alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Hanya Satu Pasar yang Terapkan E-Retribusi

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang melakukan pembenahan mengembangkan pasar tradisional. Salah satunya dengan menerapkan penarikan retribusi menggunakan sistem elektronik atau e-retribusi. Sayangnya sistem tersebut hanya akan diterapkan di Pasar Rongtengah.

Padahal di Sampang terdapat 25 pasar tradisional yang tersebar di 14 kecamatan. Puluhan pasar tersebut secara keseluruhan belum direnovasi sehingga belum tertata. Kondisi tersebut kurang mengenakkan bagi pengunjung dan pedagang.

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengakui, dari puluhan pasar tradisional, hanya satu yang akan menerapkan e-retribusi. ”Satu per satu akan dilakukan pembenahan. Alhamdulillah, Pasar Rongtengah sudah mulai. Pedagang sudah sepakat. Sebagian sudah buka rekening,” ujarnya Jumat (15/2).

Dia menyatakan, nanti fungsi ATM tidak hanya untuk membayar retribusi. Tapi bisa digunakan untuk pembayaran PDAM, pembayaran sekolah, dan lainnya. ”Jika e-retribusi sudah oke, Maret akan di-launching. Sasarannya masih di perkotaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Apung Hanya Wacana

Menurut Wahyu, disperdagprin merencanakan pengelolaan pasar dipihakketigakan. Hal itu untuk pengembangan pasar yang lebih baik. Dia menilai, pengelolaan pasar akan lebih maksimal jika dipihakketigakan.

”Pengelolaan pasar oleh pihak ketiga akan lebih cepat berkembang. Lebih maksimal juga untuk kepentingan daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Disperdagprin melakukan studi banding ke beberapa kabupaten yang sudah bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan pasar. Studi banding tersebut meliputi beberapa aspek dalam pengembangan pasar.

Di antaranya, manajemen pengelolaan dan pengembangan pasar, penataan dan ketersediaan infrastruktur, penyediaan perencanaan berupa peraturan tentang pasar, dan aspek lainnya untuk menggenjot pendapatan daerah. ”Kami sudah susun konsep pengelolaan pasar. Tinggal menunggu persetujuan bupati dan DPRD,” tukas Wahyu.

Baca Juga :  BOS Boleh untuk Beli Paket Data

Anggota Komisi II DPRD Sampang Sahid mendukung rencana penerapan e-retribusi di pasar tradisional. Dengan sistem itu diharapkan tidak ada lagi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD). ”Selagi itu baik, kami mendukung. Harus sesuai target dan ada evaluasi setiap bulan,” ujarnya.

Politikus Golkar asal Kecamatan Jrengik itu berharap, PAD pasar meningkat. Tentu dengan diimbangi kondisi pasar tradisional yang bagus sehingga pedagang taat bayar retribusi. ”Tapi kalau kondisi pasar tidak karuan, tidak akan maksimal penerimaan retribusi,” tukas Sahid.

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang melakukan pembenahan mengembangkan pasar tradisional. Salah satunya dengan menerapkan penarikan retribusi menggunakan sistem elektronik atau e-retribusi. Sayangnya sistem tersebut hanya akan diterapkan di Pasar Rongtengah.

Padahal di Sampang terdapat 25 pasar tradisional yang tersebar di 14 kecamatan. Puluhan pasar tersebut secara keseluruhan belum direnovasi sehingga belum tertata. Kondisi tersebut kurang mengenakkan bagi pengunjung dan pedagang.

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengakui, dari puluhan pasar tradisional, hanya satu yang akan menerapkan e-retribusi. ”Satu per satu akan dilakukan pembenahan. Alhamdulillah, Pasar Rongtengah sudah mulai. Pedagang sudah sepakat. Sebagian sudah buka rekening,” ujarnya Jumat (15/2).


Dia menyatakan, nanti fungsi ATM tidak hanya untuk membayar retribusi. Tapi bisa digunakan untuk pembayaran PDAM, pembayaran sekolah, dan lainnya. ”Jika e-retribusi sudah oke, Maret akan di-launching. Sasarannya masih di perkotaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Disperdagprin Ancam Bakal Tutup Pasar

Menurut Wahyu, disperdagprin merencanakan pengelolaan pasar dipihakketigakan. Hal itu untuk pengembangan pasar yang lebih baik. Dia menilai, pengelolaan pasar akan lebih maksimal jika dipihakketigakan.

”Pengelolaan pasar oleh pihak ketiga akan lebih cepat berkembang. Lebih maksimal juga untuk kepentingan daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Disperdagprin melakukan studi banding ke beberapa kabupaten yang sudah bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan pasar. Studi banding tersebut meliputi beberapa aspek dalam pengembangan pasar.

Di antaranya, manajemen pengelolaan dan pengembangan pasar, penataan dan ketersediaan infrastruktur, penyediaan perencanaan berupa peraturan tentang pasar, dan aspek lainnya untuk menggenjot pendapatan daerah. ”Kami sudah susun konsep pengelolaan pasar. Tinggal menunggu persetujuan bupati dan DPRD,” tukas Wahyu.

Baca Juga :  Dump Truck Masuk Jurang, Kernet Tewas, Sopir Selamat

Anggota Komisi II DPRD Sampang Sahid mendukung rencana penerapan e-retribusi di pasar tradisional. Dengan sistem itu diharapkan tidak ada lagi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD). ”Selagi itu baik, kami mendukung. Harus sesuai target dan ada evaluasi setiap bulan,” ujarnya.

Politikus Golkar asal Kecamatan Jrengik itu berharap, PAD pasar meningkat. Tentu dengan diimbangi kondisi pasar tradisional yang bagus sehingga pedagang taat bayar retribusi. ”Tapi kalau kondisi pasar tidak karuan, tidak akan maksimal penerimaan retribusi,” tukas Sahid.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Ratusan Sekolah Belum Punya Perpustakan

Pemkab Belum Bisa Kelola PI

Artikel Terbaru

/