alexametrics
21 C
Madura
Saturday, August 20, 2022

RSU Ketapang Belum Kantongi Izin Operasional

SAMPANG – Pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah utara Sampang diharapkan bisa maksimal. Salah satu upaya pemerintah dengan membangun rumah sakit umum (RSU). Namun, rumah sakit yang dibangun sejak 2016 itu belum dioperasikan hingga Jumat (16/2).

Rumah sakit ini dicanangkan sebagai rujukan pelayanan kesehatan di wilayah pantura. Pada 2016, pembangunan gedung dianggarkan Rp 14 miliar. Kemudian diselesaikan 2017 dengan anggaran Rp 15 miliar. Rumah sakit di pertigaan Kecamatan Ketapang, tepatnya di Desa Ketapang Daya itu siap ditempati. Namun, belum mengantongi izin operasional.

Wakil Ketua DPRD Sampang H Abdus Salam mengungkapkan, RSU Ketapang harus segera dioperasikan. Dokumen perizinan yang dibutuhkan harus segera diurus. Kelengkapan sarana dan prasarana seperti alat kesehatan (alkes) segera dilengkapi.

Menurut dia, saat ini pelayanan kesehatan di wilayah pantura sangat tidak maksimal. Itu setelah pelayanan Puskesmas Ketapang ke balai desa. Kemudian, dari balai desa ke gedung puskesmas baru.

Penumpukan pasien akibat minimnya fasilitas kesehatan harus menjadi perhatian serius. Dengan begitu, kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Kecamatan Sokobanah, Ketapang, dan Banyuates terpenuhi. ”Rumah sakit di Ketapang itu harus segera mengurus izin operasional, karena bangunannya sudah tuntas, biar cepat dirasakan manfaat keberadaan pembangunannya,” katanya kemarin.

Sebagai wakil rakyat dari wilayah pantura, pihaknya menegaskan jika RSU Ketapang memberikan harapan besar bagi masyarakat. Keberadaannya sangat memudahkan masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan tanpa harus ke wilayah kota.

”Kami akan mendorong percepatan pengoperasian rumah sakit rujukan bagi masyarakat pantura itu,” janji pria yang juga ketua DPC Partai Demokrat Sampang.

Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi mengakui bahwa RSU Ketapang belum memiliki izin operasional. Tahun ini pihaknya akan menyelesaikan kelengkapan fisik terlebih dahulu. ”Belum ke sana (pengurusan izin). Fisiknya saja itu direncanakan tiga tahun. Sekarang tahun ketiga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pengoperasian RSU Ketapang Terkendala SDM

Dinkes akan menyelesaikan penyempurnaan kegiatan fisik sambil melengkapi sebagian sarana prasarana sumber daya manusia (SDM). Juga, kelengkapan sejumlah alkes. Menurut dia, rumah sakit tersebut belum bisa dioperasikan dan difungsikan tahun ini.

”Tidak bisa dioperasikan tahun ini karena akan memberikan layanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat pantura. Semuanya harus lengkap dan tuntas dulu supaya lebih maksimal saat dioperasikan,” tandasnya.

SAMPANG – Pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah utara Sampang diharapkan bisa maksimal. Salah satu upaya pemerintah dengan membangun rumah sakit umum (RSU). Namun, rumah sakit yang dibangun sejak 2016 itu belum dioperasikan hingga Jumat (16/2).

Rumah sakit ini dicanangkan sebagai rujukan pelayanan kesehatan di wilayah pantura. Pada 2016, pembangunan gedung dianggarkan Rp 14 miliar. Kemudian diselesaikan 2017 dengan anggaran Rp 15 miliar. Rumah sakit di pertigaan Kecamatan Ketapang, tepatnya di Desa Ketapang Daya itu siap ditempati. Namun, belum mengantongi izin operasional.

Wakil Ketua DPRD Sampang H Abdus Salam mengungkapkan, RSU Ketapang harus segera dioperasikan. Dokumen perizinan yang dibutuhkan harus segera diurus. Kelengkapan sarana dan prasarana seperti alat kesehatan (alkes) segera dilengkapi.


Menurut dia, saat ini pelayanan kesehatan di wilayah pantura sangat tidak maksimal. Itu setelah pelayanan Puskesmas Ketapang ke balai desa. Kemudian, dari balai desa ke gedung puskesmas baru.

Penumpukan pasien akibat minimnya fasilitas kesehatan harus menjadi perhatian serius. Dengan begitu, kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Kecamatan Sokobanah, Ketapang, dan Banyuates terpenuhi. ”Rumah sakit di Ketapang itu harus segera mengurus izin operasional, karena bangunannya sudah tuntas, biar cepat dirasakan manfaat keberadaan pembangunannya,” katanya kemarin.

Sebagai wakil rakyat dari wilayah pantura, pihaknya menegaskan jika RSU Ketapang memberikan harapan besar bagi masyarakat. Keberadaannya sangat memudahkan masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan tanpa harus ke wilayah kota.

”Kami akan mendorong percepatan pengoperasian rumah sakit rujukan bagi masyarakat pantura itu,” janji pria yang juga ketua DPC Partai Demokrat Sampang.

- Advertisement -

Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi mengakui bahwa RSU Ketapang belum memiliki izin operasional. Tahun ini pihaknya akan menyelesaikan kelengkapan fisik terlebih dahulu. ”Belum ke sana (pengurusan izin). Fisiknya saja itu direncanakan tiga tahun. Sekarang tahun ketiga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hujan, Petani Garam Belum Garap Lahan

Dinkes akan menyelesaikan penyempurnaan kegiatan fisik sambil melengkapi sebagian sarana prasarana sumber daya manusia (SDM). Juga, kelengkapan sejumlah alkes. Menurut dia, rumah sakit tersebut belum bisa dioperasikan dan difungsikan tahun ini.

”Tidak bisa dioperasikan tahun ini karena akan memberikan layanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat pantura. Semuanya harus lengkap dan tuntas dulu supaya lebih maksimal saat dioperasikan,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/