alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Proyek Pompa Banjir Baru 15 Persen

SAMPANG – Pembangunan instalasi pompa banjir di Sungai Kamoning berlanjut. Hingga Kamis (16/11), pengerjaan proyek di Jalan Bahagia dan Kampung Kajuk, Kelurahan Rongtengah, itu baru berjalan 15 persen. Hujan yang mengguyur wilayah Sampang beberapa hari terakhir ini cukup mengganggu pengerjaan.

‎Pagu anggaran proyek instalasi pompa banjir mencapai Rp 14.305.644.000. Sedangkan nilai hasil penafsiran sendiri (HPS) Rp 14.303.960.000. Proyek tersebut dimenangkan PT Indopenta Bumi Permai dengan nilai kontrak atau harga terkoreksi Rp 13.999.601.000. Waktu pengerjaan 120 hari. Yaitu, mulai 22 Agustus–27 Desember 2017.

Pembangunan instalasi pompa banjir di Jalan Bahagia terkendala genangan air dari saluran dan curah hujan. Selain itu, di sisi utara bekas galian tanah yang berdekatan dengan makam longsor. Namun, lokasi longsor tersebut diberi pembatas agar tidak semakin parah.

Baca Juga :  Proyek Kantor Diskominfo Rp 3,2 M Belum Rampung

Di Kampung Kajuk yang kedalaman galiannya 7 meter juga mengalami kendala. Yakni, tanah retak dan longsor. Apalagi lokasinya berdekatan dengan rumah warga sehingga pengerjaan semakin sulit.

Mei Sunarto selaku SE PT Indopenta Bumi Permai mengatakan, untuk mengantisipasi pengerjaan melebihi batas waktu yang ditentukan, pihaknya menambah jam kerja atau lembur. Pekerja yang dikerahkan menyelesaikan pembangunan instalasi pompa banjir berjumlah 30 orang.

”Pekerja proyek di Jalan Bahagia dan Kampung Kajuk lembur sampai malam. Ini supaya pengerjaan tidak molor,” katanya kemarin.

Pria asal Surabaya itu mengakui di Kampung Kajuk ada tanah longsor dan banyak rumah warga. Solusi agar tidak longsor, diberi tiang panjang. ”Untuk mengatasi banjir, kami menanam pipa besar ke selokan supaya air langsung ke sungai. Tapi, pipa besar itu tidak permanen,” jelasnya.

Baca Juga :  Program Pembibitan Tembakau Dihapus

Mei mengaku ada dua item pengerjaan proyek pembangunan instalasi pompa banjir. Yaitu, fisik dan pengadaan pompa. Pengadaan pompa sudah berjalan sekitar 75 persen. Sementara pengerjaan fisik baru 25 persen. ”Untuk pengadaan genset dan pompa, belum siap semuanya. Menunggu pengecoran selesai,” ujarnya.

Pihaknya optimistis pengerjaan bisa diselesaikan sesuai deadline. ”Kami sudah berupaya semaksimal mungkin agar pengerjaan selesai tidak melebihi deadline,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir tidak mau tahu kendala yang terjadi di lapangan. Yang diinginkan adalah kualitas pekerjaan bagus dan selesai sesuai deadline. ”Sepertinya melebihi deadline. Sebab, pengerjaan baru 15 persen. Padahal, sekarang mulai hujan,” katanya. 

SAMPANG – Pembangunan instalasi pompa banjir di Sungai Kamoning berlanjut. Hingga Kamis (16/11), pengerjaan proyek di Jalan Bahagia dan Kampung Kajuk, Kelurahan Rongtengah, itu baru berjalan 15 persen. Hujan yang mengguyur wilayah Sampang beberapa hari terakhir ini cukup mengganggu pengerjaan.

‎Pagu anggaran proyek instalasi pompa banjir mencapai Rp 14.305.644.000. Sedangkan nilai hasil penafsiran sendiri (HPS) Rp 14.303.960.000. Proyek tersebut dimenangkan PT Indopenta Bumi Permai dengan nilai kontrak atau harga terkoreksi Rp 13.999.601.000. Waktu pengerjaan 120 hari. Yaitu, mulai 22 Agustus–27 Desember 2017.

Pembangunan instalasi pompa banjir di Jalan Bahagia terkendala genangan air dari saluran dan curah hujan. Selain itu, di sisi utara bekas galian tanah yang berdekatan dengan makam longsor. Namun, lokasi longsor tersebut diberi pembatas agar tidak semakin parah.

Baca Juga :  Anies Baswedan Sebut Ulama Berperan Bangun Karakter Bangsa

Di Kampung Kajuk yang kedalaman galiannya 7 meter juga mengalami kendala. Yakni, tanah retak dan longsor. Apalagi lokasinya berdekatan dengan rumah warga sehingga pengerjaan semakin sulit.

Mei Sunarto selaku SE PT Indopenta Bumi Permai mengatakan, untuk mengantisipasi pengerjaan melebihi batas waktu yang ditentukan, pihaknya menambah jam kerja atau lembur. Pekerja yang dikerahkan menyelesaikan pembangunan instalasi pompa banjir berjumlah 30 orang.

”Pekerja proyek di Jalan Bahagia dan Kampung Kajuk lembur sampai malam. Ini supaya pengerjaan tidak molor,” katanya kemarin.

Pria asal Surabaya itu mengakui di Kampung Kajuk ada tanah longsor dan banyak rumah warga. Solusi agar tidak longsor, diberi tiang panjang. ”Untuk mengatasi banjir, kami menanam pipa besar ke selokan supaya air langsung ke sungai. Tapi, pipa besar itu tidak permanen,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Tahan Izin Operasional

Mei mengaku ada dua item pengerjaan proyek pembangunan instalasi pompa banjir. Yaitu, fisik dan pengadaan pompa. Pengadaan pompa sudah berjalan sekitar 75 persen. Sementara pengerjaan fisik baru 25 persen. ”Untuk pengadaan genset dan pompa, belum siap semuanya. Menunggu pengecoran selesai,” ujarnya.

Pihaknya optimistis pengerjaan bisa diselesaikan sesuai deadline. ”Kami sudah berupaya semaksimal mungkin agar pengerjaan selesai tidak melebihi deadline,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir tidak mau tahu kendala yang terjadi di lapangan. Yang diinginkan adalah kualitas pekerjaan bagus dan selesai sesuai deadline. ”Sepertinya melebihi deadline. Sebab, pengerjaan baru 15 persen. Padahal, sekarang mulai hujan,” katanya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/