alexametrics
28.9 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Dapat DAK Rp 2,2 M untuk Pangadaan Buku

SAMPANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang kembali menerima dana alokasi khusus (DAK) untuk pengadaan buku. Berbeda dengan tahun lalu, DAK pengadaan buku 2018 menyusut menjadi Rp 2,2 miliar. Disdik berjanji perencanaan pengadaan buku dilaksanakan awal tahun.

Sebagaimana diketahui, DAK pengadaan buku 2017 tidak terserap karena disdik lamban melakukan perencanaan. Selain itu, tahun lalu disdik belum memiliki kepala definitif sehingga dana pengadaan buku Rp 6 miliar lebih dikembalikan ke kas daerah (kasda).

Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi mengatakan, tahun lalu waktunya mepet. Untuk menghindari masalah, pihaknya memilih tidak menyerap dana pengadaan buku. ”Tahun ini, kita lelang bebas untuk pengadaan buku. Tahun lalu, lelang bebas tidak mungkin cukup waktunya,” ucapnya Selasa (16/1).

Baca Juga :  DAK Lebih Banyak Digunakan Bangun Rumdin Kasek, RKB Hanya Satu Lembaga

Mawardi menjelaskan, tahun ini ada pengurangan dana pengadaan buku. Menurut dia, dana itu sudah di-plotting pemerintah pusat. Disdik Sampang hanya menjalankan kegiatan. Mawardi mengklaim tidak ada kaitan DAK tahun ini dengan tidak terserapnya dana pengadaan buku tahun lalu. ”Tahun ini memang kami dapat segitu,” ujarnya.

Menurut dia, dana itu digunakan untuk membeli buku-buku referensi, bukan buku yang dibelikan melalui dana BOS. Selain buku referensi, dana dibelanjakan untuk buku penunjang siswa dan guru. ”Ada banyak jenisnya,” tutur dia.

Pengadaan buku ditujukan ke 45 SD, baik negeri maupun swasta. Namun, Mawardi mengaku tidak mengetahui sekolah mana saja yang akan menerima bantuan tersebut. ”Saya tidak pegang data. Tapi, yang pasti 45 SD. Pelaksanaan pengadaan buku dimungkinkan Mei,” pungkasnya.

Baca Juga :  Besi Puskesmas Tak Sesuai RAB

SAMPANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang kembali menerima dana alokasi khusus (DAK) untuk pengadaan buku. Berbeda dengan tahun lalu, DAK pengadaan buku 2018 menyusut menjadi Rp 2,2 miliar. Disdik berjanji perencanaan pengadaan buku dilaksanakan awal tahun.

Sebagaimana diketahui, DAK pengadaan buku 2017 tidak terserap karena disdik lamban melakukan perencanaan. Selain itu, tahun lalu disdik belum memiliki kepala definitif sehingga dana pengadaan buku Rp 6 miliar lebih dikembalikan ke kas daerah (kasda).

Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi mengatakan, tahun lalu waktunya mepet. Untuk menghindari masalah, pihaknya memilih tidak menyerap dana pengadaan buku. ”Tahun ini, kita lelang bebas untuk pengadaan buku. Tahun lalu, lelang bebas tidak mungkin cukup waktunya,” ucapnya Selasa (16/1).

Baca Juga :  Tingkatkan Potensi Pelajar SD-SMP, Bupati Sampang Buka O2SN dan FLS2N

Mawardi menjelaskan, tahun ini ada pengurangan dana pengadaan buku. Menurut dia, dana itu sudah di-plotting pemerintah pusat. Disdik Sampang hanya menjalankan kegiatan. Mawardi mengklaim tidak ada kaitan DAK tahun ini dengan tidak terserapnya dana pengadaan buku tahun lalu. ”Tahun ini memang kami dapat segitu,” ujarnya.

Menurut dia, dana itu digunakan untuk membeli buku-buku referensi, bukan buku yang dibelikan melalui dana BOS. Selain buku referensi, dana dibelanjakan untuk buku penunjang siswa dan guru. ”Ada banyak jenisnya,” tutur dia.

Pengadaan buku ditujukan ke 45 SD, baik negeri maupun swasta. Namun, Mawardi mengaku tidak mengetahui sekolah mana saja yang akan menerima bantuan tersebut. ”Saya tidak pegang data. Tapi, yang pasti 45 SD. Pelaksanaan pengadaan buku dimungkinkan Mei,” pungkasnya.

Baca Juga :  Polisi Limpahkan Berkas Perkara Ustad Cabul
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/