaga di Perbatasan Bangkalan

Pengembalian aset pemkab tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2016. BPK menemukan banyak tunggakan retribusi pengelolaan aset. Dengan demikian, pihaknya diwajibkan untuk melakukan penarikan semua aset.

Dishub sudah berupaya maksimal menarik semua kendaraan tersebut dari pihak ketiga. Akan tetapi, masih ada empat kendaraan belum kembali. Jika surat pemberitahuan yang dikirim tidak direspons, kendaraan akan ditarik paksa dari tangan penyewa. ”Sebagian kendaraan dikembalikan oleh pemegang. Ada juga yang ditarik paksa,” katanya.

Pihaknya optimistis tahun ini semua kendaraan aset akan kembali. Instansinya sudah membentuk tim khusus untuk menemukan dan menarik kendaraan yang belum dikembalikan. ”Kami harus menarik paksa empat mobil itu karena melebihi batas waktu pengembalian,” ujarnya.

Baca Juga :  Berantas Jentik Nyamuk, Pelajar di Sampang Salurkan 900 Bungkus Abate

Anggota Komisi II DPRD Sampang Moh. Hodai meminta dishub bergerak cepat menarik semua mobil aset yang nyantol di tangan penyewa. Seharusnya Desember 2017 semua kendaraan aset sudah kembali. ”Banyaknya tunggakan biaya sewa karena dishub lemah dalam melakukan pengawasan dan penagihan kepada pemegang kendaraan,” tudingya.

Politikus Partai Demokrat itu juga mempertanyakan nasib puluhan kendaraan aset yang sudah kembali. Mengingat hampir semua kendaraan kembali dengan kondisi rusak parah dan tidak bisa digunakan. Pembebasan aset harus segera dilakukan agar tidak menjadi beban pemkab. ”Kalau sudah rusak parah, lebih baik dilelang atau ditimbang daripada menyimpan rongsokan,” desaknya.

SAMPANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang harus bekerja lebih keras dalam melakukan penarikan kendaraan aset dari penyewa. Pasalnya, pada 2017 ada empat unit mobil jenis Carry yang belum kembali. Parahnya lagi, kendaraan pelat merah itu tidak jelas keberadaannya hingga saat ini.

Data Dishub Sampang menyebutkan, kendaraan aset yang disewakan kepada masyarakat 173 unit. Perinciannya, roda tiga 141 unit dan 32 unit roda empat. Puluhan kendaraan tersebut dipihakketigakan dengan sistem sewa. Setiap tahun pembayaran biaya sewa tidak maksimal dan banyak tunggakan belum terbayarkan.

Kabid Perhubungan Darat Dishub Sampang Eko Heriyanto mengatakan, upaya penarikan kendaraan aset dari pihak ketiga masih terus dilakukan. Pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada penyewa agar segera mengembalikan kendaraan tersebut. ”Seharusnya semua kendaraan itu sudah harus dikembalikan karena masa sewa sudah berakhir, terangnya Sabtu (16/6).

Baca Juga :  Berantas Jentik Nyamuk, Pelajar di Sampang Salurkan 900 Bungkus Abate

Pengembalian aset pemkab tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2016. BPK menemukan banyak tunggakan retribusi pengelolaan aset. Dengan demikian, pihaknya diwajibkan untuk melakukan penarikan semua aset.

Dishub sudah berupaya maksimal menarik semua kendaraan tersebut dari pihak ketiga. Akan tetapi, masih ada empat kendaraan belum kembali. Jika surat pemberitahuan yang dikirim tidak direspons, kendaraan akan ditarik paksa dari tangan penyewa. ”Sebagian kendaraan dikembalikan oleh pemegang. Ada juga yang ditarik paksa,” katanya.

Pihaknya optimistis tahun ini semua kendaraan aset akan kembali. Instansinya sudah membentuk tim khusus untuk menemukan dan menarik kendaraan yang belum dikembalikan. ”Kami harus menarik paksa empat mobil itu karena melebihi batas waktu pengembalian,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengadaan Rambu Lalin Telan Rp 90 Juta

Anggota Komisi II DPRD Sampang Moh. Hodai meminta dishub bergerak cepat menarik semua mobil aset yang nyantol di tangan penyewa. Seharusnya Desember 2017 semua kendaraan aset sudah kembali. ”Banyaknya tunggakan biaya sewa karena dishub lemah dalam melakukan pengawasan dan penagihan kepada pemegang kendaraan,” tudingya.

Politikus Partai Demokrat itu juga mempertanyakan nasib puluhan kendaraan aset yang sudah kembali. Mengingat hampir semua kendaraan kembali dengan kondisi rusak parah dan tidak bisa digunakan. Pembebasan aset harus segera dilakukan agar tidak menjadi beban pemkab. ”Kalau sudah rusak parah, lebih baik dilelang atau ditimbang daripada menyimpan rongsokan,” desaknya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/