alexametrics
29.3 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Bonus Porprov Tembus Rp 500 Juta

SAMPANG – Para atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur 2019 perlu bersabar. Sebab, meski membawa pulang medali, mereka tidak akan langsung mendapat bonus sebagaimana dijanjikan Pemkab Sampang. Alasannya, bonus yang dijanjikan itu masih akan diajukan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2019.

Saat pelepasan atlet porprov pada 5 Juli lalu, Ketua KONI Sampang Moh. Syarifuddin menjanjikan bonus besar. Atlet yang meraih emas akan mendapatkan bonus sebesar Rp 15 juta. Peraih medali perak Rp 10 juta dan medali perunggu Rp 7,5 juta. Sementara untuk pelatih yang anak didiknya meraih medali emas mendapatkan Rp 5 juta, medali perak Rp 3,5 juta, dan medali perunggu Rp 2,5 juta.

Pada Porprov VI Jatim 2019 ini rupanya medali yang dibawa pulang cukup banyak. Yakni, empat emas, enam perak, dan sembilan perunggu. Dengan 19 medali itu, Sampang menempati urutan 26 dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Capaian ini naik satu strip dari capaian Porprov V.

Baca Juga :  Dwi Oktaviany Sugiarto Raih Medali Emas Tenis Meja Porprov VI Jatim

Dengan 19 medali ini pun, bonus yang harus dikeluarkan KONI cukup besar. Sesuai hitung-hitungan KONI, bonus yang harus diberikan ke atlet porprov sekitar Rp 500 juta. Tetapi, dana tersebut sampai sekarang belum tersedia. ”Dana itu kan belum ketemu. Dapat tidaknya berapa kan belum ketemu,” kata Syarifuddin kemarin (16/7).

Saat ini dana yang disiapkan KONI baru sekitar Rp 50 juta. Dengan demikian, kekurangan dana untuk bonus atlet porprov masih Rp 450 juta. ”Insyaallah kami masukkan dalam PAK. Setelah kami tahu berapa dapat medali, langsung kami ajukan kemarin,” jelasnya.

Mekanisme pencairan bonus juga belum ditentukan. Apakah diserahkan langsung atau masih menggunakan seremonial acara. Termasuk jadwal pemberiannya juga belum diputuskan. ”Besok kita rapatkan. Pemberiannya nanti kita rembuk dengan pemda, pemberiannya seperti apa,” paparnya. ”Kalau tahun kemarin diberikan di pendapa,” tukasnya.

Baca Juga :  Atlet Taekwondo Madura Peraih Medali Emas Porprov VI Jatim (4-Habis)

Pelatih pencak silat Jokotole Moh. Hosnan mengakui sampai sekarang belum menerima bonus dari pemkab. Tetapi, dia enggan untuk mengomentari masalah tersebut. Yang terpenting baginya, bisa meraih medali di ajang porprov.

Terlebih bisa membawa nama baik Sampang di tingkat Jawa Timur. ”Tunggu dari bupati nanti diserahkan kepada atlet. Kalau bisa tanya ke KONI lebih jelasnya,” katanya.

SAMPANG – Para atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur 2019 perlu bersabar. Sebab, meski membawa pulang medali, mereka tidak akan langsung mendapat bonus sebagaimana dijanjikan Pemkab Sampang. Alasannya, bonus yang dijanjikan itu masih akan diajukan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2019.

Saat pelepasan atlet porprov pada 5 Juli lalu, Ketua KONI Sampang Moh. Syarifuddin menjanjikan bonus besar. Atlet yang meraih emas akan mendapatkan bonus sebesar Rp 15 juta. Peraih medali perak Rp 10 juta dan medali perunggu Rp 7,5 juta. Sementara untuk pelatih yang anak didiknya meraih medali emas mendapatkan Rp 5 juta, medali perak Rp 3,5 juta, dan medali perunggu Rp 2,5 juta.

Pada Porprov VI Jatim 2019 ini rupanya medali yang dibawa pulang cukup banyak. Yakni, empat emas, enam perak, dan sembilan perunggu. Dengan 19 medali itu, Sampang menempati urutan 26 dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Capaian ini naik satu strip dari capaian Porprov V.

Baca Juga :  Diduga Korsleting, Rumah Kontrakan Pasutri di Sampang Ludes Terbakar

Dengan 19 medali ini pun, bonus yang harus dikeluarkan KONI cukup besar. Sesuai hitung-hitungan KONI, bonus yang harus diberikan ke atlet porprov sekitar Rp 500 juta. Tetapi, dana tersebut sampai sekarang belum tersedia. ”Dana itu kan belum ketemu. Dapat tidaknya berapa kan belum ketemu,” kata Syarifuddin kemarin (16/7).

Saat ini dana yang disiapkan KONI baru sekitar Rp 50 juta. Dengan demikian, kekurangan dana untuk bonus atlet porprov masih Rp 450 juta. ”Insyaallah kami masukkan dalam PAK. Setelah kami tahu berapa dapat medali, langsung kami ajukan kemarin,” jelasnya.

Mekanisme pencairan bonus juga belum ditentukan. Apakah diserahkan langsung atau masih menggunakan seremonial acara. Termasuk jadwal pemberiannya juga belum diputuskan. ”Besok kita rapatkan. Pemberiannya nanti kita rembuk dengan pemda, pemberiannya seperti apa,” paparnya. ”Kalau tahun kemarin diberikan di pendapa,” tukasnya.

Baca Juga :  Miris! Jembatan Penghubung Dua Desa di Sampang Dibiarkan Rusak Setahun

Pelatih pencak silat Jokotole Moh. Hosnan mengakui sampai sekarang belum menerima bonus dari pemkab. Tetapi, dia enggan untuk mengomentari masalah tersebut. Yang terpenting baginya, bisa meraih medali di ajang porprov.

Terlebih bisa membawa nama baik Sampang di tingkat Jawa Timur. ”Tunggu dari bupati nanti diserahkan kepada atlet. Kalau bisa tanya ke KONI lebih jelasnya,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/