alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Keluarga Tersangka Kunjungi Rumah Duka Guru Budi

SAMPANG – Tamu terus berdatangan ke rumah almarhum Achmad Budi Cahyanto untuk takziah. Sabtu (17/2), giliran Mohammad Yahya yang mendatangi rumah duka. Ayah kandung siswa yang diduga menjadi penyebab kematian Budi itu meminta maaf.

Pertemuan keluarga almarhum Budi dengan Mohammad Yahya berlangsung haru. Mereka saling berpelukan dan sepakat saling memaafkan. Meski begitu, dua belah pihak tetap setuju proses hukum terhadap siswa yang diduga menjadi penyebab meninggalnya guru kesenian di SMAN 1 Torjun tersebut dilanjutkan.

Pertemuan keluarga Muhammad Yahya dengan keluarga almarhum Budi sempat tertunda. Sebab, bupati Demak juga berada di rumah duka. Namun beberapa menit kemudian, keluarga Yahya bisa menemui M. Satuman Ashari, ayah kandung Budi.

Dua belah pihak bersalaman lalu berpelukan. Yahya duduk berdampingan dengan Satuman. Yahya tidak datang sendirian. Dia bersama kerabat dan anaknya. ”Kami datang ke sini untuk meminta maaf secara langsung kepada keluarga Pak Budi,” ucap Yahya.

Baca Juga :  Perawat Layani Pasien TBC

Warga Kampung Brakas, Desa Torjun, Sampang, itu mengaku sudah lama ingin ke rumah duka. Namun, keinginan itu dipendam untuk menunggu suasana dan situasi yang lebih baik. Dalam pertemuan kemarin, dua belah tidak saling menyalahkan.

Baik Satuman maupun Yahya menyadari bahwa meninggalnya Budi merupakan musibah. Keluarga Budi mengaku ikhlas dengan kepergian almarhum. Sementara keluarga Yahya mengaku tidak ada unsur kesengajaan sedikit pun atas insiden yang menyebabkan meninggalnya Budi.

Dua belah pihak tidak bicara banyak soal proses hukum yang masih berjalan. Mereka sepakat kasus tersebut dipasrahkan kepada penegak hukum. Usai berbincang cukup panjang, dua belah pihak berdoa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Langganan Banjir, SMKN 1 Sampang Berharap Tahun Ini Aman

”Kami memaafkan, tapi proses hukum tetap jalan sesuai aturan,” kata Satuman. Dia berharap tidak ada rekayasa dalam proses hukum.

Di sisi lain, suasana sedih masih dirasakan Sianit Shinta yang tengah hamil. Wajah istri almarhum Budi itu kemarin tampak pilu. Merenung masih menjadi aktivitas dia sehari-hari. Kepergian Budi membuatnya terpukul.

Sebagaimana diketahui, Achmad Budi Cahyanto meninggal Kamis (1/2). Guru kesenian di SMAN 1 Torjun itu diduga dianiaya oleh siswanya sendiri. Budi mendapat pukulan di pelipis mata kanan hingga terjatuh. Dia meninggal di rumah sakit di Surabaya.

SAMPANG – Tamu terus berdatangan ke rumah almarhum Achmad Budi Cahyanto untuk takziah. Sabtu (17/2), giliran Mohammad Yahya yang mendatangi rumah duka. Ayah kandung siswa yang diduga menjadi penyebab kematian Budi itu meminta maaf.

Pertemuan keluarga almarhum Budi dengan Mohammad Yahya berlangsung haru. Mereka saling berpelukan dan sepakat saling memaafkan. Meski begitu, dua belah pihak tetap setuju proses hukum terhadap siswa yang diduga menjadi penyebab meninggalnya guru kesenian di SMAN 1 Torjun tersebut dilanjutkan.

Pertemuan keluarga Muhammad Yahya dengan keluarga almarhum Budi sempat tertunda. Sebab, bupati Demak juga berada di rumah duka. Namun beberapa menit kemudian, keluarga Yahya bisa menemui M. Satuman Ashari, ayah kandung Budi.


Dua belah pihak bersalaman lalu berpelukan. Yahya duduk berdampingan dengan Satuman. Yahya tidak datang sendirian. Dia bersama kerabat dan anaknya. ”Kami datang ke sini untuk meminta maaf secara langsung kepada keluarga Pak Budi,” ucap Yahya.

Baca Juga :  Siswa SMPN 1 Pangarengan Berharap Jadi Jurnalis Kompeten

Warga Kampung Brakas, Desa Torjun, Sampang, itu mengaku sudah lama ingin ke rumah duka. Namun, keinginan itu dipendam untuk menunggu suasana dan situasi yang lebih baik. Dalam pertemuan kemarin, dua belah tidak saling menyalahkan.

Baik Satuman maupun Yahya menyadari bahwa meninggalnya Budi merupakan musibah. Keluarga Budi mengaku ikhlas dengan kepergian almarhum. Sementara keluarga Yahya mengaku tidak ada unsur kesengajaan sedikit pun atas insiden yang menyebabkan meninggalnya Budi.

Dua belah pihak tidak bicara banyak soal proses hukum yang masih berjalan. Mereka sepakat kasus tersebut dipasrahkan kepada penegak hukum. Usai berbincang cukup panjang, dua belah pihak berdoa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Blangko SIM Habis, 4.408 Pemohon SIM di Pamekasan Diberi Suket

”Kami memaafkan, tapi proses hukum tetap jalan sesuai aturan,” kata Satuman. Dia berharap tidak ada rekayasa dalam proses hukum.

Di sisi lain, suasana sedih masih dirasakan Sianit Shinta yang tengah hamil. Wajah istri almarhum Budi itu kemarin tampak pilu. Merenung masih menjadi aktivitas dia sehari-hari. Kepergian Budi membuatnya terpukul.

Sebagaimana diketahui, Achmad Budi Cahyanto meninggal Kamis (1/2). Guru kesenian di SMAN 1 Torjun itu diduga dianiaya oleh siswanya sendiri. Budi mendapat pukulan di pelipis mata kanan hingga terjatuh. Dia meninggal di rumah sakit di Surabaya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/